Tampilkan postingan dengan label Sanad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sanad. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juli 2016

Setahun Ngaji ke Ustadz Sosmed, TKW Ini Jadi Tersangka Bom Panci

Santriwati Cantik - Tersangka terorisme di Bekasi, Dian Yulia Novi, menceritakan awal perkenalannya dengan aliran radikal sehingga membuat dia rela menjadi "pengantin" dan siap melakukan aksi bom bunuh diri. Dalam wawancara dengan stasiun televisi TV One di program Kabar Khusus yang disiarkan Selasa malam, 13 Desember 2016, Dian mengaku pertama kali mengenal ajaran radikal lewat sosial media (Sosmed) Facebook.

Dian adalah tersangka teroris yang ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri (Densus 88) di Bintara Jaya, Bekasi, Sabtu, 10 Desember 2016. Menurut polisi, sebuah bom yang dikemas dalam panci siap diledakkan pada Minggu, 11 Desember 2016, saat upacara pergantian penjaga Paspampres di Istana Presiden.

Setahun Ngaji ke Ustadz Sosmed, TKW Ini Jadi Tersangka Bom Panci - Santriwati Cantik
Setahun Ngaji ke Ustadz Sosmed, TKW Ini Jadi Tersangka Bom Panci - Santriwati Cantik


Setahun Ngaji ke Ustadz Sosmed, TKW Ini Jadi Tersangka Bom Panci



Setahun Ngaji ke Ustadz Sosmed, TKW Ini Jadi Tersangka Bom Panci - Santriwati Cantik
Setahun Ngaji ke Ustadz Sosmed, TKW Ini Jadi Tersangka Bom Panci - Santriwati Cantik


Setahun Ngaji ke Ustadz Sosmed, TKW Ini Jadi Tersangka Bom Panci

Dian mengatakan, saat mulai tertarik dengan ajaran radikal, dia masih menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Singapura. Dian mengaku telah mengenakan hijab, tapi belum bercadar. Lewat media sosial, Dian mempelajari paham radikal dengan membaca status yang berbau jihadis lewat Facebook.

"Kurang lebih selama satu tahun saya aktif di Facebook. Namun saya tidak ikut grup apa pun. Saya hanya menyimak dan semakin penasaran. Karena itu, saya memberanikan untuk bertanya," ujar Dian.

Selain membaca status, Dian juga rajin membaca artikel-artikel yang disebar di Facebook. Dian mengaku selama setahun ini telah mengoleksi banyak artikel-artikel tersebut. Selain soal jihadis, Dian mengaku belajar seputar muamalah, fiqih, akidah, dan sejarah Islam.

"Semua saya terapkan. Semua itu bukan dalam bentuk buku, tapi dalam bentuk artikel dan audio voice. Kalau video tidak ada," kata Dian.

Lewat media sosial, Dian berkenalan dengan Nur Solihin. Pria yang juga jadi tersangka terorisme itu menikahi Dian tiga bulan lalu, tepatnya pada Oktober. Dian mengaku hubungannya berlanjut lewat Telegram setelah dikenalkan seseorang. Nur Solihin dan Agus Suproyadi ikut ditangkap dalam kasus bom panci ini.

"Kami tidak taaruf, kami juga tidak bertukar foto. Saya ikhlas berniat untuk mencari rida Allah. Saya juga belum tahu wajah Aa (panggilan Solihin) sebelumnya. Saya yakin saja," ucap Dian.

Meski begitu, Dian mengetahui Solihin sudah beristri dan memiliki anak. Pernikahan pun tetap dilangsungkan tanpa wali. Bahkan, Dian tidak hadir dalam prosesi pernikahannya, sosoknya hanya diwakilkan.

"Saya serahkan semuanya kepada Aa. Saya diwakilkan. Saya tidak tahu siapa yang wakilkan. Sebelum nikah, Aa bilang, ‘Neng, sebentar lagi pernikahan akan dilaksanakan’," tutur Dian.

Sabtu lalu, Densus 88 menangkap seorang perempuan terduga teroris di sebuah rumah kos di Jalan Bintara Jaya VIII, Kota Bekasi, pada Sabtu, 10 Desember 2016. Menurut identifikasi polisi, pelaku ialah Dian Yulia Novi. Selain meringkus Dian, polisi menangkap dua laki-laki, yakni Nur Solihin dan Agus Supriyandi, di sekitar Kalimalang. [Santriwati Cantik]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/setahun-ngaji-ke-ustadz-sosmed-tkw-ini-jadi-tersangka-bom-panci.html

Kamis, 08 Januari 2015

Ucapan Gus Dur yang Terbukti Benar Meski Dianggap Gila

Santriwati Cantik - Almarhum Nurcholis Madjid (Cak Nur) sambil bercanda pernah berkata, “hal yang misterius dan hanya Tuhan yang tahu, selain jodoh, maut, dan rezeki, adalah Gus Dur”.

Gus Dur -allah yarham,- memang begitu misterius, hingga sikap, ucapan dan kebijakan beliau sering disalahpahami orang lain, bahkan oleh sebagian warga nahdhiyin (NU) sendiri. Apalagi musuh-musuh beliau yang menilai bahwa ucapan dan sikap beliau tidak masuk akal, bahkan mereka “men-cap” beliau sebagai orang gila.

Ucapan Gus Dur yang Terbukti Benar Meski Dianggap Gila - Santriwati Cantik
Ucapan Gus Dur yang Terbukti Benar Meski Dianggap Gila - Santriwati Cantik


Ucapan Gus Dur yang Terbukti Benar Meski Dianggap Gila

Namun belakangan, terlebih setelah Gus Dur wafat, sikap dan ucapan beliau yang dianggap tidak masuk akal, ternyata terbukti banyak benarnya.

Seperti yang diceritakan para tokoh Vatikan, saat Gus Dur menjabat sebagai ketua PBNU, beliau mengunjungi Vatikan. Dan sambil guyon Gus Dur berkata bahwa beliau akan datang lagi ke Vatikan tapi tidak sebagai ketua PBNU tapi sebagai seorang Presiden.

Ucapan Gus Dur hanya dianggap candaan oleh para tokoh Vatikan. Dan ternyata pada kunjungan selanjutnya tokoh Vatikan terkaget-kaget karena Gus Dur memang datang sebagai seorang Presiden. Itulah mengapa beliau dijuluki “santo” oleh para tokoh Vatikan.

Saat Gus Dur diminta pertanggung jawaban oleh DPR, dengan gagah berani beliau datang ke gedung bundar dan menghadapi anggota DPR. Di hadapan mereka semua, dengan lantang Gus Dur mengatakan bahwa DPR seperti Taman Kanak-kanak.

Saat itu, banyak anggota DPR yang tersinggung dan menuding Gus Dur gila. Tapi pada kenyataan yang kita lihat saat ini, ternyata apa yang dikatakan Gus Dur, benar-benar terbukti. Anggota DPR senang ketika jalan-jalan dan tidur ketika sidang, senang rebutan proyek, dan punya pernah ada kasus meminta-minta dari "papa minta saham, mama minta s0ftex dan sekarang, si papa malah ada yang minta kasur, dan seterusnya.

Pak Sutarman adalah ajudan Gus Dur, dan Gus Dur pernah berkata pada Pak Sutarman, “nanti Pak Tarman akan jadi Kapolda Metro, setelah itu Pak Tarman akan menjadi Kapolri”. Pada saat itu, Pak Sutarman hanya tertawa karena mengganggap hal itu tidak akan terjadi, bahkan bermimpi menjadi Kapolri pun belum pernah. Dan tepat pada tanggal 23 Oktober 2013, Pak Sutarman ternyata resmi dilantik menjadi Kapolri oleh Presiden SBY.

Pada 8 Januari 2006, Gus Dur pernah mampir ke rumah dinas walikota Solo untuk bertemu dengan beberapa tokoh agama. Saat itu Bung Joko baru 6 bulan menjabat walikota. Dan pada hari itu Gus Dur berkata, “siapapun yang dikehendaki rakyat, termasuk Pak Jokowi ini, kalau dia jadi walikota yang bagus, kelak juga bisa jadi presiden.” Bung Joko hanya senyam-senyum pada waktu itu.

Di pagi hari, Gus Dur meminta Kang Said (KH. Said Aqil Siradj) untuk menyediakan air putih dan roti tawar untuk sarapan. Lalu Gus Dur meminta Kang Said untuk membacakan kitab Ihya’ Ulumuddin.

Baru dibacakan dua paragraf, Gus Dur sudah mendengkur. Lima menit kemudian beliau terbangun dan berkata pada Kang Said, “sampean akan menjadi ketua PBNU di atas usia 55 tahun”.

Pada Muktamar NU ke 30, Kang Said di usia 46 tahun mencalonkan diri menjadi ketua PBNU bersaing dengan KH. Hasyim Muzadi. Dan yang terpilih pada saat itu adalah KH. Hasyim. Selanjutnya, pada muktamar NU ke-32, Kang Said mencalonkan diri lagi menjadi ketua PBNU. Saat itulah beliau terpilih, tepat di usia 56 tahun.

Setelah gagal menjadi gubernur Bangka Belitung, Koh Ahok bertemu Gus Dur dan Gus Dur berkata, “kamu akan menjadi gubernur”. Benar juga, Ahok akhirnya jadi gubernur, tapi bukan di Bangka Belitung.

Guru Besar UGM Profesor Suhardi, pernah menjadi Dirjen di Departemen Kehutanan di era Gus Dur. Di ruang ICCU, berapa hari sebelum wafatnya, Gus Dur berkata kepada sang profesor, "Pak Hardi saya titip bangsa ini. Tolong ikut dikawal Pansus Century di DPR. Besok Kamis saya akan pulang ke Tebuireng dengan diantar banyak orang. Saya sudah ditunggu ayah saya di sana," kata Gus Dur. Beliua meninggal tepat sesuai perkataan.

Masih banyak lagi kisah misterius tentang Gus Dur. Yang membuat tertawa adalah perkataan Gus Dur yang pernah diucapkan kepada Fidel Castro, “saya menjadi presiden dipilih oleh orang-orang gila". Sekarang kita saksikan sendiri bagaimana perilaku mereka yang memilih Gus Dur pada masa itu. [Santriwati Cantik]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/ucapan-gus-dur-yang-terbukti-benar-meski-dianggap-gila.html

Minggu, 05 Oktober 2014

Kondisi Pendidikan Terkini Jadi Perhatian Halal Bihalal IPNU-IPPNU Jatim Lintas Generasi

Surabaya, Santriwati Cantik. Sejumlah kejadian yang melingkupi dunia pendidikan di Tanah Air akan menjadi perhatian aktivis lintas generasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Jawa Timur. Para praktisi dan wakil rakyat akan bertemu dalam kegiatan halal bihalal dan temu alumni lintas generasi, Ahad (24/7) mendatang.

"Kasus dipenjarakannya sejumlah guru akibat melakukan tindakan yang dianggap menyakiti peserta didik tentu akan didiskusikan dari berbagai aspek," kata Sudarsono, Kamis (14/7). Demikian pula terbatasnya sarana dan prasarana bagi lembaga pendidikan negeri serta swasta, juga alokasi anggaran yang mestinya diterima para guru dan praktisi pendidikan, lanjutnya.

Kondisi Pendidikan Terkini Jadi Perhatian Halal Bihalal IPNU-IPPNU Jatim Lintas Generasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kondisi Pendidikan Terkini Jadi Perhatian Halal Bihalal IPNU-IPPNU Jatim Lintas Generasi (Sumber Gambar : Nu Online)


Kondisi Pendidikan Terkini Jadi Perhatian Halal Bihalal IPNU-IPPNU Jatim Lintas Generasi

Berbagai masukan dari sejumlah kota dan kabupaten diharapkan juga mendapat perhatian di acara yang akan berlangsung di Aula PWNU Jatim tersebut. "Termasuk minimnya perhatian pemerintah kepada lembaga pendidikan madrasah dan pesantren," kata mantan Ketua PW IPNU Jatim periode tahun 1988-1992 tersebut. Padahal tidak sedikit pesantren dan madrasah yang telah berusia satu abad dan memberikan pendidikan berkualitas kepada anak bangsa.

Narasumber yang akan dihadirkan adalah wakil rakyat dari DPRD yang membidangi pendidikan. "Juga akan hadir aktivis IPNU yang sekarang menjadi aktif di Dewan Pendidikan Propinsi Jatim," katanya. Dan sebagai perimbangan, akan diundang pula pengamat pendidikan.

Santriwati Cantik

Santriwati Cantik

"Kegiatan nantinya dikemas dalam acara halal bi halal karena masih dalam nuansa bulan Syawal," kata Cak Dar, sapaan akrabnya. Karenanya kegiatan juga sebagai ajang reuni seluruh aktifis, simpatisan, serta kader IPNU dan IPPNU se-Jawa Timur.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Merdeka Surabaya ini mengemukakan bahwa kegiatan ini akan mempertemukan seluruh angkatan kepengurusan. "Kalau PW IPNU Jatim hingga saat ini sudah mencapai periode ke-22, sedangkan kepengurusan IPPNU memasuki periode ke-18," terangnya.

"Dengan pertemuan sekaligus halal bihalal ini akan diketahui, siapa saja para aktifis yang telah membesarkan IPNU serta IPPNU pada periode awal hingga saat ini," katanya. Para generasi muda yang menjabat kepengurusan saat ini harus berterimakasih kepada para senior, demikian pula para pendahulu bisa mengetahui perkembangan badan otonom tersebut, lanjutnya.

Halal bihalal dan temu alumni lintas generasi IPNU dan IPPNU ini akan berlangsung di Aula PWNU Jalan Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya. "Informasi ini sekaligus sebagai undangan bagi rekan IPNU dan IPPNU Jatim di berbagai kota di Tanah Air untuk hadir dan bisa menyampaikan kepada kerabat yang lain," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69713/kondisi-pendidikan-terkini-jadi-perhatian-halal-bihalal-ipnu-ippnu-jatim-lintas-generasi

Sabtu, 29 Juni 2013

Sebab-sebab Perkawinan Dini Temuan Fatayat NU

Jakarta, Santriwati Cantik. Di tahun 2012, di wilayah ASEAN, Indonesia adalah negara dengan jumlah perkawinan anak tertinggi kedua setelah Kamboja (BKKBN 2012). Sementara data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2012 menyebutkan jumlah perempuan yang menikah di usia 10-15 tahun mencapai 11,13 persen; sedangkan perempuan usia 16-18 tahun menikah sebanyak 32,10 persen (BPS, 2013).

Artinya, perempuan yang melangsungkan perkawinan di usia sampai dengan 18 tahun di Indonesia pada tahun 2012 mencapai sekitar 43,23% atau hampir separuh dari jumlah perkawinan yang terjadi.

Sebab-sebab Perkawinan Dini Temuan Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebab-sebab Perkawinan Dini Temuan Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Sebab-sebab Perkawinan Dini Temuan Fatayat NU

Penelitian yang dilakukan Fatayat NU (2016) melalui Pusat Informasi Kesehatan Reproduksi Perempuan (PIKER) dan Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A), menemukan perkawinan anak terjadi karena 3 faktor, yaitu kemiskinan, pemahaman keagamaan, dan tekanan sosial.

Santriwati Cantik

Perkawinan kerap dianggap sebagai jalan keluar dari ketidakberuntungan ekonomi. Orangtua maupun anak melihat perkawinan dapat mengentaskan kemiskinan. Orangtua berharap dengan perkawinan, anak mendapatkan kehidupan lebih baik dan lebih terjamin secara ekonomi. Sedangkan bagi anak, perkawinan sebagai salah satu cara meringankan beban orangtua.

Pemahaman keagamaan juga menjadi faktor mengapa perkawinan anak masih terjadi. Larangan berpacaran dalam Islam dan kekhawatiran zina menjadi salah satu alasan mendasar. Pacaran dianggap melanggar ajaran agama sekaligus bentuk tindakan dosa. Tanggung jawab orangtua dalam menjaga anak (perempuannya) akan terbebas dengan menikahkan mereka. Menikahkan anak juga merupakan salah satu bentuk pemenuhan hak anak yang seharusnya dipenuhi orangtua selain memberikan nama yang baik dan mendidik anak.

Santriwati Cantik

Sementara itu, anak menilai perkawinan yang dijalaninya merupakan bentuk kebaktian. Ajaran agama yang menegaskan birrul walidain (berbuat baik pada orantua) dipahami [salah satunya] dengan tidak menolak keputusan orangtua dalam menikahkan/menjodohkan anaknya. Menolak keputusan orantua adalah dosa, meski hati sang anak sebenarnya tidak ingin menikah di usianya saat itu.

Usia yang dianggap sudah tua meski baru belasan tahun, kunjungan laki-laki, dan kehamilan yang di luar perkawinan menjadi alasan mendasar terjadinya perkawinan anak. Ketika anak sudah berusia belasan tahun, orangtua merasa khawatir anaknya tidak laku jika tidak ada yang melamar. Begitu anak akan masuk usia belasan, orangtua buru-buru mencarikan jodoh untuk sang anak atau menerima pinangan yang ditujukan pada anak perempuannya.

Keyakinan bahwa sekolah tinggi mengakibatkan anak perempuan kesulitan mendapatkan jodoh juga masih ditemukan. Hal ini mengakibatkan anak segera buru-buru ditunangkan dan dinikahkan pada saat masih usia sekolah di tingkat SMP atau SMA.

Selain itu, ketika anak perempuan sudah memiliki pacar dan kerap dikunjungi sang pacar di rumahnya, orangtua merasa risih dengan desas-desus yang muncul. Hal itu menjadikan orangtua merasa penting segera menikahkan anak, agar tidak menjadi sumber gosip dan mempertaruhkan nama keluarga, apalagi sampai terjadi kehamilan. Kehamilan yang terlanjur terjadi menjadi alasan yang tidak dapat ditawar bagi orangtua untuk menikahkan anaknya, tanpa peduli apakah masih usia anak atau sudah dewasa.

Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam kepada 14 perempuan yang pernah menjalani perkawinan anak, tersebar di Jakarta, Depok, Lebak, Jember, Medan, dan Makassar. Perkawinan anak pada penelitian ini terjadi pada anak perempuan dalam rentang usia 12-17 tahun.

Semua pasangan dari anak-anak perempuan ini adalah laki-laki dewasa dari usia 19-32 tahun. Artinya, pola perkawinan anak yang terjadi dalam penelitian ini adalah perkawinan anak perempuan dengan laki-laki dewasa. Dari 14 kasus yang ada, terdapat 2 kasus perkawinan terjadi sebelum terjadinya menstruasi dan 2 kasus yang mengalami kehamilan sebelum perkawinan.

Hasil penelitian yang diketuai Iklilah Muzayyanah Dini Fajriyah disampaikan pada Seminar Kajian Perkawinan Anak dan Startegi Penanggulangannya di hotel Bintang Griya Wiasta Jakarta Pusat, pekan lalu. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75746/sebab-sebab-perkawinan-dini-temuan-fatayat-nu

Santriwati Cantik

Senin, 21 Maret 2011

Memesona, Beginilah Ketika Para Guru Mulia Bertemu

Santriwati Cantik - Satu hal yang saya syukuri di tengah berita menguatnya konservatisme di tubuh umat, kita masih punya para guru mulia yang tanpa lelah memberi kita tetesen ilmu dan hikmah. Di antara para guru mulia itu ada tercatat nama Prof Dr KH Muhammad Quraish Shihab. Abah saya sejak dulu mengajarkan saya untuk memanggil Rektor saya saat di IAIN dulu ini dengan sebutan Habib Quraish.

Saya penggagum berat Habib Quraish. Selalu ada ilmu baru setiap membaca tulisannya ataupun menyimak ceramahnya. Beliau santun, rendah hati, dan mengayomi. Beliau produktif berkarya, dan terus berkarya meski sering difitnah macam-macam.

Memesona, Beginilah Ketika Para Guru Mulia Bertemu - Santriwati Cantik
Memesona, Beginilah Ketika Para Guru Mulia Bertemu - Santriwati Cantik


Memesona, Beginilah Ketika Para Guru Mulia Bertemu

Ketika sahabat saya al-Syekh al-Duktur Faried Saenong mengabarkan bahwa Habib Quraish hendak bersilaturahmi dengan kedua guru mulia lainnya, hati saya begitu bergembira. Hari ini sahabat Faried mengirimkan foto-foto pertemuan Habib Quraish dengan DR KH A Mustafa Bisri di Rembang dan Al-Allamah KH Maimoen Zubair di Sarang. Saya pengagum ketiganya. Duh, berita pertemuan mereka bagaikan setetes air sejuk di padang pasir yang terik. Memesona! (Gus Mus Kecam Pendakwah yang Main Hakim Sendiri).

Foto: Habib Quraish dan KH Maimoen Zubair (1) Foto: Habib Quraish dan KH Maimoen Zubair (2)

Santriwati Cantik

Kabarnya, selain silaturahmi, Habib Quraish meminta doa kedua tokoh pesantren NU ini untuk cucu beliau yang tengah semangat belajar Islam. Kita tentu turut mengaminkan agar dari keturunan beliau muncul tokoh yang melanjutkan tongkat estafet keilmuan yang mencerahkan umat. Foto di atas diambil pada Sabtu (24/12/2016).

Santriwati Cantik

Habib Quraish meminta Gus Mus membaca puisi. Ganti Gus Mus yang meminta Habib Quraish membaca doa. Saat di Sarang, perbincangan Habib Quraish dan Mbah Moen berlangsung dalam bahasa Arab, termasuk saling bertukar joke.

Foto: Habib Quraish Syihab salaman dengan KH Mustofa Bisri (1) Foto: Habib Quraish Syihab sedang berdoa bersama KH Mustofa Bisri (2)

Indah, teladan para guru mulia ini. Semoga Allah memberi umur panjang, kesehatan dan keberkahan kepada Habib Quraish, Mbah Moen dan Gus Mus. Semoga silaturahmi para guru mulia ini dapat menjadi inspirasi kita semua untuk melanjutkan perjuangan mereka menebarkan Islam yang rahmatan lil alamin. [Santriwati Cantik]

Nadirsyah Hosen, Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia - New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School

Oleh Nadirsyah Hosen

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/memesona-beginilah-ketika-para-guru-mulia-bertemu.html

Sabtu, 13 Februari 2010

Multaqo Sufi Mundur Maret

Pekalongan, Santriwati Cantik. Multaqo Sufi Al Alami yang direncanakan akan dilangsungkan 27 Januari mendatang, akhirnya diputuskan mundur pelaksanaannya pada bulan Maret 2013 mendatang.

Mundurnya kegiatan pertemuan ulama sufi internasional pada bulan Maret diputuskan setelah anggota Majelis Tasis menggelar rapat khusus pekan kemarin di Hotel Nirwana Pekalongan Jawa Tengah yang dihadiri oleh 9 delegasi ulama tasawuf dari berbagai penjuru dunia.

Multaqo Sufi Mundur Maret (Sumber Gambar : Nu Online)
Multaqo Sufi Mundur Maret (Sumber Gambar : Nu Online)


Multaqo Sufi Mundur Maret

Habib Muhammad Luthfy bin Yahya Rais Am Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An Nahdiyyah mengatakan, pertemuan perwakilan ulama tasawuf telah menghasilkan beberapa keputusan antara lain mengundang ulang pada ulama luar negeri yang akan menjadi delegasi, menjadwal ulang kegiatan multaqo sufi al alami. Keputusan lain ialah membentuk tim kecil yang terdiri dari ulama Indonesia dan luar negeri untuk melakukan berbagai persiapan multaqo.

Santriwati Cantik

Dikatakan, salah satu keputusan penting ialah menunjuk dirinya sebagai Ketua para ulama sufi tingkat internasional, akan tetapi secara resmi baru akan dideklarasikan pada acara multaqo sufi yang akan berlangsung Maret mendatang.

Santriwati Cantik

Menurut Habib Luthfy, penunjukan dirinya sebagai Ketua Ulama Sufi Internasional merupakan sebuah kepercayaan dunia internasional atas kiprah ulama Indonesia khususnya ulama tasawuf. Tentu kepercayaan ini merupakan amanat yang harus dijalankan dengan sungguh sungguh, untuk membantu masyarakat dunia internasional yang saat ini sedang bergolak, khususnya di negara negara jazirah arabia.

"Mandat ini sungguh berat bagi saya, akan tetapi demi tercapainya perdamaian dunia, khususnya di wilayah semenanjung arabia, saya dengan mengucap bismillah siap menerima amanah ini," ujar Habib Luthfy.

Kegiatan Multaqo Sufi Al Alami sempat mengalami beberapa perubahan waktu pelaksanaan, akan tetapi dengan berbagai pertimbangan yang ada, maka acara ini diundur pelaksanannya pada bulan Maret mendatang.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41989/multaqo-sufi-mundur-maret

Santriwati Cantik

Selasa, 13 Juni 2006

Lakpesdam Klaten: Golput Bisa Memunculkan Masalah Baru

Klaten, Santriwati Cantik. Memilih calon wakil rakyat dan pemimpin dalam Pemilu, merupakan hak bagi seorang warga. Namun, terkadang seorang warga justru memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya alias golput.

Fenomena golput ini, menurut Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Kabupaten Klaten, Syamsul Bakri, bukanlah sebuah jalan yang tepat untuk ditempuh.

Lakpesdam Klaten: Golput Bisa Memunculkan Masalah Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Klaten: Golput Bisa Memunculkan Masalah Baru (Sumber Gambar : Nu Online)


Lakpesdam Klaten: Golput Bisa Memunculkan Masalah Baru

Alih-alih sebagai pemecah masalah, golput ini justru dapat menjadi masalah baru, terang Syamsul saat menjadi narasumber diskusi yang diselenggarakan Lembaga Kajian Pemikiran Islam Darul Afkar (Elkapida), di Unwidha Klaten, Jawa Tengah, Kamis (28/3).

Menurut Syamsul, sebagian masyarakat memilih golput karena apatis dengan dunia politik dan gerah dengan ulah para politikus busuk. Sekalipun demikian, mestinya masyarakat tetap memilih, ujarnya.

Santriwati Cantik

Diibaratkan olehnya pemilu ini seperti menu makanan. Hidangan politik ini, seluruh menunya mungkin tidak menarik dan bahkan mengandung racun. Tapi, mari kita makan yang bakterinya paling sedikit, tutur pengasuh Pesantren Darul Afkar itu. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Santriwati Cantik

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/51090/lakpesdam-klaten-golput-bisa-memunculkan-masalah-baru

Santriwati Cantik

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santriwati Cantik sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santriwati Cantik. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santriwati Cantik dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock