Tampilkan postingan dengan label Habaib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habaib. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juli 2015

Kiai Maruf: NU has developed dynamic line of thought

Jakarta, Santriwati Cantik. Chairman of Nahdlatul Ulama law making body KH Maruf Amin said here on Wednesday (27/8) that as the countrys largest Muslim organization Nahdlatul Ulama (NU) has since its establishment developed such dynamic line of thought by basing itself on manhaj (frame of thinking) as evolved by four schools in fiqih (Islamic jurisprudence).

Speaking at a Training of Cadres of Preachers II held by Nahdlatul Ulama Islamic Preaching Institution (LDNU) and Muslimat, kiai Maruf suggested that in 1990s NU had ever been in conservatism. NU ulemas just received what called as manhaj textually. As a result, it could no longer address religious problems that had never come into existence during the four ulemas period of time.

Finally, at a Lampungs NU National Meeting in 1992, it was decided that NU would always follow schools of thought textually and methodologically (qouli wa manhaji). The fresh problems can be then answered by using such method used by ulemas.He then gave what had ever happened before in Banten as experienced by Sheikh Nawawi al-Bantani for instance that according to Imam Syafiie, zakat must be distributed to evenly seven circles. But, at that time (in Banten), there were no fully the seven. Dealing with this case, with reference to other ulema (imam madzhab), the zakat can be distributed.

Kiai Maruf: NU has developed dynamic line of thought (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf: NU has developed dynamic line of thought (Sumber Gambar : Nu Online)


Kiai Maruf: NU has developed dynamic line of thought

Thats why, if Imam Syafiie found the same thing, he would certainly take the point of view (zakat can be distributed with no fully seven circles). (mkf)

Dari (News) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/28228/kiai-ma039ruf-nu-has-developed-dynamic-line-of-thought

Santriwati Cantik

Selasa, 26 Agustus 2014

Songsong Era Digital, 200 IPNU Jatim Dibekali Jurnalistik Televisi

Jombang, Santriwati Cantik. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Timur (Jatim) menggelar pendidikan dan pelatihan Jurnalistik Televisi di Gedung Yusuf Hasyim Lantai III Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang.

Kegiatan bekerja sama antara IPNU Jatim dengan BBS TV pada Rabu (24/12) tersebut mengangkat tema Mencetak Jurnalis Handal dan Profesional.

Songsong Era Digital, 200 IPNU Jatim Dibekali Jurnalistik Televisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Songsong Era Digital, 200 IPNU Jatim Dibekali Jurnalistik Televisi (Sumber Gambar : Nu Online)


Songsong Era Digital, 200 IPNU Jatim Dibekali Jurnalistik Televisi

Menurut Ketua IPNU Jatim Imam Fadli, kegiatan ini untuk menyiapkan anak-anak muda NU menghadapi tantangan dunia digital. Indonesia ke depan mau tidak mau akan memasuki era digital, maka dari itu IPNU-IPPNU harus menyiapkan diri menghadapi era tersebut, kata Imam saat memberikan sambutan.

Masih menurut orang nomor satu di IPNU Jatim itu, pertemuan kader IPNU se Jawa Timur itu juga dalam rangka penganugerahan IPNU Award 2014. Selain itu, terakhir nanti kami juga akan mensosialisasikan peraturan organisasi administrasi kepada seluruh perwakilan pimpinan cabang se-Jatim, pungkasnya.

Santriwati Cantik

Santriwati Cantik

Sebelum acara dibuka Wakil Bupati Jombang Nyai Munjidah Wahab, KH Salahuddin Wahid juga berharap kader IPNU-IPPNU bisa mengaktualisasikan diri di bidang jurnalistik. Kita harus mempunyai TV yang baik, yang mendidik, yang menghibur, dan yang informatif, ungkapnya.

Saat ini, menurut kiai yang akrab disapa Gus Sholah, masih sangat jarang TV yang mengedepankan pendidikan nilai islam. Inilah peluang yang harus dimaksimalkan oleh IPNU-IPPNU, ungkap adik kandung Gus Dur yang juga pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng itu.

Sementara Wabup Jombang Nyai Munjidah Wahab menyambut positif pelaksanaan kegiatan IPNU-IPPNU Jatim diadakan di Jombang supaya bisa lebih mengenal pesantren, karena kota kelahiran Hadratus Syaikh Hasyim Asyari itu dikenal dengan kota santri yang mempunyai ratusan pesantren.

Paling tidak anak-anak IPNU-IPPNU se Jawa Timur ini bisa mengenal dunia pesantren dengan baik. Karena tidak semua anak IPNU-IPPNU paham tentang pesantren. Selain itu nanti mereka juga bisa berziarah ke makam tiga pendiri NU yang ada di Jombang ini, jelas putri KH Wahab Chasbullah itu kepada Santriwati Cantik selesai membuka acara tersebut.

Senada dengan Wabup Jombang, Nur Hidayat Sekretaris PWNU Jatim juga menginginkan anak-anak NU menjaga nilai-nilai pesantren. Ini bisa menjadi titik awal keyakinan rekan-rekan, bahwa banyak jalan menuju kesuksesan. Belajarlah menjaga nilai pesantren untuk di elaborasi dengan dunia jurnalistik, ujar Hidayat.

Agenda yang dijadwalkan selama dua hari ini (Rabu-Kamis/24-25/12) dihadiri lebih 200 peserta delegasi pimpinan cabang IPNU-IPPNU se Jatim. Setiap cabang mendelegasikan minimal dua orang, tapi banyak juga yang mengutus sampai empat orang, tutur Ahmad Rosyid, Ketua PC IPNU Jombang.

Hadir pada kesempatan itu KH Taufiq Jalil, pembina IPNU-IPPNU Jombang, serta Idi Muzayyad dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat yang menjadi pembicara dalam stadium general sebelum diklat jurnalistik TV. (Romza/Abdullah)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/56597/songsong-era-digital-200-ipnu-jatim-dibekali-jurnalistik-televisi

Selasa, 17 Juni 2014

LP Maarif Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan di Jombang

Jombang, Santriwati Cantik. Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Jombang siap meningkatkan mutu pendidikan di Jombang, terutama di lingkungan Nahdlatul Ulama Jombang adalah memperkuat satuan-satuan pendidikan (madrasah/sekolah) melalui peningkatan atau pengembangan kelembagaan LP Maarif, pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas siswa/siswi dan melakukan upaya perubahan kebijakan.

Demikian hasil Rapat Kerja LP Maarif NU Jombang yang diadakan pada di MI Al Hanafiah Wringinpitu Mojowarno Jombang, Rabu (5/12).

Hadir dalam acara tersebut antara lain seluruh Pengurus Cabang LP Maarif NU Jombang, Pengurus MWC LP Maarif se Jombang dan, beberapa perwakilan madrasah/ sekolah. Tampak hadir juga Ketua PCNU Jombang, DR KH Isrofil Amar, Kepala Kemenag Jombang, H Barozi, Kasi Mepanda sekaligus Pembina LP Maarif NU Jombang, H Taufiq Djalil.

LP Maarif Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Maarif Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)


LP Maarif Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan di Jombang

Upaya peningkatan kelembagaan LP Maarif, menurut ketua LP Maarif NU Jombang, H Salmanudin, dilakukan dengan mengembangkan sistem informasi dan dokumentasi, meningkatkan pelayanan keadaministrasian bagi madrasah/sekolah dan meningkatkan upaya pendampingan bagi madrasah/sekolah.

Sedangkan pengembangan kurikulum dilakukan dengan melakukan penyusunan Kurikulum (KTSP) yang berbasis Aswaja. Penyusunan ini ditindak lanjuti dengan sosialisasi dan pelaksanaan. Review bisa dilakukan setelah pelaksanaan telah dilakukan pada tahun pertama perjalanan program.

Santriwati Cantik

Santriwati Cantik

Penyusunan kurikulum ini secara praktis bisa memberikan pembelajaran, tidak hanya kepada siswa-siswi tetapi juga sebagai bahan pembelajaran bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pendidikan, termasuk LP Maarif sendiri.

Peningkatan kualitas siswa-siswi dilaksanakan dengan melakukan kegiatan-kegiatan bersama yang difasilitasi oleh LP Maarif NU. Kegiatan-kegiatan tersebut berupa kegiatan peningkatan ketrampilan, atau peningkatan kemampuan kognitif

Yang terakhir, melakukan upaya perubahan kebijakan dilakukan dengan melakukan kegiatan-kegiatan pertemuan dalam upaya melakukan perubahan kebijakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan pendidikan di LP Maarif, termasuk dalam hal ini kebijakan tentang Ujian Nasional.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslimin Abdilla

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41160/lp-maarif-siap-tingkatkan-mutu-pendidikan-di-jombang

Santriwati Cantik

Rabu, 30 Oktober 2013

Tiga Perspektif Tafsir di Masa Orde Baru

Solo, Santriwati Cantik. Hasil penelitian disertasi Islah Gusmian yang berjudul Dialektika Tafsir Alquran dan Praktek Politik Rezim Orde Baru, memberikan gambaran perkembangan tafsir Alquran pada zaman Orde Baru.

Menurut Islah, yang pernah mengemban amanah di Lakpesdam PWNU DIY tersebut, setidaknya terdapat tiga perspektif tafsir. Yaitu, perspektif tafsir bungkam, tafsir gincu dan tafsir kritis.

Tiga Perspektif Tafsir di Masa Orde Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Perspektif Tafsir di Masa Orde Baru (Sumber Gambar : Nu Online)


Tiga Perspektif Tafsir di Masa Orde Baru

Perspektif tafsir bungkam adalah kondisi di mana tafsir mengalami keberjarakan dari problem sosial-politik rezim Orde Baru. Sedangkan perspektif tafsir gincu melakukan peneguhan atas kebijakan dan praktik politik rezim Orde Baru. Terakhir, perspektif tafsir kritis, melakukan kritik atas kebijakan dan praktek politik rezim orde baru.

Santriwati Cantik

Di era rezim Orde Baru, penulisan tafsir al-Quran terus tumbuh, dengan keragaman basis sosial, keilmuan dan peran sosial-politik penafsir, serta keragaman ruang publikasi dan audien tafsir. Ketiga perspektif tafsir digerakkan oleh beberapa faktor tersebut terang Islah kepada Santriwati Cantik, belum lama ini (30/8).

Santriwati Cantik

Dalam penelitiannya tersebut, Islah juga menemukan sebuah fakta menarik dalam rezim otoriter Orde Baru. Menariknya, meskipun dalam tafsir-tafsir era rezim Orde Baru ini terdapat sikap-sikap kritis terhadap sejumlah kebijakan penguasa, tetapi tidak ada satupun karya tafsir yang dibredel atau dilarang peredarannya di tengah masyarakat oleh penguasa, ujarnya.

Islah menambahkan ketika itu, di depan tim penguji antara lain Dr. K.H.A. Malik Madaniy, Prof. Drs. H. Akh. Minhaji, MA., Ph.D., Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, M. Ag., dan Dr. Phil Sahiron Syamsuddin, MA, dipaparkan mengenai teori keterpengaruhan subyek/penafsir dan ruang serta peran sosial politik yang dirumuskan Amin Al-Khuli, teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim, dan pendekatan sejarah Muhammed Arkoun.

Atas penelitian disertasi ini, Islah Gusmian yang kini menjadi dosen di IAIN Surakarta, berhak untuk meraih gelar Doktor Bidang Ilmu Agama Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/54239/tiga-perspektif-tafsir-di-masa-orde-baru

Santriwati Cantik

Rabu, 03 Juli 2013

Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang

Amalan Bulan Rajab - Bulan Rajab sangat banyak dinanti oleh orang Islam. Sebab bulan ini semakin mendekatkan hadirnya bulan Ramadan yang sangat agung. Oleh sebab itu, perlu kembali kita renungkan bagaimana KH Sholeh bin Umar Assamarani (dikenal Mbah Sholeh Darat) menjelaskan tentang fadlilah bulan Rajab ini.

Dalam Kitab Lathaifut Thaharah wa Asrarus Sholat karya Mbah Sholeh Darat halaman 83-88 dituliskan bab khusus tentang "Bab Fadlilah Rajab". Kitab yang ditulis dengan pegon dan diterbitkan oleh Thoha Putra Semarang ini sangat detail menjelaskan keutamaan Rajab merujuk pada hadits Nabi.

Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang - Santriwati Cantik
Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang - Santriwati Cantik


Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang

KH Sholeh menjelaskan: "Nabi bersabda: 'Barang siapa yang mengucapkan kalimat سبحان الحي القيوم sebanyak 100 kali tiap hari pada sepuluh hari awal Rajab, mengucap سبحان الاحد الصمد sebanyak 100 kali tiap hari pada sepuluh hari kedua, dan mengucap سبحان الرؤف sebanyak 100 kali tiap hari pada sepuluh hari ketiga, maka tidak ada orang yang bisa menghitung pahalanya".

Hadits ini memberikan pengertian tentang bacaan atau wirid yang perlu didawamkan untuk dibaca setiap hari di bulan Rajab. Dan pahala yang didapatkan sangat banyak sekali, sehingga tidak bisa dihitung.

Santriwati Cantik

Dan Rasulullah Saw juga menyampaikan bahwa bulan Rajab adalah bulannya Allah Swt, sedangkan bulan Sya'ban adalah bulannya Rasulullah, sementara bulan Ramadan merupakan bulannya umat Muhammad. Maka Nabi selanjutnya menegaskan bahwa siapa saja yang menjalankan puasa sehari di bulan Rajab murni karena Allah tanpa niat lainnya, maka akan selalu mendapatkan ridla agung Allah dan dijanjikan tempat surga Firdaus.

Sedangkan pahala puasa Rajab dua hari akan mendapatkan kelipatan dua kali hitungan semua gunung di dunia. Puasa tiga hari mendapat pahala penghalang neraka. Puasa empat hari mendapat pahala diselamatkan dari segala bala' yang menimpa semacam junun, judzam dan barash serta diselamatkan dari fitnah Dajjal.

Santriwati Cantik

Sedangkan pahala puasa selama lima hari akan selamat dari siksa kubur. Pahala puasa enam hari adalah jaminan wajahnya bersinar saat keluar dari qubur sebagaimana sinar rembulan tanggal empat belas. (Baca Duta Islam: Keramat Mbah Sholeh Darat)

Adapun puasa tujuh hari adalah ditutupnya tujuh pintu neraka. Untuk pahala puasa di bulan Rajab delapan hari adalah dibukakan delapan pintu surga. Pahala puasa sembilan hari adalah akan bangun dari qubur dengan memanggil kalimat لا اله الا الله dan langsung masuk surga. Dan pahala sepuluh hari berpuasa adalah jalan mulus menuju shiratal mustaqim.

Mbah Sholeh Darat masih melanjutkan pahala puasa sebelas hari adalah tidak akan mendapat tandingan pahala kecuali orang yang sama menjalankan puasa 11 hari. Dan pahala puasa dua belas hari adalah mendapatkan pengakuan sebagai hamba yang mulia dibandingkan dunia dan seisinya. [Santriwati Cantik/ab]

Bersambung.....

Oleh M Rikza Chamami, Wakil Ketua KOPISODA (Komunitas Pecinta Mbah Sholeh Darat), alumnus Qudsiyyah dan Dosen UIN Walisongo

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/04/keutamaan-bulan-rajab-menurut-kh-sholeh-darat-semarang.html

Jumat, 03 Mei 2013

KH Syaroni: Ciri Haji Mabrur, Tidak Berbuat Maksiat

Kudus, Santriwati Cantik. Haji mabrur adalah sebuah impinan setiap orang dalam menunaikan ibadah di tanah suci Makkah. Menurut Mustasyar PBNU KH Syaroni Ahmadi, di antara tanda kemabruran seseorang adalah bertambahnya kebaikan dalam diri penyandang predikat tersebut. Orang yang hajinya mabrur tidak akan mengulang perbuatan maksiat.

"Tetapi meraih haji mabrur itu sulit, makanya butuh kehati-hatian dan ketelitian. Kalau masih berbuat kemaksiatan berarti hajinya tidak mabrur," katanya pada saat memberikan tausiyah pada Walimatus Safar di kediaman alumni IPNU Andoko Desa Demaan Kota Kudus, Jawa Tengah, (28/8).

KH Syaroni: Ciri Haji Mabrur, Tidak Berbuat Maksiat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Syaroni: Ciri Haji Mabrur, Tidak Berbuat Maksiat (Sumber Gambar : Nu Online)


KH Syaroni: Ciri Haji Mabrur, Tidak Berbuat Maksiat

Mengutip sebuah hadits Nabi, KH Syaroni menegaskan bahwa tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali pasti masuk surga. Oleh karenanya, haji mabrur mesti menjadi tujuan para calon haji.

"Apalagi untuk bisa berangkat haji, daftarnya harus antre puluhan tahun lamanya. Sangat eman (sayang sekali) bila tidak meraih haji mabrur," tandas ulama kharismatik asal Kudus ini.

Santriwati Cantik

Pernyataan senada disampaikan Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Nahdlatul Ulama (KBIHNU) Kudus H. Shodiqun. Dikatakan, KBIHNU akan berusaha membantu membimbing jamaahnya mulai dari manasik haji hingga mendampingi di tanah suci.

Santriwati Cantik

" Harapannya, jamaah bisa menunaikan rukun dan wajib haji secara benar dan tertib sehingga betul-betul pulang ke tanah air nantinya menyandang haji mabrur," katanya kepada Santriwati Cantik di sela-sela Musyawarah Kerja Cabang NU Kudus, Ahad (31/8). (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/54214/kh-sya039roni-ciri-haji-mabrur-tidak-berbuat-maksiat

Santriwati Cantik

Selasa, 29 Maret 2011

LDNU: Dai Jangan Mudah Menyalahkan

Jakarta, Santriwati Cantik. Sebagai juru syiar Islam, para dai tak selayaknya memunculkan hujatan kepada kelompok-kelompok lain yang tak sepaham. Selain menguasai ilmu agama secara mendalam, juru dakwah dituntut untuk selalu menjaga etika komunikasinya.

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Zakky Mubarak dalam acara Istighotsah dan Pengajian Bulanan di Masjid an-Nahdlah di lantai dasar gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (24/4) malam.

LDNU: Dai Jangan Mudah Menyalahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU: Dai Jangan Mudah Menyalahkan (Sumber Gambar : Nu Online)


LDNU: Dai Jangan Mudah Menyalahkan

Menurut dia, sekarang mulai merebak sejumlah orang yang gemar menyalahkan orang lain kendati secara wawasan keislaman mereka tergolong pemula. Kedangkalan pengetahuan justru membuat mereka mudah menuduh pihak di luar dirinya sebagai kelompok yang keliru.

Sikap ini, sambung Zakky, tak menutup kemungkinan melekat juga kepada orang-orang yang sudah belajar bertahun-tahun di negeri Timur Tengah. Dengan mengkalim diri paling benar, mereka tak jarang secara terang-terangan menyudutkan para ulama.

Jauh-jauh dari Timur Tengah sampai delapan tahun, pulang pulang cuma dapat satu hadits: kullu bidatin dlalalah wa kullu dlalalatin fin nar (setiap yang bidah adalah sesat. Dan setiap yang sesat adalah di dalam neraka), ujarnya.

Zakky mengajak kepada warga NU untuk turut serta dalam program Pendidikan Kader Dai (PKD) NU yang digelar LDNU secara rutin. Setelah dua angkatan berjalan, PKD NU dalam waktu dekat akan dibuka untuk angkatan selanjutnya.

Santriwati Cantik

Penulis: Mahbib Khoiron

Santriwati Cantik

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44017/ldnu-dai-jangan-mudah-menyalahkan

Santriwati Cantik

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santriwati Cantik sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santriwati Cantik. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santriwati Cantik dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock