Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Februari 2016

IPNU-IPPNU Kencong Fokus Kaderisasi dan Pengembangan Kualitas

Jember, Santriwati CantikKaderisasi dan pengembangan kualitas kader merupakan program prioritas bagi Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kencong di masa-masa mendatang. Sebab, dua hal ini dinilai sangat mendesak bagi penetrasi organisasi sayap kepemudaan NU tersebut.

Demikian salah satu butir penting yang dihasilkan dalam Rapat Kerja Pengurus Cabang IPNU-IPPNU Kencong di aula SMK Daarul Muqamah, Gumukmas, Jember, Jawa Timur, yang berakhir Ahad (18/9).

IPNU-IPPNU Kencong Fokus Kaderisasi dan Pengembangan Kualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kencong Fokus Kaderisasi dan Pengembangan Kualitas (Sumber Gambar : Nu Online)


IPNU-IPPNU Kencong Fokus Kaderisasi dan Pengembangan Kualitas

Menurut Ketua PC IPNU Kencong Muhammad Mansur, rekrutmen kader ke depan akan menyasar semua lembaga pendidikan dan pesantren. Kami akan rekrut kader sebanyak-banyaknya. Kalau bisa semua pelajar akan kami IPNU-kan, ujarnya kepada Santriwati Cantik melalui sambungan telepon seluler.

Santriwati Cantik

Mahasiswa semester akhir Jurusan Matematika FKIP Univeritas Islam Jember tersebut menambahkan, pondok pesantern akan menjadi perhatian khusus dalam rekruitmen kader. Dikatakannya, wilayah Cabang Kencong, sebenanya cukup banyak berdiri pesantren, sehingga santri-santrinya perlu diakomodasi dalam wadah IPNU-IPPNU. Target kami, di semua sekolah dan pesantren itu berdiri komisariat IPNU, ungkapnya.

Sedangkan mengenai pengembangan kualitas kader, lanjut Mansur, pihaknya akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan, bahkan meningkatkan kualitas kader, baik menyangkut kepemimpinan, keterampilan dan lain-lain. Ketika kader memiliki keterampilan yang cukup, maka secara pasti akan meningkatkan performa organisasi. Dengan demikian, maka manfaat organisasi, dalam hal ini IPNU-IPPNU akan semakin dirasakan oleh masyarakat, ujarnya.

Santriwati Cantik

Rapat kerja itu sendiri berlangsung dua hari, diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari 5 PAC IPNU-IPPNU se-Cabang Kencong. (Aryudi A Razaq/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71333/ipnu-ippnu-kencong-fokus-kaderisasi-dan-pengembangan-kualitas

Selasa, 09 September 2014

Musik Tradisional Sunda Iringi Pelepasan Tim Ekspedisi Islam Nusantara

Tasikmalaya, Santriwati Cantik. Grup band Aswaja Fiil Harmony bentukan Lesbumi NU Kota Tasikmalaya tampil dalam pelepasan Tim Ekspedisi Islam Nusantara di Kantor PCNU Kota Tasikmalaya, Jalan dr Soekardjo nomor 47 Tasikmalaya, Rabu (27/4) malam. Mereka menyuguhkan shalawatan dengan alunan musik tradisional dan kontemporer gubahan Aswaja Fiil Harmony.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dede Sudrajat bersama Ketua NU Kota Tasikmalaya KH Didi Hudaya turut melepas kepergian tim ekspedisi ini. Pelepasan ini ditandai dengan penyerahan plakat kenang-kenangan dari tim ekspedisi dan NU Kota Tasikmalaya.

Musik Tradisional Sunda Iringi Pelepasan Tim Ekspedisi Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Musik Tradisional Sunda Iringi Pelepasan Tim Ekspedisi Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)


Musik Tradisional Sunda Iringi Pelepasan Tim Ekspedisi Islam Nusantara

Ketua tim ekspedisi Imam Pituduh merasa berkesan selama dua hari di Tasikmalaya. Ia menilai Tasikmalaya tempat konsolidasinya perjuangan para wali. Ekspedisi Islam Nusantara di Tasikmalaya, kata Imam, begitu bermakna. Pertama kali disambut beluk, karinding, dan lais sebagai kesenian khas milik warga Sunda yang harus dilestarikan.

Santriwati Cantik

"Paling berkesan itu karinding. Bikin saya merinding," ujarnya.

Santriwati Cantik

Begitu juga saat akan meninggalkan Tasikmalaya. NU Kota Tasikmalaya mengantar kami dengan alunan musik perpaduan tradisional calung dan kontemporer milik Lesbumi NU Kota Tasikmalaya, kata Imam.

Imam berpesan agar kesenian Sunda harus terus dihidupkan sebagai tradisi kekayaan Tasikmalaya.

"Saya ungkapkan pula, PBNU sedang melakukan digitalisasi kitab kuno. Dari 14 ribu, sudah 4 ribu kitab yang diselamatkan. Termasuk kitab karya Syeh Abdul Muhyi akan kita digitalisasikan ditambah 19 situs dalam Goa Safarwadi Pamijahan," ujar Imam. (Nurjani/Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/67713/musik-tradisional-sunda-iringi-pelepasan-tim-ekspedisi-islam-nusantara

Kamis, 15 Desember 2011

Pesantren Maslakul Huda Kajen Adakan Pelatihan Menulis

Pati, Santriwati Cantik. Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen Margoyoso Pati mengadakan pelatihan menulis bertempat di aula Pondok Pesantren, Jumat (11/12/). Dengan narasumber Khoirun Niam dari Ketua Komite Dewan Kesenian Pati. Pelatihan ini dikhususkan untuk penulisan cerpen dan puisi. Penulisan cerpen dan puisi tersebut dipilih sebab sebagian santri menyukai sastra.

Rencana setelah pelatihan ini, para santri akan membuat sebuah antologi bersama baik cerpen atau pun puisi, jelas Muhammad Wafa, Ketua Pondok Pesantren Maslakul Huda.

Pesantren Maslakul Huda Kajen Adakan Pelatihan Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Maslakul Huda Kajen Adakan Pelatihan Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)


Pesantren Maslakul Huda Kajen Adakan Pelatihan Menulis

Yang perlu dibutuhkan seorang penulis adalah konsisten dan pembiasaan dan suka membaca. Jika kita sudah terbiasa menulis maka suatu saat nanti akan menikmati hasilnya. Tak ada cara yang jlimet atau rumit dalam menulis, sebab menulis ya menulis, ujar Khoirun Niam sebagai narasumber.

Santriwati Cantik

Lanjut Niam, puisi bisa dikatakan sebuah karya sastra yang sangat mudah ketimbang cerpen dan novel, karena puisi lahirnya dari hati dan perasaan. Apa yang kita rasakan dapat kita puisikan. Agar pembuatan diksi dalam puisi menjadi bagus dan indah maka sering-seringlah membaca karya puisi penyair terdahulu. Soal baik buruknya karya puisi kita biarlah para kritikus sastra yang menilai.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB hingga 10.30 WIB, selain penjelasan secara materi para peserta pun disuruh praktik menulis puisi dan ke tiga puisi yang terbaik hasil seleksi narasumber akan di berikan buku secara gratis.

Santriwati Cantik

Setiap saya mengisi acara, tidak pernah lupa untuk membagi-bagikan buku gratis kepada peserta hal tersebut saya lakukan sebagai salah satu strategi untuk memperjuangkan minat baca dan mendorong orang lain menyukai dunia menulis, pungkas Niam. (Red: Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64213/pesantren-maslakul-huda-kajen-adakan-pelatihan-menulis

Santriwati Cantik

Rabu, 10 Agustus 2011

Panglima ISIS Indonesia Ini Dirikan Pusat Ruqyah Untuk Danai Operasinya

Santriwati Cantik - Foto di atas, yang berbaju batik adalah Ustad Adam Amrullah, salah satu panglima baru ISIS (Indonesia), di sebelah kanannya (jaket cokelat) adalah Ustadz Perdana Ahmad, salah satu mujahidin dalam perang Poso dan Ambon.

Mereka tergabung dalam Islamic State of Indonesia Syar'i (ISIS). Prinsip politiknya: Tauhid wal Jihad. Mereka menyatakan bahwa: 1. Presiden Thogut, 2. Panglima TNI Thogut, 3. Kapolri Thogut, 4. Pancasila Thogut, 5. Bendera Merah Putih Thogut.

Panglima ISIS Indonesia Ini Dirikan Pusat Ruqyah Untuk Danai Operasinya - Santriwati Cantik
Panglima ISIS Indonesia Ini Dirikan Pusat Ruqyah Untuk Danai Operasinya - Santriwati Cantik


Panglima ISIS Indonesia Ini Dirikan Pusat Ruqyah Untuk Danai Operasinya

Siapa Adam Amrullah?



Adam Amrullah yang tak lain adalah pengisi acara Ruqyah di salah satu stasiun televisi nasional menyebut dirinya sebagai panglima baru ISIS di Indonesia.

Santriwati Cantik

Amrullah menjelaskan kalau mereka adalah yang mendirikan pusat-pusat ruqyah sebagai sarana dakwah dan mendapatkan maisyah untuk ongkos jihad menegakkan syariat Islam di Indonesia serta untuk mengirim mujahidin ke wilayah konflik.

“Indonesia merupakan negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia, tetapi kita belum dapat menegakkan syariat Islam karena negara ini dipimpn oleh thagut, dari presiden sampai dengan gubernur, kapolri, panglima TNI, bupati, camat, kepala desa, bahkan juga ketua RT, tidak sedikit mujahid yang menjadi syahid karena laporan ketua RT atas keberadaan sahabat-sahabat kita,” tegas Amrullah.

Santriwati Cantik

“Namun, hal tersebut bukanlah menjadi pemupun semangat jihad kami, itu merupakan cambuk penyemangat. Setiap nyawa seorang polisi, tentara ataupun para pejabat pemerintah dari Ketua RT sampai dengan Presiden menjadi balasan surga di sisi Allah SWT. Janji Allah itu pasti, Allahu Akbar,” teriak Amrullah dengan penuh semangat. [Santriwati Cantik]

Atribut ISIS: Sang ustadz selfie bersama anggota ISIS Indonesia lainnya

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/panglima-isis-indonesia-ini-dirikan-pusat-ruqyah-untuk-danai-operasinya.html

Kamis, 29 April 2010

Cerita Lucu : Doa Sebelum Tidur

Suatu hari saat anak-anak mengikuti pelajaran agama di kelas...

Ustazah: Siapa yg tahu do'a masuk WC...? Angkat tangan...!

Lia : "Saya ustazah....

Cerita Lucu : Doa Sebelum Tidur - Santriwati Cantik
Cerita Lucu : Doa Sebelum Tidur - Santriwati Cantik


Cerita Lucu : Doa Sebelum Tidur

Santriwati Cantik

Ustazah: Ok Lia, ayo baca...!

Lia : Allahumma Inni A'uu dzubika minal khubutsi wal khobaiz

Santriwati Cantik

Ustazah : Wah bagus sekali Lia... Siapa yg ajari kamu...?

Lia : "Ummi..., di rumah, ummi tempel dekat pintu kamar mandi. Tiap hari ummi baca....

Ustazah : "Bagus... Pantas Lia hafal do'a itu....

Ustazah : Kalau Do'a hendak bercermin siapa yg tahu...?

Kali ini Jupri yg tunjuk tangan... Dengan lantang dia lalu membaca : Allahumma Kamma Hassanta Khalqii Fahassin Khuluqii Ustazah : Betul sekali... Hebat kamu..., Jupri....

Jupri: Kakak saya yang tempel dekat cermin, tiap pagi jika sisir rambut kakak pasti baca....

Ustazah : Wahh, Hebat2... Baiklah Siapa yg tahu do'a mau tidur...?

Eko : "Saya, ustazah...!

Ustazah : Waaah, Eko kamu bisa...!? Oke Eko, bacakan....

Eko : Bismillahi Allaahumma Jannibnaas syaithaana wa Jannibis syaithaana maa razaqtanaa....

Ustazah : ??!!! (Dalam hati ustazah berkata, kok do'a sebelum berhubungan dengan suami/isteri...!?)

Eko : Do'a Yg ini ayah saya yang tempel dekat tempat tidur... Tiap malam ayah saya selalu membacanya...!

Ustazah :!!??... Haaaaahhhhh... tiap malam...! #sambil tepok jidat....

Eko : Malahan semalam di baca 3 kali...!

Ustazah : Apaaaa... 3 kali...! masyaallah...luarbiasa ayahmu

Eko...!!!

Pelajaran untuk para bapak...doanya dihafal yaaaa..., jangan ditempel...!!!

Seperti pesan di kemasan obat..., jauhkan dari jangkauan anak-anak...

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/do-sebelum-tidur.html

Kamis, 10 Desember 2009

Mengapa Harus Bermadzhab?

Santriwati Cantik Mendapat pertanyaan : Kenapa kebanyakan umat Islam dalam beribadah memakai madzhab Imam Syafi'i, Maliki, Hanafi atau Hambali, bukankah yang benar adalah yang mengikuti AlQur’an dan Sunnah (Hadits)? Kenapa tidak kembali kepada AlQur’an dan Sunnah saja?

Mengapa Harus Bermadzhab?
Mengapa Harus Bermadzhab?


Jawab : Sebuah pertanyaan yang menarik, mengapa kita harus bermadzhab? Mengapa kita tidak kembali kepada AlQur’an dan Sunnah saja?

Kalimat "Mengapa kita tidak kembali kepada AlQur’an dan Sunnah saja?" seakan-akan menghakimi bahwa orang yang bermadzhab itu tidak kembali kepada AlQur’an dan Sunnah. Penggunaan kalimat "Mengapa kita tidak kembali kepada AlQur’an dan Sunnah saja?" tersebut telah menyebabkan sebagian orang memandang remeh ijtihad dan keilmuan para ulama, terutama ulama terdahulu yang sangat dikenal kesalehan dan keluasan ilmunya.

Dengan menggunakan kalimat "Mengapa kita tidak kembali kepada AlQur’an dan Sunnah saja?" sekelompok orang sebenarnya sedang berusaha mengajak pendengar dan pembaca tulisannya untuk mengikuti cara berpikirnya, metodenya dalam memahami AlQur’an dan Sunnah, serta menganggap bahwa dirinyalah yang paling benar, karena ia telah berpegang kepada AlQur’an dan Sunnah, bukan fatwa atau pendapat para ulama. Hal semacam ini tentunya sangat berbahaya.

Sebenarnya sungguh aneh jika seseorang menyatakan agar kita tidak bermadzhab dan seharusnya kembali kepada AlQur’an dan Sunnah. Mengapa aneh, coba perhatikan, apakah dengan mengikuti suatu madzhab berarti tidak mengikuti AlQur’an dan Sunnah? Madzhab mana yang tidak kembali kepada AlQur’an dan Sunnah? Justru para pemuka madzhab tersebut adalah orang-orang yang sangat paham tentang AlQur’an dan Sunnah. Coba dicek, hasil ijtihad yang mana dalam suatu madzhab, yang tidak kembali kepada AlQur’an dan Al Hadits?

Ternyata semua hasil ijtihad keempat madzhab yang populer di dalam Islam semuanya bersumber kepada AlQur’an dan Hadits. Artinya dengan bermadzhab kita justru sedang kembali kepada AlQur’an dan Hadits dengan cara yang benar, yaitu mengikuti ulama yang dikenal keluasan ilmu dan kesalehannya.

Akhir-akhir ini memang muncul sekelompok orang yang sangat fanatik dengan golongannya dan secara sistematis berupaya mengajak umat Islam meninggalkan madzhab. Mereka seringkali berkata, "Kembalilah kepada Alquran dan Sunnah". Ajakan ini sepintas tampak benar, akan tetapi sangat berbahaya, karena secara tidak langsung mereka menggunakan kalimat (propaganda) di atas untuk menjauhkan umat dari meyakini pendapat para ulama terdahulu yang telah mumpuni. Mereka memaksakan agar kita semua hanya mengikuti pendapat gurunya.

Kemudian perhatikan lebih cermat lagi, apakah mereka yang menyatakan kembali kepada AlQur’an dan Sunnah benar-benar langsung kembali kepada AlQur’an dan Sunnah? Tidak bukan, mereka ternyata menyampaikan pendapat guru-gurunya. Artinya, mereka sendiri sedang membuat madzhab baru sesuai pemikiran guru-gurunya.

Coba bayangkan, andai saja setiap orang kembali kepada AlQur’an dan Sunnah secara langsung, tanpa bertanya kepada pakarnya, apa yang akan terjadi? Yang terjadi adalah setiap orang akan menafsirkan AlQur’an dan Sunnah menurut akalnya sendiri, jalan pikirnya sendiri, sehingga akan sangat berbahaya.

Oleh karena itu, kita harus bermadzhab, agar kita tidak salah memahami AlQur’an dan Sunnah. Kita sadar, tingkat keilmuan para pakar yang ada di masa ini tidak dapat disamakan dengan para ulama terdahulu, begitu pula tingkat ibadah dan kesalehan mereka.

Oleh Ustadz Novel Bin Muhammad Alaydrus, Pengasuh Majelis Ilmu Dan Dzikir AR-RAUDHAH, Solo

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/03/mengapa-harus-bermadzhab.html

Meski Diguyur Hujan, Pawai Rolasan Tetap Meriah

Tegal, Santriwati Cantik. Meski Hujan lebat sempat mengguyur kota Tegal, tetapi Pawai Rolasan untuk merayakan Maulid Nabi tetap berlangsung meriah. Ribuan warga turun ke jalan menyaksikan acara tersebut. Mereka bukan saja anak-anak tetapi juga orang dewasa dari berbagai pelosok Tegal. Kegiatan itu sendiri di gelar pada Rabu (23/1) malam .

Pawai Rolasan ini tidak hanya menjadi daya tarik bagi masyarakat kota Tegal tetapi juga menarik minat masyarakat dari sekitar Tegal. Sejumlah pengunjung dari luar kota sengaja datang meramaikan tradisi yang sudah berlangsung lama ini.

Meski Diguyur Hujan, Pawai Rolasan Tetap Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Meski Diguyur Hujan, Pawai Rolasan Tetap Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)


Meski Diguyur Hujan, Pawai Rolasan Tetap Meriah

Ragam peserta pawai memakai berbagai macam kostum yang meskipun malam hari kostum mereka kelihatan hidup. Grup marching band, calung dan group hadrah, ikut dalam perayaan ini.

Santriwati Cantik

Salah satu pengunjung dari Kabupaten Tegal, Faizal Ali (25) mengaku telah datang kedua kalinya bersama keluarganya untuk melihat Pawai Rolasan. Yang menarik salah satunya adalah bersatunya kamu muda dan kaum tua, sehingga terjadi unsur perpaduan sangat bersahabat. Ini berbeda dengan daerah lain yang kegiatan antara orang tua dan anak muda dipisah-pisah.

Mudah-mudahan tradisi ini tidak punah, meski berada di masyarakat perkotaan, dan saya yakin mereka memiliki tujuan yang sama yaitu merayakan Maulid nabi, harapnya.

Lain halnya dengan penonton dari Brebes, Ahamd Subekhi (24) yang bangga karena Kota Tegal mempunyai tradisi sendiri dalam memeriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kebanggaan ini menurutnya jangan sampai pada bulan ini saja, tetapi tahun-tahun berikutnya, ia berharap masih ada dan lebih meriah. Ia datang bersama teman-temannya dengan menaiki Tosa dan mengikuti acara hingga selesai.

Salut dan menarik, sehingga menjadi daya tarik sendiri bagi Kota Tegal, elunya.

Santriwati Cantik

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/42050/meski-diguyur-hujan-pawai-rolasan-tetap-meriah

Santriwati Cantik

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santriwati Cantik sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santriwati Cantik. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santriwati Cantik dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock