Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Desember 2016

Tak Tanggapi Stigma Bidah Demi Kerukunan Umat Islam

Jakarta, Santriwati Cantik. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengaku tak terlalu serius menanggapi stigma ahli bidah (mengada-ada dalam beribadah) yang diarahkan padanya maupun organisasi yang ia pimpin. Hal itu dilakukannya demi menjaga kerukunan di antara sesama umat Islam di Indonesia.

Dicap bidah-lah, dianggap kurang Islam-lah, saya biarkan aja. Kalau ditanggapi, saya khawatir jadi konflik nantinya. Kalau sudah konflik, meluas, dan akhirnya Islam mudah dipecah-belah, ujar Hasyim kepada wartawan usai menerima kunjungan Duta Besar Swiss untuk Indonesia Bernardino Regazzoni di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (9/1) kemarin.

Presiden World Conference on Religion and Peace (WCRP) itu mengaku, hal yang dilakukannya didasari atas pertengkaran umat Islam di Timur Tengah yang hingga saat ini tak kunjung mereda. Meski sadar bahwa pertengkaran tersebut bukanlah didasari persoalan agamamelainkan konflik politik, menurutnya, hal itu cukup menjadi bukti bahwa umat Islam mudah sekali diadu-domba.

Tak Tanggapi Stigma Bidah Demi Kerukunan Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Tanggapi Stigma Bidah Demi Kerukunan Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)


Tak Tanggapi Stigma Bidah Demi Kerukunan Umat Islam

Ketika umat Islam berhasil diadu-domba, maka, lanjut Hasyim, kondisi tersebut berarti membuka peluang bagi pihak luar untuk memanfaatkan Islam. Hal itulah, katanya, yang sedang terjadi pada umat Islam di Irak, terutama pasca eksekusi mati mantan Presiden Irak Saddam Hussein.

Video eksekusi Saddam terus ditayangkan. Saya yakin, maksudnya itu supaya orang Sunni marah dan berkelahi dengan Syiah. Sementara sekarang kepemimpinan Irak dipegang Syiah. Nah, saat mereka berkelahi, Amerika Serikat masuk ngambil minyak, urai Hasyim yang juga Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars.

Hal yang sama juga ia lakukan ketika sejumlah aset milik warga nahdliyin (sebutan untuk warga NU) seperti masjid dan madrasah diambil-alih oleh kelompok Islam garis keras. Ia yakin, jika ditanggapi apalagi dengan kekerasan, maka akan tumbuh benih-benih perpecahan di antara umat Islam.

Santriwati Cantik

Biarkan saja. Saya tidak mungkin nyuruh warga NU marah dan mengambil lagi masjid atau madrasahnya. Saya yakin, masyarakat sendiri yang nanti akan menentukan sikap. Kalau nggak diadili langsung oleh masyarakat, ya, masjidnya ditinggalin jamaah, ujar Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur itu.

Ditambahkan Hasyim, meski umat Islam di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia relatif tenang. Namun, bukan tidak mungkin ketenangan itu akan diusik, seperti halnya di Timur Tengah. Jangan sampai hal itu (konflik: Red) terjadi di Asia Tenggara, juga di Indonesia. Kuncinya jangan sampai tercerai berai, imbaunya.

Santriwati Cantik

Untuk kepentingan itu, Hasyim akan mengusahakan pertemuan rutin para pemimpin organisasi kemasyarakat (ormas) Islam di Indonesia, tak terkecuali ormas Islam yang tergolong garis keras. Saya ingin tokoh-tokoh Islam Indonesia kumpul, minimal tiga bulan sekali di sini (PBNU). Ya, sekedar silaturrahim aja. Biar kita bisa berkomunikasi dan saling terbuka, harapnya. (rif)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/5811/tak-tanggapi-stigma-bid039ah-demi-kerukunan-umat-islam

Santriwati Cantik

Selasa, 26 Agustus 2014

Songsong Era Digital, 200 IPNU Jatim Dibekali Jurnalistik Televisi

Jombang, Santriwati Cantik. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Timur (Jatim) menggelar pendidikan dan pelatihan Jurnalistik Televisi di Gedung Yusuf Hasyim Lantai III Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang.

Kegiatan bekerja sama antara IPNU Jatim dengan BBS TV pada Rabu (24/12) tersebut mengangkat tema Mencetak Jurnalis Handal dan Profesional.

Songsong Era Digital, 200 IPNU Jatim Dibekali Jurnalistik Televisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Songsong Era Digital, 200 IPNU Jatim Dibekali Jurnalistik Televisi (Sumber Gambar : Nu Online)


Songsong Era Digital, 200 IPNU Jatim Dibekali Jurnalistik Televisi

Menurut Ketua IPNU Jatim Imam Fadli, kegiatan ini untuk menyiapkan anak-anak muda NU menghadapi tantangan dunia digital. Indonesia ke depan mau tidak mau akan memasuki era digital, maka dari itu IPNU-IPPNU harus menyiapkan diri menghadapi era tersebut, kata Imam saat memberikan sambutan.

Masih menurut orang nomor satu di IPNU Jatim itu, pertemuan kader IPNU se Jawa Timur itu juga dalam rangka penganugerahan IPNU Award 2014. Selain itu, terakhir nanti kami juga akan mensosialisasikan peraturan organisasi administrasi kepada seluruh perwakilan pimpinan cabang se-Jatim, pungkasnya.

Santriwati Cantik

Santriwati Cantik

Sebelum acara dibuka Wakil Bupati Jombang Nyai Munjidah Wahab, KH Salahuddin Wahid juga berharap kader IPNU-IPPNU bisa mengaktualisasikan diri di bidang jurnalistik. Kita harus mempunyai TV yang baik, yang mendidik, yang menghibur, dan yang informatif, ungkapnya.

Saat ini, menurut kiai yang akrab disapa Gus Sholah, masih sangat jarang TV yang mengedepankan pendidikan nilai islam. Inilah peluang yang harus dimaksimalkan oleh IPNU-IPPNU, ungkap adik kandung Gus Dur yang juga pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng itu.

Sementara Wabup Jombang Nyai Munjidah Wahab menyambut positif pelaksanaan kegiatan IPNU-IPPNU Jatim diadakan di Jombang supaya bisa lebih mengenal pesantren, karena kota kelahiran Hadratus Syaikh Hasyim Asyari itu dikenal dengan kota santri yang mempunyai ratusan pesantren.

Paling tidak anak-anak IPNU-IPPNU se Jawa Timur ini bisa mengenal dunia pesantren dengan baik. Karena tidak semua anak IPNU-IPPNU paham tentang pesantren. Selain itu nanti mereka juga bisa berziarah ke makam tiga pendiri NU yang ada di Jombang ini, jelas putri KH Wahab Chasbullah itu kepada Santriwati Cantik selesai membuka acara tersebut.

Senada dengan Wabup Jombang, Nur Hidayat Sekretaris PWNU Jatim juga menginginkan anak-anak NU menjaga nilai-nilai pesantren. Ini bisa menjadi titik awal keyakinan rekan-rekan, bahwa banyak jalan menuju kesuksesan. Belajarlah menjaga nilai pesantren untuk di elaborasi dengan dunia jurnalistik, ujar Hidayat.

Agenda yang dijadwalkan selama dua hari ini (Rabu-Kamis/24-25/12) dihadiri lebih 200 peserta delegasi pimpinan cabang IPNU-IPPNU se Jatim. Setiap cabang mendelegasikan minimal dua orang, tapi banyak juga yang mengutus sampai empat orang, tutur Ahmad Rosyid, Ketua PC IPNU Jombang.

Hadir pada kesempatan itu KH Taufiq Jalil, pembina IPNU-IPPNU Jombang, serta Idi Muzayyad dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat yang menjadi pembicara dalam stadium general sebelum diklat jurnalistik TV. (Romza/Abdullah)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/56597/songsong-era-digital-200-ipnu-jatim-dibekali-jurnalistik-televisi

Jumat, 13 Desember 2013

Penetapan Fatwa NU sudah Komprehensif

Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) merupakan perangkat organisasi Nahdlatul Ulama (NU) bertugas menyelenggarakan forum bahtsul masail atau kajian hukum Islam, dalam hal ini berkaitan dengan fatwa. Bahtsul masail melibatkan para kiai yang berada di jajaran syuriyah maupun para ahli fikih yang tersebar di berbagai pondok pesantren.

Perkembangan mutakhir mengantarkan bahtsul masail turut merespon isu-isu hukum kontemporer. Akan tetapi, sudut pandang tradisional yang dipakai kadang memancing kritik dari sejumlah pihak. Misalnya, bahtsul masail mendapat tudingan sebagai anti konteks, konservatif, dan lain-lain. Berikut wawancara Mahbib Khoiron dari Santriwati Cantik dengan Wakil Ketua Pengurus Pusat LBM NU, KH Arwani Faisal.

Penetapan Fatwa NU sudah Komprehensif (Sumber Gambar : Nu Online)
Penetapan Fatwa NU sudah Komprehensif (Sumber Gambar : Nu Online)


Penetapan Fatwa NU sudah Komprehensif

Bagaimana LBM menanggapi kritik beberapa akademisi bahwa bahtsul masail selama ini kurang ilmiah dalam menyikapi kasus hukum?

Menurut saya itu karena mereka belum paham. Mereka mengerti hukum Islam baru secara dhahir saja. Justru cara yang ditempuh oleh NU setiap kali membahas hukum itu lebih general dan lebih transparan. Karena, banyak langkah yang harus dilalui. Pertama, harus mengulas pandangan ulama mujtahid dari berbagai mazhab. Dalam satu mazhab sudah ada perbedaan pandangan, apalagi menginventarisir mazhab-mazhab lain. Dari sekian pendapat-pendapat itu kita telusuri dalil-dalil yang digunakan. Itulah yang dimaksud proses istidlal (penerapan dalil). Terus kita telusuri juga proses istinbath-nya (penggalian hukum). Baru nanti kita tentukan mana yang lebih kuat dari sekian banyak pendapat itu. Jadi lebih general dan lebih transparan ketimbang orang yang langsung mengambil ayat untuk memutuskan hukum.

Santriwati Cantik

Santriwati Cantik

Apakah konteks historis dari pendapat-pendapat ulama itu juga dibahas?

Kalau untuk fatwa memang jawabannya singkat padat. Fatwa di manapun jawaban dipaparkan secara ringkas, bukan uraian kajian buku atau kitab. Kalau soal berdasarkan istidlal dan istinbath itu sudah pasti. Makanya yang mengerti fatwa itu hanya orang-orang yang benar-benar menguasai proses istinbatul hukmi; dari proses istidlal, istinbath, sampai ke tarjih (pemilihan pendapat yang terkuat). Kalau pihak akademisi mengritik berarti mereka baru kenal Islam.

Kalau soal sejarah dan konteks, sejauhmana petingnya dalam pengambilan hukum?

Sejarah itu sebagai sababun nuzul saja. Sebab turunnya suatu dalil. Itu kan tidak mutlak jadi putusan hukum. Sebab hukum itu lebih luas, sementara sababun nuzul itu sifatnya khusus. Makanya ada pernyataan al-ibrah bi umumil lafdh la bi khususis sabab (hukum mengacu pada teks, bukan konteks). Itu kaidah ushul fiqh. Jadi yang dipandang itu dalalah. Dalil secara umum, bukan sebab yang lebih khusus itu.

Suatu contoh, ketika di antara para shahabat bertanya tentang air laut, suci apa nggak? sementara air tawar tidak ditemukan. Nah, Rasulullah menyatakan, at-thuhur mauhu. Artinya, suci airnya (air laut). Rasulullah saat ditanya itu kan dalam kondisi tidak ditemukannya air tawar, tapi itu bukan berarti kita hanya boleh menggunakan air laut. Bukan begitu. Meskipun ada air tawar, air laut juga suci. Lha, itu artinya al-ibrah bi umumil lafdh la bi khususis sabab.

Kalau pentingnya konteks kekinian dalam proses penetapan hukum?

Oh, itu hal biasa. Konteks kekinian tetap menjadi pertimbangan. Tapi harus dipilah tentang aspek-aspek hukumnya. Masalikul illat-nya atau reason of law-nya. Jadi tidak konteks itu dibawa secara utuh. Keterlibatan konteks itu pasti, karena justru yang dijawab itu kan persoalan konteks. Substansi persoalnnya kan konteks itu. Tapi tidak serta-merta mengambil unsur illat (alasan) hukum. Illat hukum dalam konteks itu kan banyak sekali. Illat hukum itulah nanti yang akan dibahas. Maksudnya, apakah mengandung mashlahah (kebaikan/kemanfaatan) atau mafsadah (kerusakan/mudarat), ada landasan hukumnya atau tidak, dan sebagainya. Jadi kajian hukum itu sangat general. Jadi tidak bisa dipahami dari secara tekstual dari al-Quran dan as-Sunnah, tapi harus diuji dulu bagaimana istidlal. Pembahasan istidlal nanti mengarah pada bagaimana wajhud dalalah-nya (aspek dalil), dikaji dari segi istinbath-nya. Putusan hukum yang didasari dengan illat.

Apakah proses penetapan hukum juga melibatkan pakar-pakar lain di luar bidang fiqh?

Setiap bahas hukum pasti melibatkan ahli. Karena hukum diputuskan berdasarkan orang-orang ahli itu. Satu contoh misalkan ketika membahas vaksin meningitis atau vaksin polio. Kita harus ngerti unsur-unsurnya apa saja yang terkait dengan hukum. Pasti, setiap membahas hukum ada tahqiq. Itu namanya tahqiqul manat. Kalau ada pemikir yang menyebut tidak melibatkan ahli tidak benar. Kalau nggak melibatkan mereka mungkin iya karena mereka bukan orang ahli. Itu lho persoalannya.

Pernah ada masyarakat yang tidak puas terhadap keputusan bahtsul masail?

Alhamdulillah tidak ada. Justru apa yang diputuskan selama ini diterima masyarakat dengan baik.

Kadang-kadang kita mengenal sikap mauquf, itu maksudnya apa

Tida ada. Nggak pernah ada kajian yang sifatnya mauquf. Tidak ada. Mauquf itu artinya persoalan belum bisa diputuskan hukumnya. Selama ini belum pernah ada. Semua dibahas tuntas, karena kajian bersifat general dan transparan itu. General terkait dengan pembahasan hukum, lho ya. Komprehensif.

Untuk akumulasi masalah di daerah-daerah, cara LMB seperti apa?

Kalau persoalan di wilayah akan dibahas oleh wilayah. Karena pengurus wilayah sampai pengurus cabang punya lembaga bahtsul masailnya. Jadi mereka punya otoritas untuk melaksanakan bahtsul masail, dan mereka bener-bener mandiri. LBM Pusat (Pengurus Pusat LBM NU, Red) tidak mempengaruhi. Jadi sangat mandiri.

Tidak ada klasifikasi putusan benar-salah. Mereka memutuskan kan dasarnya jelas. Dengan kajian yang sifanya komprehensif dan transparan, karena diawali kajian pandangan ulama mujtahid yang empat mazhab itu.

Yang dilakuan PP LBM NU terhadap segenap putusan di daerah?

LBM PBNU melakukan tahqiq atau verifikasi keputusan-keputusan wilayah yang dikirimkan atau dimintakan dilakukan tahqiq, kalau nggak, ya nggak. Jadi sebatas melakukan tahqiq keputusan-keputusan wilayah yang dimintakan kepada LBM PBNU untuk mentahqiq. Dan tidak ada ketentuan bahwa keputusan wilayah itu harus ditahqiq oleh LBM PBNU.

Menjelang kampanye pemilu atau pilkada, ada yang menemukan surat edaran bahtsul masail yang memihak politisi tertentu, itu bagaimana?

Itu oknum-oknum tertentu yang ingin memanfaatkan keputusan hukum di NU untuk kepentingan partai atau politik. Kalau memang terjadi, hal itu di luar sepengetahuan LBM PBNU. Bisa jadi hal-hal itu dilakukan oleh orang atau sekelompok orang yang tidak senang dengan NU.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari (Wawancara) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/37207/penetapan-fatwa-nu-sudah-komprehensif

Santriwati Cantik

Minggu, 05 Februari 2012

Perancis Mengelak Bertanggung Jawab atas Mali

Jakarta, Santriwati Cantik. Perancis tidak mau bertanggung jawab atas kematian warga sipil di Mali, kata perwakilan Departemen Pertahanan Rusia seperti dilansir kantor berita Russia Today.

Perancis menyangkal laporan korban sipil dalam serangan udara militer, dengan menyatakan tak ada bukti yang mendukung klaim tersebut.

Perancis Mengelak Bertanggung Jawab atas Mali (Sumber Gambar : Nu Online)
Perancis Mengelak Bertanggung Jawab atas Mali (Sumber Gambar : Nu Online)


Perancis Mengelak Bertanggung Jawab atas Mali

Amnesty International telah meminta pemerintah Perancis untuk melakukan penyelidikan terhadap laporan kematian warga sipil selama serangan militer di Mali, sejak 11 Januari lalu. Menurut catatan organisasi tersebut setidaknya lima warga sipil, termasuk seorang wanita dan tiga anaknya tewas dalam serangan di kota Konna.

Saya mendengar dugaan itu. Tapi jelas tak ada bukti-bukti yang menunjukkan warga sipil tewas selama serangan militer Perancis di wilayah Konna. Bukti-bukti yang saya miliki sangat komprehensif, kata juru bicara militer Perancis Kolonel Thierry Burkhard menampik.

Santriwati Cantik

Ia melanjutkan bahwa jika ada korban sipil di sana atau di tempat lain di Mali, Perancis tidak dapat bertanggung jawab karena tidak ada bukti keterlibatannya.

Laporan para saksi yang dikumpulkan oleh Amnesty mengatakan, roket yang ditembakkan dari helikopter itu menghancurkan rumah korban di pagi hari tanggal 11 Januari. Tidak ada target militan di rumah atau masjid terdekat, juga tak ada serangan apapun dari militan, tapi sejumlah pejuang Islam memang berada di persimpangan berjarak 150 meter, seperti dinyatakan Amnesty.

Santriwati Cantik

Bukhard membantah keterlibatannya dan mengatakan bahwa, menurut intelijen Perancis, serangan yang menewaskan warga sipil itu dilakukan pada jam 11 siang waktu setempat, sementara pasukan Perancis hanya memulai serangan mereka di tengah hari.

Dia mengelak, dengan mengatakan bentrokan antara pasukan keamanan Mali dan kelompok teroris di daerah tersebut yang harus disalahkan.

Ada bentrokan signifikan antara pasukan Mali dan kelompok teroris, yang dipersenjatai dengan peluncur roket, ujar Bukhard. Ia pun menambahkan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan serangan (Perancis) melukai atau membunuh warga sipil.

Aksi Bunuh balasan

Kelompok-kelompok Pejuang Hak Asasi Manusia juga menaruh perhatian terhadap luasnya laporan mengenai aksi bunuh balasan di Mali ketika Perancis membantu orang-orang Mali untuk merebut pemukiman dari kontrol kaum militan.

Bukhard telah mengkonfirmasi laporan-laporan mengenai tindakan balas dendam terhadap para pendukung kelompok teroris sejak awal pendudukan pada 2011.

Amnesty International menegaskan dalam sebuah laporan bahwa pembunuhan balasan tersebut tidak hanya dilakukan oleh warga sipil, tetapi juga oleh anggota pasukan keamanan Mali yang terlibat dalam kekerasan balas dendam. Pekan lalu tiga militan yang ditangkap oleh pasukan keamanan Mali mengatakan kepada kantor berita AFP yang bermarkas di Paris bahwa mereka disiksa oleh tentara, dengan menggunakan teknik waterboarding.

Tiga tersangka militan juga ditahan dalam sel tanah di bekas kamp militer di Timbuktu, menurut wartawan AP yang berbicara kepada para korban tersebut.

The Human Rights Watch juga memperingatkan kemungkinan pelanggaran yang lebih banyak saat pasukan Perancis dan tentara Mali bergerak ke arah utara.

Jika mereka (tentara Perancis) menyaksikan tindakan balas dendam tersebut, mereka wajib campur tangan dan melaporkan kejadian tersebut segera, kata Bukhard. Ia pun menambahkan bahwa tentara Mali secara aktif bekerja untuk membasmi aksi bunuh balasan tersebut. Namun sayangnya Burkhard tidak meyebutkan kasus intervensi apapun yang dilakukan oleh Perancis.

Serangan Perancis di Mali sekarang telah memasuki minggu keempat, dengan mengerahkan sekitar 4.000 tentara. Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius mengatakan kepada pers bahwa Paris dapat mulai mengurangi kehadiran pasukannya di Mali pada awal Maret.

Sementara itu, Kantor Berita Associated Press (AP) melaporkan, seorang pembom bunuh diri menghantam sebuah pos pemeriksaan di utara Mali, Jumat (8/2), yang menewaskan dirinya sendiri dalam aksi bom bunuh diri untuk pertama kalinya sejak pasukan militer Perancis campur tangan di negara Afrika bagian utara yang dikuasai militant Islam bersenjata.

Dan di ibu kota Bamako, jauh ke arah selatan, tentara dari sebuah unit yang berafiliasi dengan pemimpin kudeta militer tahun lalu di Mali menyerbu perkemahan pasukan Baret Merah pengawal presiden, Jumat pagi. Setidaknya satu orang tewas dan lima orang terluka, kata beberapa saksi mata. Pertumpahan darah tersebut menegaskan bahwa militer Mali sedang berantakan.

Redaktur : Hamzah Sahal

Kontributor : Mh Nurul Huda

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/42395/perancis-mengelak-bertanggung-jawab-atas-mali

Santriwati Cantik

Senin, 18 Juli 2011

KH Maimoen Zubair: Bisa Jadi, Orang Masuk Surga Bukan Karena Shalatnya

Santriwati Cantik - KH Maimoen Zubair mengatakan, jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah, barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akhirat. Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju surga.

KH Maimoen Zubair: Bisa Jadi, Orang Masuk Surga Bukan Karena Shalatnya - Santriwati Cantik
KH Maimoen Zubair: Bisa Jadi, Orang Masuk Surga Bukan Karena Shalatnya - Santriwati Cantik


KH Maimoen Zubair: Bisa Jadi, Orang Masuk Surga Bukan Karena Shalatnya

Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga. Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia, barangkali itu menjadi sebab kelapangan rejekimu di dunia.

KH Maimoen Zubair: Bisa Jadi, Orang Masuk Surga Bukan Karena Shalatnya - Santriwati Cantik
KH Maimoen Zubair: Bisa Jadi, Orang Masuk Surga Bukan Karena Shalatnya - Santriwati Cantik


KH Maimoen Zubair: Bisa Jadi, Orang Masuk Surga Bukan Karena Shalatnya



KH Maimoen Zubair: Bisa Jadi, Orang Masuk Surga Bukan Karena Shalatnya - Santriwati Cantik
KH Maimoen Zubair: Bisa Jadi, Orang Masuk Surga Bukan Karena Shalatnya - Santriwati Cantik


KH Maimoen Zubair: Bisa Jadi, Orang Masuk Surga Bukan Karena Shalatnya

Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba' ta' kepada anak-anakmu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu, yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu. Jika engkau tidak bisa berbuat kebaikan sama sekali, maka, tahanlah tangan dan lisanmu dari menyakiti. Setidaknya itu menjadi sedekah untuk dirimu.

Al-Imam Ibnul Mubarak Rahimahullah berkata: رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ. yang artinya: "Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya".

Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang shalat malamnya, tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda.

Rasulullah bersabda: « لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ », artinya: "jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya) bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum".(HR. Muslim).

Mari isi hari dengan tidak membuat dan menebarkan fitnah kepada orang lain. Agar tidak ada saling tuduh fitnah. Shihibul fitnah harus dihentikan demi kebaikan bersama, jalan menuju surga dan kelancaran dakwah rahmatan lil alamin. [Santriwati Cantik]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/kh-maimoen-zubair-bisa-jadi-orang-masuk-surga-bukan-karena-shalatnya.html

Selasa, 21 Juni 2011

Bongkar Hoax Energi Al Maidah 51 yang Dibuat Atas Nama KH Mustain Syafii Jombang

Santriwati Cantik - Lagi, hoax telah membuat opini massa ngeri-ngeri sedap. Kali ini yang jadi sasaran adalah KH Ahmad Musta'in Syafii, dari Jombang. Sejak 3 Desember 2016, broadcast berjudul energi Al Maidah 51 tersebut dibuat oleh oknum tidak bertanggungjawab yang mengatasnamkan kiai NU untuk dibenturkan lagi dengan kiai NU. Begitulah cara kerja kaum sumbu pendek pendukung aksi sableng 212.

Bongkar Hoax Energi Al Maidah 51 yang Dibuat Atas Nama KH Mustain Syafii Jombang - Santriwati Cantik
Bongkar Hoax Energi Al Maidah 51 yang Dibuat Atas Nama KH Mustain Syafii Jombang - Santriwati Cantik


Bongkar Hoax Energi Al Maidah 51 yang Dibuat Atas Nama KH Mustain Syafii Jombang

Dalam artikel tersebut, Kiai Mustain disebut-sebut menuduh secara sindiran kalau oknum kiai PBNU adalah apara kiai seni yang lunak kepada kafir, tapi beringat kepada muslim. Ini tuduhan yang sangat keji.

"Mereka sudah mulai tidak sudi dan meninggalkan gaya PBNU yg tidak jelas. Sok toleransi, tapi tak ada aksi. Berdalih ;"RAHMATAN LIL 'ALAMIN", Tapi sejatinya "ADL'AFUL IMAN"." Tulis BC hoax tersebut.

Bahkan, BC htersebut juga menyinggung pendirian NKRI sebagai milik Allah, khas HTI. "Mestinya penguasa dan para cukong sadar, bahwa negeri ini lebih didirikan oleh teriak "Allah Akbar" ketimbang "Haliluya"". Begitu provokasi murahan BC tersebut.

Setelah viral selama 3 hari, akhirnya, klarifikasi datang dari Kiai Mutain. Dalam beberapa grup WhatsApp beredar kalau tulisan berjudul "Energi Al Maidah 51" tersebut adalah tidak benar. Ini screenshoot kabar hoax yang mengadu domba antar kiai NU dari pendukung aksi sableng 212 tersebut:

KlarifikasiSurat Terbuka KH Mutain Syafii Dalam klarifikasi tersebut, PAC Ansor Jombang langsung datang melakukan tabayun kepada Cak Masrukhin yang merupakan asisten pribadi KH Mutain Syafii. Adapun surat terbuka yang beredar tersebut lengkapnya sebagai berikut:

=================

Dari Jombang

Untuk Para Pemimpin PBNU

DAHSYATNYA ENERGI AL-MAIDAH:51

Oleh: DR.KH Ahmad Musta'in Syafi'ie

Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur

Sekian lama kiai toleransi sengaja, "menyembunyikan-mu", wahai al-Maidah: 51. Ternyata Pemilikmu tersinggung. Lalu, dengan cara-Nya sendiri Dia bertindak. Cukup lidah Ahok diplesetkan dan NKRI tersentak menggelegar, menggelepar.

Kita petik hikmahnya :

1. Aksi 411 and 212 adalah bukti bhw Allah SWT itu ada dan kehendakNya tidak bisa dibendung oleh siapapun. Pemerintah terpaksa harus mengalah, padahal sebelum nya Jokowi sudah pamer militer. Kini aksi diarahkan menjadi doa. Ternyata malah punya daya tarik yg luar biasa. Seluruh negeri menyambut dengan nama berbeda, aksi Nusantara Bersatu, istighatsah militer dll.

Negara jg terpaksa mengeluarkan dana sangat besar utk menfasilitasi aksi 212. Aparat di jalanan terpaksa harus menyesuaikan diri dg menggunakan simbol-simbol islam. Polisi pakai surban putih, membuat tim khusus bernama ASMAUL HUSNA, polwan serentak berjilbab, Habib papan atas memimpin istighatsah pakai ikat merah-putih melilit kepala. Lucu (?).

Mungkin Tuhan sedang menjewer telinga kita, agar selalu "putih" dlm mengemban amanat.

2. Mestinya penguasa dan para cukong sadar, bahwa negeri ini lebih didirikan oleh teriak "Allah Akbar" ketimbang "Haliluya". Umat islam yg selama ini diam, kini sebagian kecil berani menunjukkan jati dirinya secara alamiah dan sangat militan. Inilah yg disebut "silent majority". Maka jangan coba-coba mengusik "air tenang" jika tidak ingin hanyut.

3. Aksi ini sungguh peringatan, bahwa: tasamuh, tawazun, tawassut yg dislogankan NU itu perlu ditinjau kembali. Bukan pada konsepnya, tapi praktiknya. Di samping ada batasan, wajib apa pengawalan yg tegas dan bijak. Sadarlah, betapa kaum Nahdliyin diam-diam mengapresiasi aksi ini secara suka rela. Artinya, mereka sudah mulai tidak sudi dan meninggalkan gaya PBNU yg tidak jelas. Sok toleransi, tapi tak ada aksi. Berdalih ;"RAHMATAN LIL 'ALAMIN", Tapi sejatinya "ADL'AFUL IMAN".

Dialah Rasulullah SAW, saat pribadinya disakiti, memaaf. Jika agama dinista, beliau marah besar. Beberapa suku dan pribadi dikutuk dan dilaknat. Mukmin beneran itu tegas-keras kepada kafir, berkasih sayang sesama mukmin, "asyidda' 'ala al-kuffar, ruhama' bainahum"

(Al-Fath:29).

Tapi sebagian oknum PBNU, kiai toleransi, kiai seni sekarang cenderung sebaliknya, "asyidda' 'ala al-mukminin, ruhama' bain al-kuffar". (?)

4. Gus Mus yg membid'ahkan shalat jum'at di jalan raya dan kiai Sa'id yg menghukumi tidaak sah sekarang diam soal shalat jum'at di Silang Monas. Wonten punopo kiai?. Begitulah bila fatwa ber aroma dan tendensius, hanya melihat illat hukum secara pendek dan sesaat.

Terlalu naif menggunakan ikhtifah fiqih untuk kepentingan politik. Benar, jika itu mengganggu lalu lintas. Tapi hanya sebentar dan hanya pengguna jalan yg ketepatan lewat. Setelahnya , ada masalah sangat besar bagi umat islam pada umumnya. Masalah inilah yg tidak beliau lihat. Lagian, tradisi kita sudah biasa menutup jalan utk majlis dzikir, istighatsah, termasuk haul Gus Dur di pesantren Tebuireng.

Gus Mus pernah mencak-mencak saat amaliah kaum Nahdliyin dibid'ahkan, tapi sekarang ganti membid'ahkan sesama muslim, "bid'ah besar". Ternyata, amunisi bid'ah yg ditembakkan Gus Mus ini lebih besar dibanding bid'ah yg ditembakkan nonnahdliyin.

Sekedar membaca sejarah, bahwa zaman Khalifah Umar ibn al-Khattab, tentara islam shalat jum'at di jalan sebelum menaklukkan negeri futuhat. Sultan Muhammad al-Fatih shalat jum'at di sepanjang pantai Marmara sebelum menjebol benteng Konstatinopel. Inilah awal khilafah Utsmniyah berdiri. Sekali lagi, orang 'alim mesti melihat sisi maslahah jauh ke depan ketimbang illat "bid'ah" sesaat.

Hadana Allah

======================

Hati-hati atas broadcast yang bersifat provokasi, yang mengajak revolusi, boikot, lempar-lemparan jumrah dan lainnya, bisa dipastikan berasal para pendukung aksi demo 212 bersumbu pendek jika berkaitan dengan "indahnya monas pada 212". Luar nampak damai, tapi dalam hati mereka, berkecamuk ingin perang. Tunggu laporan berikutnya. [Santriwati Cantik]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/bongkar-hoax-energi-al-maidah-51-yang-dibuat-atas-nama-kh-mutain-syafii.html

Jumat, 06 Agustus 2010

PBNU: Hentikan Pengiriman TKW Ke Arab Saudi

Muara Teweh, Santriwati Cantik

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj meminta kepada pemerintah untuk menghentikan pengiriman tenaga kerja wanita ke Arab Saudi. "Sikap NU untuk meminta dihentikan pengiriman tenaga kerja wanita (TKW) ini merupakan solusi terbaik dan strategis agar martabat bangsa tidak direndahkan, kecuali tenaga kerja pria," kata Said Aqil Siradj kepada wartawan disela tablig akbar di Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Senin malam (27/6).

Menurut Said Aqil, penghentian pengiriman TKW ke negara tersebut sudah pernah dia sampaikan, sejak tahun 1985 kepada Menteri Tenaga Kerja RI saat masih dijabat Soedomo dan Kedubes RI untuk Arab Saudi Akhmad Tjipto Soediro.

PBNU: Hentikan Pengiriman TKW Ke Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Hentikan Pengiriman TKW Ke Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU: Hentikan Pengiriman TKW Ke Arab Saudi

Permintaan ini, kata dia, karena di negeri tersebut tidak ada Ormas, LSM dan lainnya yang bisa mengungkapkan apakah orang itu benar-benar bersalah hingga berlakunya hukum qisos. Orang Arab dalam melakukan hukuman sangat tertutup serta dalam masalah hukuman pancung siapapun tidak ada yang bisa membela kecuali ahli waris.

Santriwati Cantik

"Raja Faisal saja ditembak mati oleh keponakannya, hingga akhirnya keponakannya itu dihukum pancung. Walaupun orang tuanya sudah meminta maaf," kata Said.

Kunjungan Said Agil ke Muara Teweh Kabupaten Barito Utara ini dalam rangka Hari Lahir (Harlah) NU ke-85 tingkat kabupaten yang didampingi Rois Syuriyah PB NU Arthani Hasbi dan Roi Syuriah PWNU Kalteng KH Anwar Isya serta Sekretaris umum PWNU Kalteng H Wahyudi F Dirun.

Santriwati Cantik

Pada peringatan harlah itu digelar tablig akbar dengan pembicara Said Agil pada Senin (27/6) malam yang dihadiri Bupati Barito Utara, Achmad Yuliansyah di halaman Masjid Raya Siraotal Mustaqim Muara Teweh.

Redaktur : Syaifullah Amin

Sumber : Antara

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/32744/pbnu-hentikan-pengiriman-tkw-ke-arab-saudi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santriwati Cantik sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santriwati Cantik. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santriwati Cantik dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock