Tampilkan postingan dengan label Duta Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Duta Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Maret 2017

Banser Waykanan Peringati Hari Juang Kartika

Waykanan, Santriwati Cantik. Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung menurunkan 25 anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk berpartisipasi dalam upacara peringatan Hari Juang Kartika Tahun 2015 bertema Melalui Hari Juang Kartika, Kita Mantapkan Jati Diri TNI AD dan Kemanunggalan TNI-Rakyat Guna Mewujudkan Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian.

Ketua PC GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto didampingi Kasatkorcab Banser Alex Almukmin, di Blambangan Umpu, Selasa (15/12) mengatakan, Dandim 0427 Letkol Eddy Praytino secara khusus mengundang organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU) untuk ikut serta dalam upacara yang dihelat di lapangan Pemerintah Kabupaten Waykanan dengan Inspektur Upacara Pj Bupati Albar Hasan Tanjung dan Komandan Upacara Pasi Ops Kodim 0427 Kapten Yana Mulyana.

Banser Waykanan Peringati Hari Juang Kartika (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Waykanan Peringati Hari Juang Kartika (Sumber Gambar : Nu Online)


Banser Waykanan Peringati Hari Juang Kartika

"Diundang itu berarti keberadaan Ansor diakui dan tentu undangan tersebut harus disambut dengan kehadiran. Kami sampaikan terima kasih untuk kader Ansor dan Banser atas energi dan nyala semangatnya untuk organisasi," ujar Gatot yang juga alumni Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) II PP GP Ansor itu.

Santriwati Cantik

Perlu diketahui, Hari Juang Kartika merupakan peringatan peristiwa bersejarah para pendahulu TNI AD bersama rakyat, melawan musuh yang ingin menjajah kembali bumi pertiwi, di kota Ambarawa pada tanggal 15 Desember 1945 silam.

Perjuangan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin Jenderal Sudirman pada pertengahan Desember 1945 membuat tentara sekutu terjepit dan akhirnya mundur dari Ambarawa menuju Semarang.

Walaupun dihadang dengan seluruh kekuatan persenjataan modern serta kemampuan taktik dan strategi sekutu, para pejuang RI tak gentar. Mereka melancarkan serangan dengan gigih seraya melakukan pengepungan ketat di semua penjuru kota Ambarawa yang akhirnya hingga saat ini diperingati sebagai Hari TNI AD.

Santriwati Cantik

"Saya ikut Banser dan aktif hingga sekarang karena ikhlas lillahi taala, niatnya beribadah. Saya akan tetap memiliki semangat untuk NU, ikut upacara Hari Juang Kartika (HJK) agar bisa menjadi contoh bagi kader Banser yang muda untuk terus aktif," ujar M Taufiq, alumni Diklatsar Banser Waykanan angkatan II tahun 2001 kelahiran 1967.

Anggota Banser Waykanan lain, Danang Indra Pangestu mengaku belum banyak berbuat untuk organisasi. "Ini yang membuat saya ikut dalam kegiatan ini," ujar alumni Diklatsar Banser Waykanan angkatan X kelahiran 1997.

Hadir dalam upacara yang juga diikuti, Satpol PP, Wakil Ketua DPRD Abdul Haris Nasution, Kapolres AKBP Harseno, Kajari Blambangan Umpu Hidayat, dan Sekdakab Bustam Hadori. (Disisi Saidi Fatah/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64311/banser-waykanan-peringati-hari-juang-kartika

Jumat, 25 Desember 2015

Perbedaan Dalam Islam Sudah Ada Sejak Zaman Nabi

Santriwati Cantik - Sahabat Abubakar as Shiddiq tidak mengajak Sahabat Umar untuk bersikap lembut seperti dirinya apalagi menyalahkan, demikian juga sikap sahabat Umar ibn Khotthab tidak menyalahkan sahabat Abubakar karena tidak bersikap keras, karena dua-duanya benar. Itulah diantara rahasia kemenangan muslimin pada masanya selalu mendapat kemenangan. Sikap dan pendapat bisa beda akan tetapi sama sekali tidak merusak persatuan dan kesatuan.

5928 في السماء ملكان احدهما يامر بالشدة، والاخر يامر باللين، وكلاهما مصيب: احدهما جبريل، والاخر ميكائيل. ونبيان احدهما يامر باللين والاخر بالشدة، وكل مصيب: ابراهيم ونوح. ولي صاحبان احدهما يامر باللين والاخر بالشدة: ابو بكر وعمر - (طب) وابن عساكر عن ام سلمة - (ض) اه الجامع الصغير

Rasulullah saw. bersabda, "Ada dua malaikat di langit. Yang satu menghukum dengan keras dan yang lainnya dengan lembut. Keduanya betul. Yang satu adalah Jibril dan yang lainnya adalah Mikail. Ada dua Nabi, seorang menghukum keras dan seorang menghukum lembut, keduanya benar. Seorang ialah Ibrahim as. dan yang lainnya adalah Nuh as. Dan ada dua sahabatku. Seorang menghukum keras dan yang lainnya lembut. Keduanya benar. Seorang ialah Umar bin Khaththab dan yang lainnya adalah Abu Bakar." (Jami'ush Shaghir – Hadits Riwayat Thabrani, Abu Asakir: Dari Ummi Salamah).

Perbedaan pendapat antara Abu Bakar ra. dan Umar ra. dalam menyikapi tawanan perang Badar termasuk dalam masalah ini. Abdullah bin Mas'ud ra. berkata bahwa ketika para tawanan itu dibawa ke hadapan Rasulullah saw., Abu Bakar ra. berkata, "Ya Rasulullah ! Mereka adalah kaum dan 'ahli'-mu. Bebaskanlah mereka dan jangan dibunuh. Mungkin mereka akan bertaubat."

Sedangkan Umar ra. berkata, "Ya Rasulullah, mereka adalah orang-orang yang mendustaimu dan menyakitimu. Mereka telah memaksamu keluar dari Mekkah. Sebaiknya mereka dibunuh."

Para sahabat berselisih pendapat dalam hal ini. Rasulullah SAW pun berdiam diri. Kemudian beliau memasuki rumahnya, lalu keluar dan bersabda, "Allah menyebabkan hati sebagian orang menjadi lembut, lebih lembut daripada susu. Dan Allah menyebabkan hati sebagian orang keras, sehingga lebih keras daripada batu.

Abu Bakar, permisalanmu seperti Ibrahim as. yang berkata, "maka barangsiapa mengikutiku, sesungguhnya ia termasuk golonganku. Dan barangsiapa mendurhakaiku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Ibrahim : 36).

Dan permisalanmu Abu Bakar, juga seperti Isa as. yang berkata, "jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu. Dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkau Maha Kuasa lagi Maha Biajaksana." ( QS Al-Maidah: 118).

Dan Umar, permisalanmu adalah seperti Nuh as. yang berkata, "Ya Tuhanku, jangan Engkau biarkan seorang pun diantara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi," (Nuh: 26).

Dan permisalanmu Umar, juga seperti Musa as. yang berkata, "Ya Robbana, binasakan harta benda mereka dan kuncilah hati mereka sehingga mereka tidak beriman, hingga mereka melihat siksa yang sangat pedih." (QS Yunus: 88).

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ لَمَّا كَانَ يَوْمُ بَدْرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَقُولُونَ فِي هَؤُلَاءِ الْأَسْرَى قَالَ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَوْمُكَ وَأَهْلُكَ اسْتَبْقِهِمْ وَاسْتَأْنِ بِهِمْ لَعَلَّ اللَّهَ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ قَالَ وَقَالَ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْرَجُوكَ وَكَذَّبُوكَ قَرِّبْهُمْ فَاضْرِبْ أَعْنَاقَهُمْ قَالَ وَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَوَاحَةَ يَا رَسُولَ اللَّهِ انْظُرْ وَادِيًا كَثِيرَ الْحَطَبِ فَأَدْخِلْهُمْ فِيهِ ثُمَّ أَضْرِمْ عَلَيْهِمْ نَارًا قَالَ فَقَالَ الْعَبَّاسُ قَطَعْتَ رَحِمَكَ قَالَ فَدَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِمْ شَيْئًا قَالَ فَقَالَ نَاسٌ يَأْخُذُ بِقَوْلِ أَبِي بَكْرٍ وَقَالَ نَاسٌ يَأْخُذُ بِقَوْلِ عُمَرَ وَقَالَ نَاسٌ يَأْخُذُ بِقَوْلِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَوَاحَةَ قَالَ فَخَرَجَ عَلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ لَيُلِينُ قُلُوبَ رِجَالٍ فِيهِ حَتَّى تَكُونَ أَلْيَنَ مِنْ اللَّبَنِ وَإِنَّ اللَّهَ لَيَشُدُّ قُلُوبَ رِجَالٍ فِيهِ حَتَّى تَكُونَ أَشَدَّ مِنْ الْحِجَارَةِ وَإِنَّ مَثَلَكَ يَا أَبَا بَكْرٍ كَمَثَلِ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَام قَالَ مَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ وَمَثَلَكَ يَا أَبَا بَكْرٍ كَمَثَلِ عِيسَى قَالَ إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ وَإِنَّ مَثَلَكَ يَا عُمَرُ كَمَثَلِ نُوحٍ قَالَ رَبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْأَرْضِ مِنْ الْكَافِرِينَ دَيَّارًا وَإِنَّ مِثْلَكَ يَا عُمَرُ كَمَثَلِ مُوسَى قَالَ رَبِّ اشْدُدْ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوا حَتَّى يَرَوْا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ أَنْتُمْ عَالَةٌ فَلَا يَنْفَلِتَنَّ مِنْهُمْ أَحَدٌ إِلَّا بِفِدَاءٍ أَوْ ضَرْبَةِ عُنُقٍ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِلَّا سُهَيْلُ ابْنُ بَيْضَاءَ فَإِنِّي قَدْ سَمِعْتُهُ يَذْكُرُ الْإِسْلَامَ قَالَ فَسَكَتَ قَالَ فَمَا رَأَيْتُنِي فِي يَوْمٍ أَخْوَفَ أَنْ تَقَعَ عَلَيَّ حِجَارَةٌ مِنْ السَّمَاءِ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ حَتَّى قَالَ إِلَّا سُهَيْلُ ابْنُ بَيْضَاءَ قَالَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَكُونَ لَهُ أَسْرَى حَتَّى يُثْخِنَ فِي الْأَرْضِ تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللَّهُ يُرِيدُ الْآخِرَةَ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ إِلَى قَوْلِهِ لَوْلَا كِتَابٌ مِنْ اللَّهِ سَبَقَ لَمَسَّكُمْ فِيمَا أَخَذْتُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Dari Bahrul Widad

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/perbedaan-dalam-islam-sudah-ada-sejak-zaman-nabi.html

Kamis, 25 Juli 2013

LPBINU Sampang Desak Pemerintah Perbaiki Terumbu Karang

Sampang, Santriwati Cantik. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) menilai, kerusakan lingkungan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, tak hanya terjadi di darat tapi juga di laut. Ironisnya, selama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang memandang sebelah mata dalam menyikapi rusaknya terumbu karang di laut.

Menurut Ketua LPBINU Sampang Hasan Jailani, kerusakan alam di dasar laut salah satunya terjadi di perairan Pulau Mandangin, Sampang. Akibat kerusakan itu, tiap tahunnya sebaran terumbu karang di perairan Pulau Mandangin menjadi berkurang.

LPBINU Sampang Desak Pemerintah Perbaiki Terumbu Karang (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Sampang Desak Pemerintah Perbaiki Terumbu Karang (Sumber Gambar : Nu Online)


LPBINU Sampang Desak Pemerintah Perbaiki Terumbu Karang

Untuk itu, kami mengajak Pemerintah Daerah ikut terlibat. Karena salama ini pemerintah tidak pernah menyentuh ke arah pelestaraian terumbu karang. Masyarakat juga harus bersama-sama menjaga alam. Karena kerusakan alam terjadi akibat ulah manusia, tegas pria yang akrab dipanggil Mamak ini, Rabu (16/12/2015).

Mamak menambahkan, untuk menanggulangi kerusakan terumbu karang, pihaknya Selasa, (15/12) kemarin, terlibat dalam kegiatan rehabilitasi Pulau Mandangin bersama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Pesisir dan Kelautan (PPLPK) dan Lembaga Pusat Pengabdian Masyarakat (LPPM).

Santriwati Cantik

Santriwati Cantik

Kegiatan yang diisi dengan aksi penenggelaman terumbu karang dan penataan terumbu karang buatan di peraian Pulau Mandangin tersebut melibatkan penyelam dari LPBINU Sampang, mahasiswa ilmu kelautan Universitas Trunojoyo Madura (UTM), serta warga Pulau Mandangin yang tergabung dalam kelompok konservasi Tase Biru.

Penyelam dari LPBINU Sampang, Parmadi, mengatakan, kondisi terumbu karang di Pulau Mandangin saat ini banyak yang rusak dan berkurang. Salah satu faktornya adalah aksi pengambilan batu karang oleh nelayan dan penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan dengan menggunakan potas.

Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat setempat untuk memberikan pemahaman akan pentingnya menjaga terumbu karang dan lingkungan perairan. Karena terumbu karang menjadi tempat berlindung dan bertelurnya ikan, jadi kalau termbu karang rusak maka ikan tidak ada. Yang rugi juga nelayan karena hasil tangkapan berkurang, papar penyelam yang akrab dipanggil Aar. (Red: Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64343/lpbinu-sampang-desak-pemerintah-perbaiki-terumbu-karang

Rabu, 03 April 2013

Konfercab NU Jombang 2017 Siap Digelar dengan Pendanaan Mandiri

Jombang, Santriwati Cantik. Ketua Panitia Konfercab Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, Munif Khusnan, mengungkapkan, persiapan Konfercab (konferensi cabang) sudah mulai memasuki tahap terakhir, dan beberapa persiapan yang belum rampung dalam waktu dekat ini akan segera terselesaikan.

Pernyataan ini disampaikan Munif dalam acara Tasyakkuran Hari Lahir (harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-94 dan Silatda (silaturahim daerah) kader penggerak NU di Gedung Serbaguna KH Hasbullah Said, Tambakberas, Jombang, Rabu (12/4/17) malam.

Konfercab NU Jombang 2017 Siap Digelar dengan Pendanaan Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab NU Jombang 2017 Siap Digelar dengan Pendanaan Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)


Konfercab NU Jombang 2017 Siap Digelar dengan Pendanaan Mandiri

"Seharusnya pada malam hari ini sudah penyerahan materi dan ID card peserta Konfercab NU Jombang. Tapi karena beberapa hal maka harus ditunda sampai tanggal 15 April 2017," jelasnya.

Ia menambahkan, Konfercab PCNU Jombang yang akan dilaksanakan pada tanggal 22-23 April 2017 di Pondok Pesantren Tebuireng itu sepenuhnya difasilitasi oleh warga Nahdliyin sendiri, khususnya dari sisi pendanaan, sehingga pihak manapun tidak bisa mengintervensi kegiatan NU.

Santriwati Cantik

"Untuk pertama kalinya, dana Konfercab ditanggung oleh warga Nahdliyin sendiri yang tidak ada motif apapun selain niat mengabdi buat NU. Bisa jadi ini adalah langkah pertama bagi PCNU seluruh nusantara," tegasnya.

Di sela-sela kegiatan harlah berlangsung, terpantau di lokasi, LAZISNU Jombang menyerahkan sumbangan dana sebesar 27.028.705 dari sejumlah sumbangan yang dihimpun oleh sejumlah kader penggerak NU pada beberapa bulan terahir.

Santriwati Cantik

"Bantuan dari LAZISNU Jombang ini menambah uang yang sudah terkumpul dari Pengurus Anak Cabang, ranting dan Banom, ini membuktikan bahwa NU bisa mandiri jika mau berusaha," tegasnya. (Syamsul Arifin/Mukafi Niam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76975/konfercab-nu-jombang-2017-siap-digelar-dengan-pendanaan-mandiri

Santriwati Cantik

Senin, 18 Februari 2013

Fatayat Semarang Teguhkan Islam Nusantara

Santriwati Cantik - Pimpinan Cabang Fatayat NU Kota Semarang dilantik secara resmi oleh Ketua Fatayat Jawa Tengah, Khizanaturrohmah di Balaikota, Sabtu (28/8/2016). Hadir dalam pelantikan ini Walikota Semarang bersama istri, Pimpinan DPRD Semarang, PW Fatayat Jawa Tengah, Rois Syuriah KH Hanief Ismail, Ketua Tanfidziyah KH Anasom, MUI, KNPI, Pimpinan Banom, Pimpinan Lajnah dan Ketua OKP.

Fatayat Semarang Teguhkan Islam Nusantara - Santriwati Cantik
Fatayat Semarang Teguhkan Islam Nusantara - Santriwati Cantik


Fatayat Semarang Teguhkan Islam Nusantara

Ketua Fatayat NU Semarang Luluk Idzharotun menegaskan bahwa organisasi pemudi NU ini siap mengawal peneguhan Islam Nusantara. "Banyak problem kebangsaan yang harus diselesaikan dan Fatayat NU berkomitmen untuk menjaga NKRI," tegas Luluk.

Salah satu upaya untuk meneguhkan Islam Nusantara adalah dengan menjaga semangat jam'iyyah NU yang diamanahkan oleh ulama dengan mendamaikan bangsa ini. Fatayat tidak akan pernah lepas dari nasehat ulama dan akan menggarap sektor pemudi NU.

"Untuk menjaga soliditas anggotanya, Fatayat NU Semarang akan mengawali dengan berbagai kegiatan kaderisasi, penguatan aswaja, bela bangsa dan kegiatan dakwah dan sosial lainnya," imbuh Luluk. Kedekatan Fatayat dengan ulama dan umara tentunya yang akan membuat eksistensi Fatayat Semarang semakin kuat hingga basis di kelurahan.

Senada dengan itu, Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah Khizanaturrohmah menegaskan bahwa kader Fatayat harus bisa menjadi generasi NU multi talenta. "Sesuai dengan tema pemberdayaan perempuan tangguh menuju Semarang hebat, diharapkan kader-kader Fatayat mampu menjadi perempuan yang bisa dihandalkan baik sebagai ibu, istri dan utk masyarakat," tegasnya.

Rois Syuriyah KH Hanief Ismail berpesan kepada Fatayat agar istiqamah dalam menjalankan visi keulamaan yang dijunjung tinggi oleh NU. "Kader Fatayat juga perlu menjalankan organisasi dengan santun. Yang pasti semangat Fatayat harus bangkit dan bekerja nyata mendampingi pemudi NU," kata Pengasuh Pondok Pesantren Annasimiyah Semarang ini.

Walikota Semarang Hendrarprihadi menyampaikan apreseasi kepada Fatayat NU Kota Semarang yang telah dilantik. "Saya nitip kepada Fatayat agar bisa bareng-bareng dengan Pemkot untuk menjadikan Ibu Kota Provinsi Jateng ini makin hebat," tegas Walikota yang akrab dipanggil Hendi.

Hendi menegaskan bahwa kalau seringkali dikatakan bahwa rapuhnya negeri ini karena pesimisme dan membenci saudara sendiri, maka Fatayat jangan sampai demikian. "Kader Fatayat harus optimis dan selalu berangkulan untuk menjaga kondusifitas Semarang dan Indonesia," pungkasnya. [Santriwati Cantik/ luluk idzarotunSantriwati Cantik]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/fatayat-semarang-teguhkan-islam-nusantara.html

Selasa, 18 Oktober 2011

Khatib Jumatan Marah-Marah dan Mengafirkan, Jamaah Walk Out

Santriwati Cantik - Kalau di Timur Tengah sana Jumatan bisa dijadikan podium menggelar perang bersama lawan, maka, di Jakarta, Indonesia, jumatan bisa dijadikan alat kampanye dengan cara memaki dan mara-marah.

Khatib Jumatan Marah-Marah dan Mengafirkan, Jamaah Walk Out - Santriwati Cantik
Khatib Jumatan Marah-Marah dan Mengafirkan, Jamaah Walk Out - Santriwati Cantik


Khatib Jumatan Marah-Marah dan Mengafirkan, Jamaah Walk Out

Itu yang diungkapkan oleh Rumadi, salah satu dosen asal Jepara yang belakangan mengkritik cara berkhutbah para khatib di Jakarta. Ini keluhan serta kritik Rumadi terhadap khatib yang menggunakan mimbar khutbah untuk mengafir-ngafirkan orang lain.

---------------------------------

Setelah shalat Jumat hari ini banyak pesan berseliweran melaporkan apa yang dikhotbahkan sang khatib. Banyak khatib di Jakarta yang berkhotbah sambil marah-marah. Mengkafirkan orang-orang yang memlilih cagub kafir. Bahkan, beberapa jamaah ada yang sampai walk out.

Gimana tidak walk out. Di kantor dimarahin atasan, di rumah dimarahin isteri, mau cari ketenangan di masjid, eh malah dimarah-marahin dan dikafir-kafirkan khatib.

Menjadi jamaah di masjid-masjid Jakarta dalam suhu seperti ini kayaknya perlu menyiapkan poster bertuliskan: "Cool man".

Begitu khatibnya mulai ngacau, posternya diangkat bareng. Tidak perlu bicara, karena bisa membatalkan jum'atan. Kalau hanya angkat poster kan tidak batal.

Kalau masih juga tidak mempan, walk out bisa jadi pilihan.

Jakarta, 17 Peb 2017 Rumadi Ahmad

Source: Rumadi ---------------------------------

Beginilah hasil daripada aksi bela-belaan yang menggunakan isu SARA sebagai pelengkap utama penggiringan isu politik Pilkada DKI Jakarta. Khutbah jumat yang harusnya membuat nyaman jadi runyam diwarnai walk out karena ada yang stres. Naudzubillah. [Santriwati Cantik]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/khatib-jumatan-marah-marah-dan-mengafirkan-jamaah-walk-out.html

Kamis, 22 Juli 2010

Menjaga Agar Rumah Bersama Indonesia Tidak Dibajak Intoleransi

Santriwati Cantik - Di awal tahun baru ini, ijinkan saya menulis sebuah refleksi singkat mengenai "rumah" yang bernama "Indonesia". Saya tegaskan sekali lagi, Indonesia itu adalah "rumah bersama". Sejak awal, penghuni rumah ini sudah warna-warni, baik dari sisi etnis maupun agama. Sejak awal pula, bukan hanya kaum Muslim saja yang berkeringat memperjuangkan dan mempertaruhkan harta-jiwa-raga demi rumah Indonesia ini. Berbagai macam agama, ras, dan etnis turut memberi kontribusi bagi pendirian rumah ini.

Menjaga Agar Rumah Bersama Indonesia Tidak Dibajak Intoleransi - Santriwati Cantik
Menjaga Agar Rumah Bersama Indonesia Tidak Dibajak Intoleransi - Santriwati Cantik


Menjaga Agar Rumah Bersama Indonesia Tidak Dibajak Intoleransi

Penegasan ini penting saya lakukan untuk mengingatkan kita semua karena belakangan ini, lantaran didorong oleh kepentingan dan motivasi politik-ekonomi-ideologi tertentu, sejumlah tokoh, ormas/lembaga, dan kelompok agama, khususnya Islam, berusaha mengklaim dan membajak "rumah" ini dengan mengatakan bahwa kaum Muslim-lah yang memperjuangkan dan membangun Indonesia ini dan karena itu wajib atau harus "dinomorsatukan". Tanpa deklarasi kewajiban menomorsatukan umat Islam-pun sebetulnya kaum Muslim sudah dinomorsatukan selama ini.

Menjaga Agar Rumah Bersama Indonesia Tidak Dibajak Intoleransi - Santriwati Cantik
Menjaga Agar Rumah Bersama Indonesia Tidak Dibajak Intoleransi - Santriwati Cantik


Menjaga Agar Rumah Bersama Indonesia Tidak Dibajak Intoleransi

Bacalah (kembali) secara pelan-pelan sejarah rumah Indonesia tercinta ini. Para tokoh bangsa yang terlibat persiapan kemerdekaan negara ini bukan hanya tokoh-tokoh Muslim seperti Bung Karno, Hatta, Natsir, Sjajrir, Yamin, Agus Salim, Kiai Wahid Hasyim, Kiai Abdul Wahab Chasbulah, dlsb. Tetapi juga para tokoh non-Muslim seperti Johannes Leimena, A.A. Maramis, Johannes Latuharhary, I Gusti Ketut Puja, dlsb. Pula, bukan hanya tokoh berdarah Arab seperti Abdurrahman Baswedan atau Hamid Algadri saja yang memperjuangkan kemerdekaan tetapi juga para tokoh Tionghoa seperti Oey Tiang Tjoe, Oey Tjong Hauw, atau Laksamana John Lie Tjeng Tjoan.

Ingat juga bahwa para pahlawan bangsa yang mengobarkan semangat perang, perjuangan, dan perlawanan terhadap Belanda bukan hanya para tokoh Muslim saja tetapi juga non-Muslim. Bukan hanya tokoh-tokoh Muslim saja yang ditangkap, disel, atau dibuang oleh Belanda tetapi juga non-Muslim. Simaklah sejarah heroik Ignatius Joseph Kasimo, I Gusti Ketut Jelantik, Martha Christina Tiahahu, I Gusti Ngurah Rai, Agustinus Adisucipto, Arie Frederik Lasut, Bernard Lapian, Herman Johannes, dan masih banyak lagi.

Para tokoh Muslim dan non-Muslim dari berbagai suku dan daerah bahu-membahu memperjuangkan negara kita tercinta, baik dengan cara perlawanan bersenjata maupun politik diplomasi. Tanpa mereka semua, Indonesia tak pernah ada. Oleh karena itu sungguh tidak pantas dan menyakitkan jika ada sebagian dari para tokoh agama dewasa ini yang mengklaim Indonesia adalah "produk umat Islam" saja.

Karena rumah Indonesia ini dibangun oleh dan hasil jerih payah dari berbagai tokoh agama dan etnis, maka sudah seharusnyalah jika mereka semua mendapatkan hak-hak politik-ekonomi-budaya dan kewajiban yang sama sebagai sesama keluarga dan penghuni rumah Indonesia ini. Mari kita jaga dan rawat Indonesia sebagai "rumah bersama". Jangan sampai rumah indah ini "dibajak" oleh orang-orang dan kelompok arogan, intoleran, dan tidak bertanggung jawab. Kasihan anak-cucu kita kelak di kemudian hari. [Santriwati Cantik]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/menjaga-indonesia-sebagai-rumah-bersama-indonesia-tidak-dibajak.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santriwati Cantik sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santriwati Cantik. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santriwati Cantik dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock