Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 April 2017

Mantan Ketua IPPNU Blitar Dilantik Jadi Kepala SMK NU Wlingi

Blitar, Santriwati CantikKetua Pimpinan Cabang Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Blitar H Muslih mengatakan, Sekolah Menengah Kejuaran (SMK) Islam sebagai lembaga milik Nahdlatul Ulama memiliki peran sangat strategis dalam menyiapkan kader NU militan untuk mengisi peran-peran penting dalam berbagai bidang kehidupan.

Paling utama bagaimana lembaga pendidikan NU ini di dalam menanamkan ajaran dan nilai-nilai Islam Ahlussunah wal-Jamaah Annahdliyah, katanya saat pelantikan Kepala Sekolah Menengah Kejuaruan Islam (SMKI) II Wlingi Blitar, Jawa Timur pada 31 September 2016. Terpilih sebagai Kepala Sekolah SMKI II Wlingi Hasanah. Ia adalah mantan Ketua Pimpinan Cabang IPPNU Kabupaten Blitar

Mantan Ketua IPPNU Blitar Dilantik Jadi Kepala SMK NU Wlingi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan Ketua IPPNU Blitar Dilantik Jadi Kepala SMK NU Wlingi (Sumber Gambar : Nu Online)


Mantan Ketua IPPNU Blitar Dilantik Jadi Kepala SMK NU Wlingi

Pelantikan dihadiri Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Blitar KH Imam Sugrowardi, Wakil Ketua PCNU Baharuddin, Ketua BPNU Darul Huda Wlingi dan beberapa pengurus MWCNU dan Badan Otonom NU.

Santriwati Cantik

SMK Islam milik Nahdlatul Ulama ini berdiri sejak tahun 1995 di atas tanah seluas 1.3 hektar. Sekolah yang berada di lingkungan Pesantren Darul Huda Wlingi tersebut, memiliki jurusan Teknik Jaringan Komputer (TKJ), Teknik Permesinan, Teknik Otomotif Umum dan Teknik Otomotif Sepeda Motor.

Santriwati Cantik

SMK Islam Wlingi II termasuk salah satu SMK unggulan meski berlokasi di Kota Wlingi sehingga ribuan siswa mengenyam pendidikan di sekolah kebanggaan warga NU tersebut. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71670/mantan-ketua-ippnu-blitar-dilantik-jadi-kepala-smk-nu-wlingi

Selasa, 14 Maret 2017

Banser Waykanan Peringati Hari Juang Kartika

Waykanan, Santriwati Cantik. Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung menurunkan 25 anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk berpartisipasi dalam upacara peringatan Hari Juang Kartika Tahun 2015 bertema Melalui Hari Juang Kartika, Kita Mantapkan Jati Diri TNI AD dan Kemanunggalan TNI-Rakyat Guna Mewujudkan Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian.

Ketua PC GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto didampingi Kasatkorcab Banser Alex Almukmin, di Blambangan Umpu, Selasa (15/12) mengatakan, Dandim 0427 Letkol Eddy Praytino secara khusus mengundang organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU) untuk ikut serta dalam upacara yang dihelat di lapangan Pemerintah Kabupaten Waykanan dengan Inspektur Upacara Pj Bupati Albar Hasan Tanjung dan Komandan Upacara Pasi Ops Kodim 0427 Kapten Yana Mulyana.

Banser Waykanan Peringati Hari Juang Kartika (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Waykanan Peringati Hari Juang Kartika (Sumber Gambar : Nu Online)


Banser Waykanan Peringati Hari Juang Kartika

"Diundang itu berarti keberadaan Ansor diakui dan tentu undangan tersebut harus disambut dengan kehadiran. Kami sampaikan terima kasih untuk kader Ansor dan Banser atas energi dan nyala semangatnya untuk organisasi," ujar Gatot yang juga alumni Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) II PP GP Ansor itu.

Santriwati Cantik

Perlu diketahui, Hari Juang Kartika merupakan peringatan peristiwa bersejarah para pendahulu TNI AD bersama rakyat, melawan musuh yang ingin menjajah kembali bumi pertiwi, di kota Ambarawa pada tanggal 15 Desember 1945 silam.

Perjuangan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin Jenderal Sudirman pada pertengahan Desember 1945 membuat tentara sekutu terjepit dan akhirnya mundur dari Ambarawa menuju Semarang.

Walaupun dihadang dengan seluruh kekuatan persenjataan modern serta kemampuan taktik dan strategi sekutu, para pejuang RI tak gentar. Mereka melancarkan serangan dengan gigih seraya melakukan pengepungan ketat di semua penjuru kota Ambarawa yang akhirnya hingga saat ini diperingati sebagai Hari TNI AD.

Santriwati Cantik

"Saya ikut Banser dan aktif hingga sekarang karena ikhlas lillahi taala, niatnya beribadah. Saya akan tetap memiliki semangat untuk NU, ikut upacara Hari Juang Kartika (HJK) agar bisa menjadi contoh bagi kader Banser yang muda untuk terus aktif," ujar M Taufiq, alumni Diklatsar Banser Waykanan angkatan II tahun 2001 kelahiran 1967.

Anggota Banser Waykanan lain, Danang Indra Pangestu mengaku belum banyak berbuat untuk organisasi. "Ini yang membuat saya ikut dalam kegiatan ini," ujar alumni Diklatsar Banser Waykanan angkatan X kelahiran 1997.

Hadir dalam upacara yang juga diikuti, Satpol PP, Wakil Ketua DPRD Abdul Haris Nasution, Kapolres AKBP Harseno, Kajari Blambangan Umpu Hidayat, dan Sekdakab Bustam Hadori. (Disisi Saidi Fatah/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64311/banser-waykanan-peringati-hari-juang-kartika

Senin, 30 Januari 2017

Jangan Hanya Tiru Tampilan Fisik Nabi Muhammad SAW

Jombang, Santriwati Cantik. Dalam pandangan Imam Suprayogo, ketertinggalan umat Islam saat ini tidak dapat dipisahkan dari cara beragama yang semata mengejar penampilan. Sudah saatnya kaum muslimin justru meniru sifat dan pekerti luhur Nabi Muhammad SAW.

Jawaban ini didapatkan mantan Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ini saat berkunjung ke salah seorang pengasuh pesantren. "Karena yang ditiru umat Islam saat ini semata aksesoris dari Nabi Muhammad SAW," katanya menirukan jawaban sang kiai, Sabtu (5/11).

Jangan Hanya Tiru Tampilan Fisik Nabi Muhammad SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Hanya Tiru Tampilan Fisik Nabi Muhammad SAW (Sumber Gambar : Nu Online)


Jangan Hanya Tiru Tampilan Fisik Nabi Muhammad SAW

Dalam penjelasannya, kiai itu mengatakan bahwa hingga kini kaum muslimin hanya mengejar penampilan dengan memanjangkan jenggot, membesarkan sorban, serta tampilan luar yang lain. "Tapi perilaku shiddiq, amanah, tablig, serta fathonah tidak ditiru," jelasnya.

Baginya, kemajuan dunia Barat hingga saat ini bukan karena mereka kenal secara baik siapa Nabi Muhammad SAW. "Tapi karena watak dan perilaku mereka meniru apa yang ada pada Beliau, walapun mereka tidak kenal," tegasnya.

Santriwati Cantik

Karenanya, Ketua Yayasan Universitas Hasyim Asyari (Unhasy) Jombang ini berpesan agar umat Islam segera menyudahi perburuan tampilan fisik. "Siapapun yang berperilaku seperti Nabi Muhammad, maka yang bersangkutan akan sukses," ungkapnya.

Pandangan ini disampaikan Imam Suprayogo saat tampil sebagai pemateri pada kegiatan Aktualisasi Resolusi Jihad yag diadakan di Pesantren Tebuireng. Sejumlah ulama, habaib, kiai, kalangan profesional serta akademisi ikut hadir pada acara yang berlangsung di aula pesantren setempat.

Santriwati Cantik

Pada acara tersebut hadir antara lain Tuan Guru Turmudzi, Habib Sholeh Al-Jufri, KH Anwar Manshur, Tuan Syech Akbar Marbun, KH Ahmad bin Zain Al-Kaff, KH Mahfudz Syaubari, Habib Nabil Al-Musawwa, KH Hanif Muslih, serta tuan rumah KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah).

Masing-masing membubuhkan tanda tangan pada Piagam Tebuireng Aktualisasi Resolusi Jihad yang juga dikuatkan kehadiran Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI, Mayjend TNI Wiyarto. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72707/jangan-hanya-tiru-tampilan-fisik-nabi-muhammad-saw

Santriwati Cantik

Minggu, 29 Januari 2017

Pesantren Berupaya Teguhkan Kembali Yogyakarta sebagai Kota Toleransi

Yogyakarta, Santriwati Cantik. Dewasa ini, pendidikan moral dan etika sangatlah mendesak. Beruntung bangsa ini memiliki pesantren sebagai institusi yang tak henti-hentinya menanamkan akhlakul karimah kepada para peserta didiknya.

Sebab, toleransi tidak akan terwujud tanpa adanya akhlaqul karimah, ungkap KH Jazilus Sakhok saat menutup acara Workshop Tingkat Provinsi Program Sub-Grant Pesantren for Peace (PFP) di DSalvatore Hotel Yogyakarta, Ahad (6/11) siang.

Pesantren Berupaya Teguhkan Kembali Yogyakarta sebagai Kota Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Berupaya Teguhkan Kembali Yogyakarta sebagai Kota Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)


Pesantren Berupaya Teguhkan Kembali Yogyakarta sebagai Kota Toleransi

"Saya harap melalui acara ini dapat menghasilkan nilai-nilai positif, terutama tentang pola pikir kita soal bagaimana menghargai dan mengembangkan toleransi di masyarakat, kata Kyai Sakhok kepada sedikitnya 30 ustadz/ustadzah perwakilan Pesantren di seluruh DI Yogyakarta.

Santriwati Cantik

Sementara itu, perwakilan dari Uni Eropa, Gusrini Saidi mengatakan, persoalan yang dibahas mengenai toleransi ini adalah soal isu yang secara global terutama di Indonesia merupakan isu yang krusial dan penting.

"Di Eropa sendiri, isu mengenai toleransi sedang diuji. Bersamaan dengan masuknya kelompok pengungsi dari negara-negara konflik di Timur tengah ke eropa menjadi tantangan tersendiri bagi Eropa untuk membumikan toleransi," tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, forum ini juga dimaksudkan untuk mempertajam, memperkuat serta menegaskan kembali bahwa Islam itu damai dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.

Santriwati Cantik

Acara yang mengusung tema "Peningkatan Peran Pesantren dalam Meneguhkan Kembali Yogya sebagai City of Tolerance" ini merupakan gagasan Pesantren Sunan Pandanaran yang bekerja sama dengan Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Konrad Adenauer Stiftung (KAS), didanai oleh Uni Eropa, dan didukung oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri RI).

"Tema ini dianggap penting sebab Yogya sekarang jauh dari citra toleran. Pesantren dalam konteks lokal Yogya memiliki peranan yang sangat strategis di masyarakat. Kami berharap pesantren mamainkan peranannya dalam mengampanyekan Islam yang toleran demi terciptanya kembali Yogya sebagai City of Tolerance, ungkap Mohamad Yahya, Ketua Panitia.

Dalam workshop tersebut, lanjutnya, asatidz pesantren secara bersama-sama memetakan konflik dan tindakan intoleran di Yogyakarta. Berbasis pada pemetaan tersebut, mereka secara bersama-sama pula mencarikan solusinya dan membangun komitmen bersama untuk mengkampanyekan Islam yang toleran demi terciptanya kembali Yogya sebagai City of Tolerance. (Anwar Kurniawan/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72755/pesantren-berupaya-teguhkan-kembali-yogyakarta-sebagai-kota-toleransi-

Minggu, 18 September 2016

Kapolres Brebes: Kepentingan Politik Jadi Kendala Kerukunan Beragama

Brebes, Santriwati Cantik. Kepentingan politik yang kian memanas kerap menjadi kendala dalam mewujudkan kerukunan hidup beragama. Terlebih politik yang dilandasi semangat membabi buta sehingga tidak menghiraukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Demikian disampaikan Kapolres Brebes AKBP Ferdy Sambo saat menyampaikan sambutan sarasehan peran tokon agama dalam menjaga kondusifnya kehidupan beragama di Brebes, di aula Mapolres Brebes, Kamis (8/5).

Kapolres Brebes: Kepentingan Politik Jadi Kendala Kerukunan Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolres Brebes: Kepentingan Politik Jadi Kendala Kerukunan Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)


Kapolres Brebes: Kepentingan Politik Jadi Kendala Kerukunan Beragama

Selain kepentingan politik, lanjut Sambo, toleransi yang rendah juga menjadi kendala kerukunan beragama. Yang jarang mendapat pantauan adalah fanatisme berlebihan dari penganut agama yang justru sering memicu perpecahan, kata Sambo.

Karenanya Kapolres menganjur para pemuka dari pelbagai agama untuk mengadakan dialog rutin antarumat beragama. Dengan demikian, satu sama lain bisa berbicara satu meja dan mencari lem perekat untuk kehidupan yang lebih damai.

Santriwati Cantik

Santriwati Cantik

Harapan kuat dari masing-masing penganut agama untuk menciptakan kerukunan juga menjadi solusi terbaik. Dengan niatan ikhlas dan dorongan kuat untuk saling merangkul dalam satu Bhineka Tunggal Ika, Kapolres Brebes optimis kerukunan agama bisa terus terjalin.

Sarasehan diikuti 100 orang tokoh agama dari Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha dan Konghucu, Kapolsek sekabuaten Brebes dan instansi terkait. Sarasehan dibuka Bupati Brebes Hj Idza Priyanti yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan Soeprapto.

Dalam sambutan, Bupati Brebes berharap pemuka agama menjadi motor kerukunan beragama. Terlebih lagi menjelang pilpres, isu-isu yang dapat memecah-belah umat kerap hadir. Peran tokoh agama, masyarakat, kepolisian, dan seluruh komponen masyarakat sangat diharapkan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Kita harus terus waspada dengan terus menjalin persatuan dan kesatuan di antara kebhinekaan, tandasnya dalam pembukaan sarasehan yang menghadirkan Ketua PCNU Brebes H Athoillah dan Dosen Pascasarjana STAIN Pekalongan Khusnan Zaen sebagai narasumber.

Sedangkan Athoillah dalam kesempatan itu mengingatkan peran pemerintah, tokoh agama, juga umat beragaman itu sendiri. Tiga komponen ini harus bersinergi untuk mewujudkan kerukunan dalam pembangunan bangsa.

Sarasehan ini digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Brebes bekerja sama dengan Polres Brebes. Tampak hadir Ketua FKUB KH Ahmad Said Basalamah beserta jajaran pengurus lainnya, tokoh agama Kristen Protestan Agus Suratno, Pontianus Karyono dari Katholik, RM Slamet Riyanto dari Budha, dan Toni Raharjo utusan Konghucu. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/51876/kapolres-brebes-kepentingan-politik-jadi-kendala-kerukunan-beragama

Santriwati Cantik

Selasa, 30 Agustus 2016

Muslimat NU Jepara Fokus pada Tiga Garapan

Jepara, Santriwati Cantik. Pimpinan Cabang Muslimat NU Jepara masa khidmah kepengurusan 2015-2020 akan fokus pada tiga hal yakni kesehatan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.

Hal ini disebutkan Ketua PC Muslimat NU Jepara Hj Noor Ainy di sela-sela kegiatan Gebyar Anak dan Guru PAUD yang dihelat Muslimat setempat di Gedung NU Jepara, Sabtu (19/03) siang.

Muslimat NU Jepara Fokus pada Tiga Garapan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Jepara Fokus pada Tiga Garapan (Sumber Gambar : Nu Online)


Muslimat NU Jepara Fokus pada Tiga Garapan

Dalam bidang kesehatan, sebut dia, Muslimat NU Jepara saat ini memaksimalkan keberadaan Klinik Masyitoh yang berada di Gedung NU Jepara. Untuk hal pendidikan, melalui Yayasan Pendidikan Muslimat (YPM), Muslimat NU Jepara akan menjaga kualitas dan kuantitas lembaga pendidikan yang dinaunginya, mulai dari kelompok belajar (KB), taman pendidikan Al-Quran (TPQ), pendidikan anak usia dini (PAUD), hinga raudlatul athfal (RA).

Santriwati Cantik

Sedangkan untuk sosial kemasyarakatan, Muslimat NU sedang membangun Lembaga Kesejahteraan Anak Asuh Darul Hadlonah yang lokasinya juga di Gedung NU Jepara. Kami merencanakan setelah lebaran mendatang anak-anak yatim sudah bisa menempati panti ini, papar Ainy.

Klinik Masyitoh tujuannya untuk melayani kesehatan warga. Darul Hadlonah untuk menyayomi anak yatim. Sementara itu, pendidikan yang tujuannya untuk mencerdaskan anak bangsa pihaknya mempunyai mimpi agar kelak memiliki gedung pendidikan tersendiri.

Agar tiga garapan ini berjalan dengan maksimal, pihaknya menjalin kerja sama dengan para pemangku kepentingan. Klinik Masyitoh bekerja sama dengan DKK dan BP2KB. Unsur pendidikan dengan Dikpora dan Kemenag serta Lembaga Kesejahteraan Anak Asuh dengan Dinsos.

Santriwati Cantik

Ia mengatakan, tanpa turut serta dari pemerintah garapan-garapan Muslimat mustahil berjalan dengan mulus. Noor Ainy berharap pemerintah berkenan memberikan sumbangsih material dan moral untuk program-program Muslimat ini.

Kekompakan Muslimat NU dari tingkat Ranting, Anak Cabang hingga Cabang, tegas sarjana agama ini, merupakan kekuatan Muslimat untuk terus berkhidmah kepada bangsa dan negara.

Kami banyak kendala, mas, karena ibu-ibu sibuk mengurusi rumah tangga sehingga susah untuk mengatur waktu untuk berorganisasi. Tetapi dengan komitmen yang ada, bisa teratasi, terang ibu yang tinggal di Mantingan RT.04 RW.01 Tahunan, Jepara.

Kegiatan Muslimat NU Jepara juga selalu mendapat dukungan dari PCNU setempat di bawah kepemimpinan KH Hayatun Abdullah Hadziq (Ketua PCNU) dan KH Ubaidillah Nur Umar (Rais Syuriyah).

Jika kucuran dana pemerintah seret, kata Ainy, para anggota akan iuran Rp1000-Rp10.000 untuk keberlangsungan kegiatan-kegiatan yang dijalankan Muslimat NU Cabang Jepara. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66660/muslimat-nu-jepara-fokus-pada-tiga-garapan

Santriwati Cantik

Jumat, 19 Agustus 2016

Pemuda NU NTT Dialog Antikorupsi Bersama Lintas OKP

Kupang, Santriwati Cantik. Para pimpinan organisasi kepemudaan di lingkungan NU, antara lain dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Gerakan Pemuda Ansor, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersama lintas organisasi pemuda lainnya menggelar dialog antikorupsi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Acara yang diprakarsai oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTT ini mengusung tema Posisi dan Peran strategis Pemuda dalam Pemberantasan Korupsi dan berlangsung Selasa (15/12) lalu di gedung Graha Pena, Kupang.

Pemuda NU NTT Dialog Antikorupsi Bersama Lintas OKP (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda NU NTT Dialog Antikorupsi Bersama Lintas OKP (Sumber Gambar : Nu Online)


Pemuda NU NTT Dialog Antikorupsi Bersama Lintas OKP

Hadir dalam dialog lintas pemuda tersebut Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTT Heri Boki, Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor NTT Abdul Muis, Ketua Pimpinan Cabang PMII Kupang, Ketua PW IPNU NTT, dan pimpinan organisasi lainnya, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kupang, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kupang, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Kupang, LSM Kompak Kota Kupang dan beberapa OKP Lokal.

Santriwati Cantik

Forum tersebut di antaranya mengundang pembicara Dedi Manafe (akademisi Universitas Nusa Cendana), Paul Sonlolaloe (LSM PIAR), dan Stanley Boymau (Redaksi Timor Expres).

Paul Sonlolaloe, dalam kesempatan tersebut menyinggung peran pemuda dalam pemberantasan korupsi, termasuk soal pencegahan serta penindakan terkait berbagai kasus hukum di wilayah NTT.

Santriwati Cantik

Ia mengatakan, persoalan korupsi di NTT yang paling dominan ditemukan pada sektor pembangunan infrastruktur. Korupsi dilakukan secara berjamaah lantaran terjadi pembagian jatah dari pusat sampai ke daerah. Gerakan pemberantasan korupsi belum berjalan maksimal, karenanya ia mendorong pemuda turut mengawasi korupsi yang terjadi di NTT.

Menurut Dedi Manage dari Universitas Nusa Cendana, pemuda menjadi harapan bagi masa depan bangsa ini. Berbagai tipe yang dianggap jati diri menjadi sebuah ujian kita dalam mengatasi gerakan pengantasan korupsi.

Perwakilan Redaksi Media Lokal Timor Expres, Stenly Boimau mengatakan, media bersama berbagai pihak harus berani membuka tabiat para pelaku korup di NTT. Berbagai langkah yang dilakukan media, seperti melakukan advokasi, itu ruang lingkup serta dukungan moril dari masyarakat bahwa apapun bentuknya masalah korupsi tidak bisa ditolerir, katanya. (Ajhar Jowe/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64347/pemuda-nu-ntt-dialog-antikorupsi-bersama-lintas-okp

Santriwati Cantik

Jumat, 12 Februari 2016

IPNU-IPPNU Kencong Fokus Kaderisasi dan Pengembangan Kualitas

Jember, Santriwati CantikKaderisasi dan pengembangan kualitas kader merupakan program prioritas bagi Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kencong di masa-masa mendatang. Sebab, dua hal ini dinilai sangat mendesak bagi penetrasi organisasi sayap kepemudaan NU tersebut.

Demikian salah satu butir penting yang dihasilkan dalam Rapat Kerja Pengurus Cabang IPNU-IPPNU Kencong di aula SMK Daarul Muqamah, Gumukmas, Jember, Jawa Timur, yang berakhir Ahad (18/9).

IPNU-IPPNU Kencong Fokus Kaderisasi dan Pengembangan Kualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kencong Fokus Kaderisasi dan Pengembangan Kualitas (Sumber Gambar : Nu Online)


IPNU-IPPNU Kencong Fokus Kaderisasi dan Pengembangan Kualitas

Menurut Ketua PC IPNU Kencong Muhammad Mansur, rekrutmen kader ke depan akan menyasar semua lembaga pendidikan dan pesantren. Kami akan rekrut kader sebanyak-banyaknya. Kalau bisa semua pelajar akan kami IPNU-kan, ujarnya kepada Santriwati Cantik melalui sambungan telepon seluler.

Santriwati Cantik

Mahasiswa semester akhir Jurusan Matematika FKIP Univeritas Islam Jember tersebut menambahkan, pondok pesantern akan menjadi perhatian khusus dalam rekruitmen kader. Dikatakannya, wilayah Cabang Kencong, sebenanya cukup banyak berdiri pesantren, sehingga santri-santrinya perlu diakomodasi dalam wadah IPNU-IPPNU. Target kami, di semua sekolah dan pesantren itu berdiri komisariat IPNU, ungkapnya.

Sedangkan mengenai pengembangan kualitas kader, lanjut Mansur, pihaknya akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan, bahkan meningkatkan kualitas kader, baik menyangkut kepemimpinan, keterampilan dan lain-lain. Ketika kader memiliki keterampilan yang cukup, maka secara pasti akan meningkatkan performa organisasi. Dengan demikian, maka manfaat organisasi, dalam hal ini IPNU-IPPNU akan semakin dirasakan oleh masyarakat, ujarnya.

Santriwati Cantik

Rapat kerja itu sendiri berlangsung dua hari, diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari 5 PAC IPNU-IPPNU se-Cabang Kencong. (Aryudi A Razaq/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71333/ipnu-ippnu-kencong-fokus-kaderisasi-dan-pengembangan-kualitas

Sabtu, 02 Januari 2016

Peduli Yuyun, Pelajar NU Gelar Shalat Ghaib dan Doa Bersama

Banyuwangi, Santriwati Cantik. Peristiwa tragis yang menimpa Yuyun (14), pelajar SMP di Bengkulu mengundang simpati dan keprihatinan banyak pihak, termasuk para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Puluhan pelajar Pimpinan Cabang IPNU Banyuwangi melaksanakan shalat ghaib dan doa bersama untuk almarhumah Yuyun. Selain itu, juga memanjatkan doa untuk seluruh pelajar Indonesia agar kasus sejenis tak muncul kembali.

Peduli Yuyun, Pelajar NU Gelar Shalat Ghaib dan Doa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Yuyun, Pelajar NU Gelar Shalat Ghaib dan Doa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)


Peduli Yuyun, Pelajar NU Gelar Shalat Ghaib dan Doa Bersama

Sebagai bentuk solidaritas dan komitmen kita di dunia pendidikan, kita mendoakan almarhumah Yuyun agar diterima di sisi-Nya dan ke depannya tak ada lagi kasus-kasus demikian menimpa pelajar di Indonesia, tutur Yahya Muzakki, Ketua PC IPNU Banyuwangi usai doa bersama di Masjid Al-Mujahirin, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi, Selasa malam (3/5).

Kasus Yuyun, menurut Yahya, bukan sekadar kasus kriminal biasa. Hal ini merupakan tamparan keras terhadap dunia pendidikan Indonesia. Apalagi mengingat para pelaku pemerkosa dan pembunuh Yuyun terhitung masih berusia pelajar, yakni 16 sampai 20 tahun.

Santriwati Cantik

Ini pukulan telak bagi dunia pendidikan Indonesia. Peserta didik tidak hanya menjadi korban, tapi kini mulai merambah menjadi pelaku, ujar Yahya.

Santriwati Cantik

Oleh karena itu, terang Yahya, aktivis IPNU bersama IPPNU (Ikatan Pelajar Putri NU) terus menyuarakan toleransi, anti-kekerasan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan di kalangan pelajar Banyuwangi. Kita terus mendampingi pelajar Banyuwangi, imbuh Yahya.

Sementara itu, angka kekerasan seksual yang menimpa anak-anak terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada tahun 2015 kemarin ada 2.898 kasus kekerasan terhadap anak. Sebanyak 59,3 persen di antaranya merupakan kasus kejahatan seksual. Angka ini naik dari 2.726 kasus kekerasan terhadap anak pada tahun 2014, yang 56 persen di antaranya pelecehan seksual. Ironisnya, hanya 179 kasus yang dilaporkan.

Ragam kekerasan anak berupa kekerasan fisik, penelantaran, penganiayaan, perkosaan, adopsi ilegal, penculikan, perdagangan anak untuk eksploitasi seksual. KPAI mencatat bahwa pelaku kekerasan anak adalah anggota keluarga, tetangga, teman, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lain-lain. Dari kasus itu tindak kekerasan terjadi di ruang privat sebesar 62 persen dan ruang publik seperti rumah, sekolah, panti asuhan, lembaga keagamaan sebanyak 38 persen. (Anang Lukman Afandi/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/67880/peduli-yuyun-pelajar-nu-gelar-shalat-ghaib-dan-doa-bersama

Santriwati Cantik

Selasa, 16 Juni 2015

PWNU Jabar Soroti Pemondokan Jamaah Haji

Bandung, Santriwati Cantik. Pengurus NU Jawa Barat mendukung upaya Kemenag memperbaiki penyelenggaraan haji. Evaluasi termasuk perihal pemondokan sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan haji bagi para jamaah.

Wakil Ketua PWNU Jawa Barat KH Rosihon Anwar melihat beberapa hal yang perlu dibenahi Kemenag terutama masalah sarana. Meskipun tahun ini sudah ada perbaikan, pelayanan haji perlu terus untuk ditingkatkan.

PWNU Jabar Soroti Pemondokan Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jabar Soroti Pemondokan Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)


PWNU Jabar Soroti Pemondokan Jamaah Haji

Saya kira persoalan yang paling penting bukanlah jarak, tetapi dalam konteks ini bagaimana jamaah haji asal Indonesia mempunyai akses yang mudah untuk ke Masjidil Haram, kata Rosihon saatnya ditemui Santriwati Cantik, Kamis (18/9).

Rosihon memaklumi kerepotan Pemerintah mengurusi jamaah haji Indonesia lantaran kuotanya paling banyak daripada jamaah asal negara lain. Meskipun demikian, pemerintah berkewajiban memberi pelayanan maksimal sesuai kemampuan dan regulasi yang ada, ujarnya.

Santriwati Cantik

Pelayanan ibadah haji yang selama ini dimonopoli Kemenag, memang banyak kelebihan sekaligus kekurangannya. Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini mengingatkan Kemenag menjaga amanah dan kepercayaan publik dalam melaksanakan tugas, terlepas apakah ada peluang atau tidak adanya praktk-praktik penyalahgunaan wewenang.

Santriwati Cantik

Tetap amanah itu harus dijaga, tegas Rosihon.

Ia berharap Kemenag melayani jamaah haji mulai dari persiapan pemberangkatan, selama di Makkah maupun Madinah hingga pemulangan ke Indonesia. (Muhammad Zidni Nafi/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/54574/pwnu-jabar-soroti-pemondokan-jamaah-haji

Santriwati Cantik

Rabu, 03 Juni 2015

PCNU Jember Buka Beasiswa ke Yaman

Jember, Santriwati Cantik. PCNU Jember membuka pelaung bagi Nahdliyin untuk menempuh pendidikan di Yaman secara gratis. "Ini program nyata untuk meningkatkan kemampuan kader NU atau santri."

Demikian disampaikan oleh Rais Syuriah PCNU Jember, KH Muhyiddin Abdusshomad usai menerima kunjungan Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Al-Iman Al-Syafii di Mukalla, Hadramut, Yaman, Syaikh Muhammad bin Ali Baathiyyah Al-Dauani, di aula PCNU Jember, Senin malam (11/3).

PCNU Jember Buka Beasiswa ke Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Jember Buka Beasiswa ke Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)


PCNU Jember Buka Beasiswa ke Yaman

Menurut Kiai Muhyiddin, pihak Yaman akan menanggung biaya akomodasi dan pendidikan selama kuliah.

Jadi calon mahasiswa hanya menanggung tiket sekitar Rp. 18 juta. Itu saja. Di sana semuanya ditanggung perguruan tinggi bersangkutan, jelasnya pada Santriwati Cantik.

Santriwati Cantik

Penulis beberapa buku tentang Aswaja itu menambahkan, pendidikan yang disediakan bagi program beasiswa tersebut setingkat dengan program D2 dan S1. Dikatakannya, tidak ada syarat khusus bagi calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan di negara tersebut kecuali syarat-syarat yang dibutuhkan untuk melanjutkan ke strata D2 dan S1.

Santriwati Cantik

Tapi yang pasti, harus bisa bahasa Arab dan baca kitab kuning, ungkapnya.

Tawaran peluang tersebut mendapat sambutan hangat dari salah seorang pengurus MWCNU Ajung, Nurhadi. Menurutnya, peluang tersebut harus dimanfaatkan betul oleh kader NU. Sebab, tidak banyak orang yang berkesempatan menimba ilmu di Yaman secara gratis.

Ini kesempatan emas. Saya kira kita mempunyai cukup banyak kader yang memenuhi syarat untuk sekoah di Yaman, ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Syaikh Muhammad bin Ali dan rombongan juga bertemu dengan para kiai dan Ketua MWCNU. Dalam kesempatan itu, Syaikh Muhammad bin Ali juga memberikan ijazah kepada para hadirin untuk mengaji kitab-kitab yang ditulisnya.

Redaktur : Hamzah Sahal

Kontributor : Aryudi A. Razaq

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/43070/pcnu-jember-buka--beasiswa-ke-yaman

Santriwati Cantik

Sabtu, 16 Mei 2015

Bertemu Kader IPNU-IPPNU, Bupati Berpesan Aswaja Tak Hanya Diwacanakan

Demak, Santriwati Cantik. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) kabupaten Demak melakukan silaturrahim dan audiensi dengan bupati Demak H Moh Dachirin Said sebagai bentuk konsolidasi dengan lembaga pemerintahan, Sselasa (17/2) kemaren.

Ketua IPNU Demak Abdul Halim menjelaskan, audiensi dimaksud untuk memperkelakan kepengurusan baru yang terpilih pada awal januari lalu, dia juga menyampaikan program program pokok organisasi,disamping itu pula kepengurusan ini meminta dukungan bupati yang dulu pernah berkiprah di IPNU Demak,

Bertemu Kader IPNU-IPPNU, Bupati Berpesan Aswaja Tak Hanya Diwacanakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bertemu Kader IPNU-IPPNU, Bupati Berpesan Aswaja Tak Hanya Diwacanakan (Sumber Gambar : Nu Online)


Bertemu Kader IPNU-IPPNU, Bupati Berpesan Aswaja Tak Hanya Diwacanakan

Kami audiensi pada pak bupati memperkenalkan kepengurusan baru agar beliau bisa membantu dari sumbangsih pelajar NU untuk Demak, karena pak bupati sebagai kepala pemerintahan beliau senior IPNU, jelas Halim.

Santriwati Cantik

Bupati Demak saat memberikan arahan, berpesan agar IPNU IPPNU Demak jangan hanya berwacana menyoal berjuang tegakkan aswaja dikota wali , harus ada langkah riil. Disamping itu pula organisasi pelajar NU ini untuk berkoordinasi dengan LP Maarif karena Maarif adalah kantung kader kader pelajar NU yang seharusnya menerima pemahaman dan pemantapan idiologi Aswaja,

Adik -adik IPNU IPPNU saya harap tidak hanya pandai berwacana dan beretorika belaka soal Aswaja, tunjukkan langkah riil di kalangan pelajar dan warga nahdliyin, harap Dachirin.

Santriwati Cantik

Sementara itu ketua IPPNU Istiqomah memastikan akan selalu berkoordisasi dengan IPNU dan LP Maarif sesuai arahan bupati.

Kami akan selalu berkoordinasi dengan rekan rekan IPNU dan bapak kita LP Maarif agar singkron dalam menggarap pengkaderan sesuai petunjuk bapak bupati, tegas Istiqomah.

Audiensi diikuti pengurus harian IPNU IPPNU Demak, sementara bupati Demak didampingi SKPD terkait. (A Shiddiq Sugiarto/Anam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/57712/bertemu-kader-ipnu-ippnu-bupati-berpesan-aswaja-tak-hanya-diwacanakan

Senin, 03 November 2014

Rais Syuriyah NU Imbau Jaga Hubungan antar Sesama

Nias Selatan, Santriwati Cantik. Rais Syuriyah PCNU Nias Selatan Ustad Muhammad Fery Al Banjari mengatakan, makna halal bi halal adalah menjaga hubungan horisontal antara sesama manusia, setelah sebulan penuh melaksanakan hubungan vertikal dengan Allah melalui ibadah puasa.

Ia menyampaikan hal itu pada taushiyah Halal bi halal Pemerintah Kabupaten Nias Selatan dan mayarakat bertempat di rumah Dinas Bupati Nias Selatan (Nisel), Jalan Pancasila Kelurahan Pasar Telukdalam, Sumatera Utara, Senin (19/8).

Rais Syuriyah NU Imbau Jaga Hubungan antar Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah NU Imbau Jaga Hubungan antar Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)


Rais Syuriyah NU Imbau Jaga Hubungan antar Sesama

Ustad Fery mengajak umat untuk menjauhkan diri dari dengki dan iri terhadap sesama umat agar tercipta dan terpelihara rasa harmonis baik dalam pemerintahan maupun masyarakat Nisel.

Santriwati Cantik

Ia juga berharap seluruh umat islam dapat kembali kepada fitrahnya sebagai manusia, Kita diciptakan oleh Allah SWT yang pertama sebagai khalifatul fil ardh, (pemimpin) yang mengurusi dunia, sehingga setiap kepemimpinan kita akan diminta pertanggungjawaban di hari akhir nanti atas kepemimpinan kita, katanya.

Yang kedua sebagai hamba Allah, maka sebagai hamba kita harus melaksanakan perintah Allah dan menjauhi setiap larangannnya.

Santriwati Cantik

Bupati Nias Selatan Idelisman Dachi menyampaikan agar masyarakat hidup rukun damai untuk memelihara toleransi umat beragama.

Idelisman Dachi menambahkan bahwa santunan untuk anak yatim piatu wajib diberikan setiap tahun sebesar Rp 50 juta yang dianggarkan dalam APBD Pemkab Nisel. "Saya perintahkan kepada Kepala Kesbang Pol, wajib...wajib...wajib... memberikan Rp 50 juta kepada anak yatim piatu setiap tahunnya," tegasnya.

ia juga menyampaikan, terkait ada riak-riak yang belakangan ini tidak elok didengar masyarakat dalam tubuh Pemkab Nisel hanya mungkin karena kepentingan pribadi oknum-oknum tertentu. Dengan tegas bupati menyatakan tidak akan mengabaikan kepentingan masyarakat Nisel.

"Yakin dan percaya, saya tidak mundur dan tidak terpengaruh untuk mengabaikan kemajuan kesehteraan masyarakat Nisel," tandas mantan anggota DPR RI tersebut.

Sebelumnya, Kapolres Nias Selatan yang diwakili oleh Waka Polres, Kompol Mesana S dalam sambutannya mengatakan dengan membuka hati kepada sesama saling memaafkan di hadapan Tuhan. Dengan demikian semoga masyarakat Nisel damai dan sejahtera, harapnya.

Redaktur : Abdullah Alawi

Kontributor : Dedi Tanjung

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/46626/rais-syuriyah-nu-imbau-jaga-hubungan-antar-sesama

Minggu, 05 Oktober 2014

Kondisi Pendidikan Terkini Jadi Perhatian Halal Bihalal IPNU-IPPNU Jatim Lintas Generasi

Surabaya, Santriwati Cantik. Sejumlah kejadian yang melingkupi dunia pendidikan di Tanah Air akan menjadi perhatian aktivis lintas generasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Jawa Timur. Para praktisi dan wakil rakyat akan bertemu dalam kegiatan halal bihalal dan temu alumni lintas generasi, Ahad (24/7) mendatang.

"Kasus dipenjarakannya sejumlah guru akibat melakukan tindakan yang dianggap menyakiti peserta didik tentu akan didiskusikan dari berbagai aspek," kata Sudarsono, Kamis (14/7). Demikian pula terbatasnya sarana dan prasarana bagi lembaga pendidikan negeri serta swasta, juga alokasi anggaran yang mestinya diterima para guru dan praktisi pendidikan, lanjutnya.

Kondisi Pendidikan Terkini Jadi Perhatian Halal Bihalal IPNU-IPPNU Jatim Lintas Generasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kondisi Pendidikan Terkini Jadi Perhatian Halal Bihalal IPNU-IPPNU Jatim Lintas Generasi (Sumber Gambar : Nu Online)


Kondisi Pendidikan Terkini Jadi Perhatian Halal Bihalal IPNU-IPPNU Jatim Lintas Generasi

Berbagai masukan dari sejumlah kota dan kabupaten diharapkan juga mendapat perhatian di acara yang akan berlangsung di Aula PWNU Jatim tersebut. "Termasuk minimnya perhatian pemerintah kepada lembaga pendidikan madrasah dan pesantren," kata mantan Ketua PW IPNU Jatim periode tahun 1988-1992 tersebut. Padahal tidak sedikit pesantren dan madrasah yang telah berusia satu abad dan memberikan pendidikan berkualitas kepada anak bangsa.

Narasumber yang akan dihadirkan adalah wakil rakyat dari DPRD yang membidangi pendidikan. "Juga akan hadir aktivis IPNU yang sekarang menjadi aktif di Dewan Pendidikan Propinsi Jatim," katanya. Dan sebagai perimbangan, akan diundang pula pengamat pendidikan.

Santriwati Cantik

Santriwati Cantik

"Kegiatan nantinya dikemas dalam acara halal bi halal karena masih dalam nuansa bulan Syawal," kata Cak Dar, sapaan akrabnya. Karenanya kegiatan juga sebagai ajang reuni seluruh aktifis, simpatisan, serta kader IPNU dan IPPNU se-Jawa Timur.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Merdeka Surabaya ini mengemukakan bahwa kegiatan ini akan mempertemukan seluruh angkatan kepengurusan. "Kalau PW IPNU Jatim hingga saat ini sudah mencapai periode ke-22, sedangkan kepengurusan IPPNU memasuki periode ke-18," terangnya.

"Dengan pertemuan sekaligus halal bihalal ini akan diketahui, siapa saja para aktifis yang telah membesarkan IPNU serta IPPNU pada periode awal hingga saat ini," katanya. Para generasi muda yang menjabat kepengurusan saat ini harus berterimakasih kepada para senior, demikian pula para pendahulu bisa mengetahui perkembangan badan otonom tersebut, lanjutnya.

Halal bihalal dan temu alumni lintas generasi IPNU dan IPPNU ini akan berlangsung di Aula PWNU Jalan Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya. "Informasi ini sekaligus sebagai undangan bagi rekan IPNU dan IPPNU Jatim di berbagai kota di Tanah Air untuk hadir dan bisa menyampaikan kepada kerabat yang lain," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69713/kondisi-pendidikan-terkini-jadi-perhatian-halal-bihalal-ipnu-ippnu-jatim-lintas-generasi

Selasa, 26 Agustus 2014

Songsong Era Digital, 200 IPNU Jatim Dibekali Jurnalistik Televisi

Jombang, Santriwati Cantik. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Timur (Jatim) menggelar pendidikan dan pelatihan Jurnalistik Televisi di Gedung Yusuf Hasyim Lantai III Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang.

Kegiatan bekerja sama antara IPNU Jatim dengan BBS TV pada Rabu (24/12) tersebut mengangkat tema Mencetak Jurnalis Handal dan Profesional.

Songsong Era Digital, 200 IPNU Jatim Dibekali Jurnalistik Televisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Songsong Era Digital, 200 IPNU Jatim Dibekali Jurnalistik Televisi (Sumber Gambar : Nu Online)


Songsong Era Digital, 200 IPNU Jatim Dibekali Jurnalistik Televisi

Menurut Ketua IPNU Jatim Imam Fadli, kegiatan ini untuk menyiapkan anak-anak muda NU menghadapi tantangan dunia digital. Indonesia ke depan mau tidak mau akan memasuki era digital, maka dari itu IPNU-IPPNU harus menyiapkan diri menghadapi era tersebut, kata Imam saat memberikan sambutan.

Masih menurut orang nomor satu di IPNU Jatim itu, pertemuan kader IPNU se Jawa Timur itu juga dalam rangka penganugerahan IPNU Award 2014. Selain itu, terakhir nanti kami juga akan mensosialisasikan peraturan organisasi administrasi kepada seluruh perwakilan pimpinan cabang se-Jatim, pungkasnya.

Santriwati Cantik

Santriwati Cantik

Sebelum acara dibuka Wakil Bupati Jombang Nyai Munjidah Wahab, KH Salahuddin Wahid juga berharap kader IPNU-IPPNU bisa mengaktualisasikan diri di bidang jurnalistik. Kita harus mempunyai TV yang baik, yang mendidik, yang menghibur, dan yang informatif, ungkapnya.

Saat ini, menurut kiai yang akrab disapa Gus Sholah, masih sangat jarang TV yang mengedepankan pendidikan nilai islam. Inilah peluang yang harus dimaksimalkan oleh IPNU-IPPNU, ungkap adik kandung Gus Dur yang juga pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng itu.

Sementara Wabup Jombang Nyai Munjidah Wahab menyambut positif pelaksanaan kegiatan IPNU-IPPNU Jatim diadakan di Jombang supaya bisa lebih mengenal pesantren, karena kota kelahiran Hadratus Syaikh Hasyim Asyari itu dikenal dengan kota santri yang mempunyai ratusan pesantren.

Paling tidak anak-anak IPNU-IPPNU se Jawa Timur ini bisa mengenal dunia pesantren dengan baik. Karena tidak semua anak IPNU-IPPNU paham tentang pesantren. Selain itu nanti mereka juga bisa berziarah ke makam tiga pendiri NU yang ada di Jombang ini, jelas putri KH Wahab Chasbullah itu kepada Santriwati Cantik selesai membuka acara tersebut.

Senada dengan Wabup Jombang, Nur Hidayat Sekretaris PWNU Jatim juga menginginkan anak-anak NU menjaga nilai-nilai pesantren. Ini bisa menjadi titik awal keyakinan rekan-rekan, bahwa banyak jalan menuju kesuksesan. Belajarlah menjaga nilai pesantren untuk di elaborasi dengan dunia jurnalistik, ujar Hidayat.

Agenda yang dijadwalkan selama dua hari ini (Rabu-Kamis/24-25/12) dihadiri lebih 200 peserta delegasi pimpinan cabang IPNU-IPPNU se Jatim. Setiap cabang mendelegasikan minimal dua orang, tapi banyak juga yang mengutus sampai empat orang, tutur Ahmad Rosyid, Ketua PC IPNU Jombang.

Hadir pada kesempatan itu KH Taufiq Jalil, pembina IPNU-IPPNU Jombang, serta Idi Muzayyad dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat yang menjadi pembicara dalam stadium general sebelum diklat jurnalistik TV. (Romza/Abdullah)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/56597/songsong-era-digital-200-ipnu-jatim-dibekali-jurnalistik-televisi

Selasa, 12 Agustus 2014

564 Jamaah Haji Probolinggo Gelar Tasyakuran

Probolinggo, Santriwati Cantik. Sebanyak 564 jamaah haji Probolinggo yang baru datang dari tanah suci, menggelar tasyakuran di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Ahad (23/11) malam. Tasyakuran ini digelar sebagai wujud ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kedatangan jamaah haji dari tanah suci dalam keadaan sehat wal afiat dan selamat.

Tampak hadir Mustasyar PCNU Probolinggo H Hasan Aminuddin, Rais Syuriyah PCNU Kraksaan KH Munir Kholili, Ketua PCNU Kraksaan H Nasrullah A Sujai, Rais Syuriyah PCNU Probolinggo KH Jamaluddin al-Hariri, dan Ketua PCNU Probolinggo KH Abdul Hadi.

564 Jamaah Haji Probolinggo Gelar Tasyakuran (Sumber Gambar : Nu Online)
564 Jamaah Haji Probolinggo Gelar Tasyakuran (Sumber Gambar : Nu Online)


564 Jamaah Haji Probolinggo Gelar Tasyakuran

Tasyakuran ini diikuti oleh seluruh jamaah haji Probolinggo tahun 2014 sejumlah 564 orang dan Calon Jamaah Haji (CJH) tahun 2015. Mereka diundang dengan tujuan untuk semakin mempererat tali silaturahmi sehingga bisa menjadi haji yang mabrur.

Santriwati Cantik

H Hasan Aminuddin mengatakan, pelaksanaan ibadah haji mulai dari berangkat hingga kembali ke tanah air selalu dipantau baik oleh Pemerintah Daerah maupun PCNU Probolinggo dan Kraksaan. Hal ini merupakan sebuah pelayanan yang diberikan kepada tamu Allah SWT supaya menjadi terhormat.

Santriwati Cantik

Mari bersyukur atas nikmat kesempatan yang telah diberikan Allah untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Dalam setiap tahunnya selalu istiqomah mencari kekurangan dalam pelayanan kepada tamu Allah SWT untuk melaksanakan ibadah haji, sehingga tamu Allah SWT ini bisa melaksanakan ibadahnya dengan khusyuk, ujarnya.

Hasan menjelaskan, predikat haji mabrur itu diperoleh sesudah datang dari tanah suci dan amal ibadah yang dilakukan selalu ada peningkatan serta mempertahankan amalan ibadah yang telah dilaksanakan selama di tanah suci.

Perilaku atau perbuatan harus ada perbedaan dari sebelum melaksanakan ibadah haji hingga setelah melaksanakan ibadah haji. Amalan ibadah juga semakin ditingkatkan. Selain itu, perilaku atau perbuatan terhadap masyarakat juga semakin meningkat untuk mewujudkan hablum minallah dan hablum minannas, tegasnya.

Sedangkan KH Wasik Hannan selaku Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Probolinggo menyampaikan ungkapan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan fasilitas dalam membantu kelancaran melaksanakan ibadah haji selama di tanah suci.

Alhamdulillah, para jamaah haji dapat menikmati dengan sebaik baiknya semua fasilitas yang disediakan. Mulai dari fasilitas dalam melaksanakan manasik haji, sarana dan prasarana transportasi dan kebutuhan lainnya yang disediakan pemerintah daerah secara gratis tanpa ada pungutan biaya, ujarnya.

Tasyakuran ini diakhiri dengan ceramah yang disampaikan KH Ghozali Bahar, pengasuh pesantren Nahdlotut Tholibin dari desa Blado Wetan kecamatan Banyuanyar.

Barang siapa yang memulyakan tamu Allah SWT dan memberikan kemudahan dalam melaksanakan ibadah, niscaya itu tergolong orang yang paling dimulyakan Allah SWT baik di dunia maupun di akhirat, ungkapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/55963/564-jamaah-haji-probolinggo-gelar-tasyakuran

Santriwati Cantik

Sabtu, 05 Juli 2014

Haul Ki Darsono, Penyebar Islam Semasa Sunan Drajat

Lamongan, Santriwati Cantik. Berbeda dengan dua tahun sebelumnya peringatan haul ke-3 Ki Darsono tahun ini digelar di Pondok Pesantren Karangsawo Paciran Lamongan, Ahad (17/11). Rangkaian agenda haul yaitu ziarah makam Ki Darsono, Khataman Al-Quran, dan pengajian.

Kegiatan ziarah makam Ki Darsono dipimpin oleh H Hamam Labib. Sedang khataman Al-Quran 30 juz diikuti para huffadz dan guru ngaji dari daerah setempat.

Siapakah sosok Ki Darsono? Ki Darsono atau yang bergelar Panembahan Tubagus Anom atau Kiai Pucangsari adalah seorang penyebar agama Islam di Desa Paciran yang berdakwah semasa Sunan Drajat.

Sebagai waliyullah, ia beberapa karomah, diantaranya konon kalau beliau bepergian ke luar daerah beliau selalu naik pedati, dan apabila telah sampai di tempat tujuan maka pedati itupun dilipat dan dimasukkan ke dalam sakunya. Itulah salah satu khowariqul adah yang dikaruniakan Allah kepada Ki Darsono.

Haul Ki Darsono, Penyebar Islam Semasa Sunan Drajat (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Ki Darsono, Penyebar Islam Semasa Sunan Drajat (Sumber Gambar : Nu Online)


Haul Ki Darsono, Penyebar Islam Semasa Sunan Drajat

Pada acara pengajian agama yang dihadiri seribu jamaah dan dihadiri pula beberapa masyayikh, diantaranya KH. A. Suaidi Abu Amar dari Pasuruan, KH. Ali Imrom Muhammad dari Lamongan, KH. Abdul Wahab dan KH. Abdul Kholiq, dua kiai bersaudara dari Paciran.

Sebagai pembicara adalah KH Ali Imron Muhammad, kiai alumnus Makkah Al-Mukarromah ini menyampaikan bahwa tahlil dan doa yang kita baca pada acara haul pasti sampai kepada yang dihauli.

Kita harus yakin bahwa doa dan tahlil yang kita panjatkan akan sambung kepada tokoh agama yang kita hauli. Kalau tidak percaya maka matilah terlebih dahulu, lalu coba buktikan sendiri, ujar kiai mantan Rais Syuriyah PCNU Lamongan itu.

Santriwati Cantik

Kondisi cuaca saat pembacaan tahlil yang dipimpin Gus Ata sempat redup karena mendung, namun beruntung sampai berakhirnya acara tidak turun hujan. Acara ditutup dengan santunan kepada 40 yatim-piatu yang diberikan secara langsung oleh K. Minhajul Abidin selaku Pengasuh PP. Karangsawo Paciran.

Setelah memberikan santunan Kiai Abidin memimpin doa seraya meneteskan air mata dengan suara bergetar, hal itu membuat para jamaah larut dalam suasana khusuk dan penuh keharuan.

Beberapa calon anggota legislatif terpantau juga turut hadir dalam acara tersebut guna merebut simpati para jamaah haul. (Ahmad Farid/Anam)

Santriwati Cantik

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/48287/haul-ki-darsono-penyebar-islam-semasa-sunan-drajat

Santriwati Cantik

Selasa, 17 Juni 2014

LP Maarif Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan di Jombang

Jombang, Santriwati Cantik. Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Jombang siap meningkatkan mutu pendidikan di Jombang, terutama di lingkungan Nahdlatul Ulama Jombang adalah memperkuat satuan-satuan pendidikan (madrasah/sekolah) melalui peningkatan atau pengembangan kelembagaan LP Maarif, pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas siswa/siswi dan melakukan upaya perubahan kebijakan.

Demikian hasil Rapat Kerja LP Maarif NU Jombang yang diadakan pada di MI Al Hanafiah Wringinpitu Mojowarno Jombang, Rabu (5/12).

Hadir dalam acara tersebut antara lain seluruh Pengurus Cabang LP Maarif NU Jombang, Pengurus MWC LP Maarif se Jombang dan, beberapa perwakilan madrasah/ sekolah. Tampak hadir juga Ketua PCNU Jombang, DR KH Isrofil Amar, Kepala Kemenag Jombang, H Barozi, Kasi Mepanda sekaligus Pembina LP Maarif NU Jombang, H Taufiq Djalil.

LP Maarif Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Maarif Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)


LP Maarif Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan di Jombang

Upaya peningkatan kelembagaan LP Maarif, menurut ketua LP Maarif NU Jombang, H Salmanudin, dilakukan dengan mengembangkan sistem informasi dan dokumentasi, meningkatkan pelayanan keadaministrasian bagi madrasah/sekolah dan meningkatkan upaya pendampingan bagi madrasah/sekolah.

Sedangkan pengembangan kurikulum dilakukan dengan melakukan penyusunan Kurikulum (KTSP) yang berbasis Aswaja. Penyusunan ini ditindak lanjuti dengan sosialisasi dan pelaksanaan. Review bisa dilakukan setelah pelaksanaan telah dilakukan pada tahun pertama perjalanan program.

Santriwati Cantik

Santriwati Cantik

Penyusunan kurikulum ini secara praktis bisa memberikan pembelajaran, tidak hanya kepada siswa-siswi tetapi juga sebagai bahan pembelajaran bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pendidikan, termasuk LP Maarif sendiri.

Peningkatan kualitas siswa-siswi dilaksanakan dengan melakukan kegiatan-kegiatan bersama yang difasilitasi oleh LP Maarif NU. Kegiatan-kegiatan tersebut berupa kegiatan peningkatan ketrampilan, atau peningkatan kemampuan kognitif

Yang terakhir, melakukan upaya perubahan kebijakan dilakukan dengan melakukan kegiatan-kegiatan pertemuan dalam upaya melakukan perubahan kebijakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan pendidikan di LP Maarif, termasuk dalam hal ini kebijakan tentang Ujian Nasional.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslimin Abdilla

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41160/lp-maarif-siap-tingkatkan-mutu-pendidikan-di-jombang

Santriwati Cantik

Senin, 26 Mei 2014

MA Maarif Keputran Kembali Borong Piala Porseni Madrasah di Pringsewu

Pringsewu, Santriwati Cantik. Madrasah Aliyah Maarif NU Keputran Kecamatan Sukoharjo kembali mengukir prestasi level Kabupaten setelah berhasil meraih juara umum Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) bagi pelajar MA se-Kabupaten Pringsewu, Selasa (13/12). Prestasi ini merupakan capaian prestasi kedua setelah tahun 2015 juga meraih juara umum pada ajang yang sama.

Pada ajang bergengsi yang diadakan untuk keenam kalinya ini MA Maarif NU Keputran berhasil merajai perolehan juara di lima cabang lomba olahraga dan seni yang dilombakan. Kelima cabang lomba ini meliputi lari, voli, futsal, pidato bahasa Inggris, pidato bahasa Arab, dan kaligrafi.

MA Maarif Keputran Kembali Borong Piala Porseni Madrasah di Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
MA Maarif Keputran Kembali Borong Piala Porseni Madrasah di Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)


MA Maarif Keputran Kembali Borong Piala Porseni Madrasah di Pringsewu

Pelajar MA Maarif Keputran Kecamatan Sukoharjo berhasil menjadi juara umum dengan mengalahkan sepuluh madrasah aliyah yang ada di Kabupaten Pringsewu. MA Maarif NU Keputran mengoleksi delapan piala dengan total poin yang dikumpulkan sebanyak 575.

Raihan piala ini terdiri atas 4 emas, 3 perak, dan 1 perunggu yang meliputi Juara 1 Lari Putra, Juara 1 Futsal dan Juara 1 Voli Putri, Juara 1 Speech Putri, Juara 3 Speech putra, Juara 2 Tenis Meja Putri, Juara 2 Tenis Meja putra, Juara 2 Pidato Bahasa Arab.

Santriwati Cantik

Tropi Piala Juara Umum diserahkan langsung Ketua Pelaksana Porseni 2016 kepada Kepala Madrasah Aliyah Maarif Keputran Irsadul Ibad pada upacara penutupan. Irsad mengaku bersyukur dan bangga atas torehan prestasi anak didiknya yang berhasil mengharumkan prestasi madrasah untuk kedua kalinya ini.

Santriwati Cantik

"Ini semakin menambah kepercayaan diri kami bahwa MA Maarif NU layak disebut sebagai madrasahnya sang juara," katanya optimis pada saat kegiatan Porseni yang dipusatkan di MA Zamais Adiluwih.

Prestasi ini juga semakin mengukuhkan kualitas MA Maarif di level Kabupaten Pringsewu yang selama ini memang sangat diperhitungkan eksistensinya. Prestasi ini disambut dengan suka cita oleh civitas akademika madrasah tersebut.

"Alhamdulillah, kembali MA Maarif Keputran menyabet juara umum Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) tingkat madrasah aliyah se-Pringsewu tahun 2016," kata salah satu Guru MA Maarif Keputran Zulian Tri Muhardi saat kedatangan piala tersebut. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73809/ma-maarif-keputran-kembali-borong-piala-porseni-madrasah-di-pringsewu

Santriwati Cantik

Rabu, 23 April 2014

Habib Luthfi: Saya Orang Indonesia

Kudus, Santriwati Cantik. Rois Am Jamiyyah Ahlith Thariqah al-Mutabaroh an-Nahdliyyah (Jatman) Habib Luthfi bin Yahya menegaskan sebagai orang yang dlahirkan di muka bumi negara kesatuan republik ini harus berani menunjukkan jati dirinya menjadi orang Indonesia. Sebab, kekuatan nasionalisme itu berasal dari kebanggaan terhadap bangsa sendiri.

Meskipun saya keturunan Arab, tapi tidak bangga bangsa Arab. Harus tegas berani mengatakan saya orang Indonesia, tandas Habib dalam acara Ansor Bersholawat yang diadakan PC GP Ansor Kudus di Gedung Graha Mustika Getas Pejaten Kudus, Senin (20/5) malam.

Habib Luthfi: Saya Orang Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Saya Orang Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)


Habib Luthfi: Saya Orang Indonesia

Habib asal Pekalongan menandaskan meskipun keturunan bangsa lain seperti Arab, China atau lainnya, namun karena lahir di Indonesia, harus menunjukkan identitasnya sebagai bagian dari Indonesia.

Nabi Muhammad sudah mencontohkan kalau cinta bangsa Arab harus tunjukkan cinta tanah airnya. Nabi saja tegas, jadi kita harus tegas bangga Indonesia.

Santriwati Cantik

Ia merasa prihatin banyak produk-produk asing banyak beredar di Indonesia. Habib mencontohkan buah-buahan dan nama hewan di Indonesia banyak bernama negara lain seperti jambu Bangkok, ayam Bangkok maupun ayam Arab dan lainnya.

Kita harus bangga dengan produk-produk dalam negeri. Tunjukkan Indonesia menjadi tanah kita yang subur loh jinawe katakan ini buah durian dari Jepara, tegasnya seraya mencontohkan.

Santriwati Cantik

Habib juga mengajak umat untuk selalu rukun menjaga diri sebagai orang Indonesia yang berhaluan Islam Aswaja.

Dinamika pilihan politik maupun golongan boleh berbeda, tapi kita harus ingat bangsa Indonesia, Ingat Aswaja, tandasnya lagi.

Dalam memerdekakan bangsa ini, tutur Habib, bukan saja segelintir tokoh tapi banyak ulama maupun tokoh yang berlatar belakang suku agama berjuang dari penjajah penjajah dan kebodohan. Oleh karenanya, generasi sekarang hanya dituntut andil mengisi kemerdekaan.

Dengan andil kita semua, akhirnya kita bisa menjadi bangsa yang tidak mengecewakan tokoh maupun ulama pendahulu yang turut berjuang, pungkasnya.

Pengajian umum dalam rangka peringatan harlah ke- 79 GP Ansor ini dihadiri juga Ketua Umum GP Ansor H Nusron Wahid, Ketua PP PTNU H. Noor Ahmad dan para habaib serta kiai Kudus lainnya.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Qomarul Adib

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44616/habib-luthfi-saya-orang-indonesia

Santriwati Cantik

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santriwati Cantik sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santriwati Cantik. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santriwati Cantik dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock