Tampilkan postingan dengan label Muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslim. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Desember 2016

Tak Tanggapi Stigma Bidah Demi Kerukunan Umat Islam

Jakarta, Santriwati Cantik. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengaku tak terlalu serius menanggapi stigma ahli bidah (mengada-ada dalam beribadah) yang diarahkan padanya maupun organisasi yang ia pimpin. Hal itu dilakukannya demi menjaga kerukunan di antara sesama umat Islam di Indonesia.

Dicap bidah-lah, dianggap kurang Islam-lah, saya biarkan aja. Kalau ditanggapi, saya khawatir jadi konflik nantinya. Kalau sudah konflik, meluas, dan akhirnya Islam mudah dipecah-belah, ujar Hasyim kepada wartawan usai menerima kunjungan Duta Besar Swiss untuk Indonesia Bernardino Regazzoni di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (9/1) kemarin.

Presiden World Conference on Religion and Peace (WCRP) itu mengaku, hal yang dilakukannya didasari atas pertengkaran umat Islam di Timur Tengah yang hingga saat ini tak kunjung mereda. Meski sadar bahwa pertengkaran tersebut bukanlah didasari persoalan agamamelainkan konflik politik, menurutnya, hal itu cukup menjadi bukti bahwa umat Islam mudah sekali diadu-domba.

Tak Tanggapi Stigma Bidah Demi Kerukunan Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Tanggapi Stigma Bidah Demi Kerukunan Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)


Tak Tanggapi Stigma Bidah Demi Kerukunan Umat Islam

Ketika umat Islam berhasil diadu-domba, maka, lanjut Hasyim, kondisi tersebut berarti membuka peluang bagi pihak luar untuk memanfaatkan Islam. Hal itulah, katanya, yang sedang terjadi pada umat Islam di Irak, terutama pasca eksekusi mati mantan Presiden Irak Saddam Hussein.

Video eksekusi Saddam terus ditayangkan. Saya yakin, maksudnya itu supaya orang Sunni marah dan berkelahi dengan Syiah. Sementara sekarang kepemimpinan Irak dipegang Syiah. Nah, saat mereka berkelahi, Amerika Serikat masuk ngambil minyak, urai Hasyim yang juga Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars.

Hal yang sama juga ia lakukan ketika sejumlah aset milik warga nahdliyin (sebutan untuk warga NU) seperti masjid dan madrasah diambil-alih oleh kelompok Islam garis keras. Ia yakin, jika ditanggapi apalagi dengan kekerasan, maka akan tumbuh benih-benih perpecahan di antara umat Islam.

Santriwati Cantik

Biarkan saja. Saya tidak mungkin nyuruh warga NU marah dan mengambil lagi masjid atau madrasahnya. Saya yakin, masyarakat sendiri yang nanti akan menentukan sikap. Kalau nggak diadili langsung oleh masyarakat, ya, masjidnya ditinggalin jamaah, ujar Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur itu.

Ditambahkan Hasyim, meski umat Islam di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia relatif tenang. Namun, bukan tidak mungkin ketenangan itu akan diusik, seperti halnya di Timur Tengah. Jangan sampai hal itu (konflik: Red) terjadi di Asia Tenggara, juga di Indonesia. Kuncinya jangan sampai tercerai berai, imbaunya.

Santriwati Cantik

Untuk kepentingan itu, Hasyim akan mengusahakan pertemuan rutin para pemimpin organisasi kemasyarakat (ormas) Islam di Indonesia, tak terkecuali ormas Islam yang tergolong garis keras. Saya ingin tokoh-tokoh Islam Indonesia kumpul, minimal tiga bulan sekali di sini (PBNU). Ya, sekedar silaturrahim aja. Biar kita bisa berkomunikasi dan saling terbuka, harapnya. (rif)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/5811/tak-tanggapi-stigma-bid039ah-demi-kerukunan-umat-islam

Santriwati Cantik

Selasa, 30 Agustus 2016

Muslimat NU Jepara Fokus pada Tiga Garapan

Jepara, Santriwati Cantik. Pimpinan Cabang Muslimat NU Jepara masa khidmah kepengurusan 2015-2020 akan fokus pada tiga hal yakni kesehatan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.

Hal ini disebutkan Ketua PC Muslimat NU Jepara Hj Noor Ainy di sela-sela kegiatan Gebyar Anak dan Guru PAUD yang dihelat Muslimat setempat di Gedung NU Jepara, Sabtu (19/03) siang.

Muslimat NU Jepara Fokus pada Tiga Garapan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Jepara Fokus pada Tiga Garapan (Sumber Gambar : Nu Online)


Muslimat NU Jepara Fokus pada Tiga Garapan

Dalam bidang kesehatan, sebut dia, Muslimat NU Jepara saat ini memaksimalkan keberadaan Klinik Masyitoh yang berada di Gedung NU Jepara. Untuk hal pendidikan, melalui Yayasan Pendidikan Muslimat (YPM), Muslimat NU Jepara akan menjaga kualitas dan kuantitas lembaga pendidikan yang dinaunginya, mulai dari kelompok belajar (KB), taman pendidikan Al-Quran (TPQ), pendidikan anak usia dini (PAUD), hinga raudlatul athfal (RA).

Santriwati Cantik

Sedangkan untuk sosial kemasyarakatan, Muslimat NU sedang membangun Lembaga Kesejahteraan Anak Asuh Darul Hadlonah yang lokasinya juga di Gedung NU Jepara. Kami merencanakan setelah lebaran mendatang anak-anak yatim sudah bisa menempati panti ini, papar Ainy.

Klinik Masyitoh tujuannya untuk melayani kesehatan warga. Darul Hadlonah untuk menyayomi anak yatim. Sementara itu, pendidikan yang tujuannya untuk mencerdaskan anak bangsa pihaknya mempunyai mimpi agar kelak memiliki gedung pendidikan tersendiri.

Agar tiga garapan ini berjalan dengan maksimal, pihaknya menjalin kerja sama dengan para pemangku kepentingan. Klinik Masyitoh bekerja sama dengan DKK dan BP2KB. Unsur pendidikan dengan Dikpora dan Kemenag serta Lembaga Kesejahteraan Anak Asuh dengan Dinsos.

Santriwati Cantik

Ia mengatakan, tanpa turut serta dari pemerintah garapan-garapan Muslimat mustahil berjalan dengan mulus. Noor Ainy berharap pemerintah berkenan memberikan sumbangsih material dan moral untuk program-program Muslimat ini.

Kekompakan Muslimat NU dari tingkat Ranting, Anak Cabang hingga Cabang, tegas sarjana agama ini, merupakan kekuatan Muslimat untuk terus berkhidmah kepada bangsa dan negara.

Kami banyak kendala, mas, karena ibu-ibu sibuk mengurusi rumah tangga sehingga susah untuk mengatur waktu untuk berorganisasi. Tetapi dengan komitmen yang ada, bisa teratasi, terang ibu yang tinggal di Mantingan RT.04 RW.01 Tahunan, Jepara.

Kegiatan Muslimat NU Jepara juga selalu mendapat dukungan dari PCNU setempat di bawah kepemimpinan KH Hayatun Abdullah Hadziq (Ketua PCNU) dan KH Ubaidillah Nur Umar (Rais Syuriyah).

Jika kucuran dana pemerintah seret, kata Ainy, para anggota akan iuran Rp1000-Rp10.000 untuk keberlangsungan kegiatan-kegiatan yang dijalankan Muslimat NU Cabang Jepara. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66660/muslimat-nu-jepara-fokus-pada-tiga-garapan

Santriwati Cantik

Jumat, 19 Agustus 2016

Pemuda NU NTT Dialog Antikorupsi Bersama Lintas OKP

Kupang, Santriwati Cantik. Para pimpinan organisasi kepemudaan di lingkungan NU, antara lain dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Gerakan Pemuda Ansor, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersama lintas organisasi pemuda lainnya menggelar dialog antikorupsi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Acara yang diprakarsai oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTT ini mengusung tema Posisi dan Peran strategis Pemuda dalam Pemberantasan Korupsi dan berlangsung Selasa (15/12) lalu di gedung Graha Pena, Kupang.

Pemuda NU NTT Dialog Antikorupsi Bersama Lintas OKP (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda NU NTT Dialog Antikorupsi Bersama Lintas OKP (Sumber Gambar : Nu Online)


Pemuda NU NTT Dialog Antikorupsi Bersama Lintas OKP

Hadir dalam dialog lintas pemuda tersebut Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTT Heri Boki, Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor NTT Abdul Muis, Ketua Pimpinan Cabang PMII Kupang, Ketua PW IPNU NTT, dan pimpinan organisasi lainnya, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kupang, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kupang, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Kupang, LSM Kompak Kota Kupang dan beberapa OKP Lokal.

Santriwati Cantik

Forum tersebut di antaranya mengundang pembicara Dedi Manafe (akademisi Universitas Nusa Cendana), Paul Sonlolaloe (LSM PIAR), dan Stanley Boymau (Redaksi Timor Expres).

Paul Sonlolaloe, dalam kesempatan tersebut menyinggung peran pemuda dalam pemberantasan korupsi, termasuk soal pencegahan serta penindakan terkait berbagai kasus hukum di wilayah NTT.

Santriwati Cantik

Ia mengatakan, persoalan korupsi di NTT yang paling dominan ditemukan pada sektor pembangunan infrastruktur. Korupsi dilakukan secara berjamaah lantaran terjadi pembagian jatah dari pusat sampai ke daerah. Gerakan pemberantasan korupsi belum berjalan maksimal, karenanya ia mendorong pemuda turut mengawasi korupsi yang terjadi di NTT.

Menurut Dedi Manage dari Universitas Nusa Cendana, pemuda menjadi harapan bagi masa depan bangsa ini. Berbagai tipe yang dianggap jati diri menjadi sebuah ujian kita dalam mengatasi gerakan pengantasan korupsi.

Perwakilan Redaksi Media Lokal Timor Expres, Stenly Boimau mengatakan, media bersama berbagai pihak harus berani membuka tabiat para pelaku korup di NTT. Berbagai langkah yang dilakukan media, seperti melakukan advokasi, itu ruang lingkup serta dukungan moril dari masyarakat bahwa apapun bentuknya masalah korupsi tidak bisa ditolerir, katanya. (Ajhar Jowe/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64347/pemuda-nu-ntt-dialog-antikorupsi-bersama-lintas-okp

Santriwati Cantik

Senin, 25 Juli 2016

Klaim Logo NU untuk Annas, KH Athian Ali Ditegur

Acara Pengukuhan dan Pelatihan Pengurus Aliansi Nasional Anti-Syiah (ANNAS) yang akan digelar pada Ahad, 22 November 2015, di Aula KONI Gelanggang Olahraga Kota Bogor dirundung masalah. Sebab di dalam undangan tersebut mencantumkan logo organisasi besar Nahdlatul Ulama (NU). Membaca berita tersebut, Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Barat (PWNU-Jabar) H. Ki Agus Zaenal Mubarok langsung angkat bicara.

Klaim Logo NU untuk Annas, KH Athian Ali Ditegur
Klaim Logo NU untuk Annas, KH Athian Ali Ditegur


“Saya melihat pada brosur yang beredar di media online itu tercantum logo Nahdlatul Ulama tanpa menyertakan nama daerah tertentu. Ini bisa menjadi masalah karena dengan begitu muncul seakan-akan itu organisasi NU secara nasional. Kedua, PCNU setempat (Kota Bogor-Red) juga tidak mengetahui apalagi terlibat dalam acara tersebut,” ujarnya kepada Katakini.com, Jumat 20/11/2015.

Tokoh NU Jabar yang biasa dipanggil Pak Deden tersebut berpesan kepada panitia acara, terutama kepada KH. Athian Ali (Ketua ANNAS-Red) agar tidak mengklaim organisasi NU untuk kepentingan gerakannya. Apalagi gerakan itu tidak sejalan dengan PBNU.

Pengajar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Padjajaran itu memberi pandangan, untuk menjadi besar dan mendapat tempat di masyarakat NU dan Muhammadiyah itu tidak sebatas memakai acara gelar deklarasi dan penggalangan seperti acara politik melainkan tumbuh berkembang dari rahim pendidikan, sosial dan kultural.

“Besarnya NU selain karena para aktivisnya, para kiai-kiai itu mendidik masyarakat dari pesantren dan madrasah. Selain itu NU juga lekat dengan kegiatan sosial dan gerakan kultural. Dan lebih penting lagi Pak Kiai Athian Ali harus paham, NU besar karena sikap sabar, bukan karena sikap emosional apalagi memakai tindakan barbar seperti teror dan kekerasan."

Deden menambahkan, Organisasi NU juga tidak besar karena sering publikasi di media apalagi hanya publikasi aliansi dengan deklarasi. Menurutnya, Bangsa Indonesia itu terwujud dan besar bukan karena acara proklamasi 17 Agustusnya, melainkan perjuangannya pemimpin dan rakyatnya dalam masa panjang melalui dan yang lebih penting lagi adalah kontribusi kepada bangsa dan negara.

“Itulah mengapa NU tetap menarik masyarakat karena NU dengan Islam Nusantara-nya lebih menekankan pentingnya Islam yang partisipatif ketimbang Islam yang aspiratif. Islam partisipatif itu memberi, sedangkan Islam aspiratif itu meminta atau menuntut. Apakah kita orang Islam itu kerjaannya hanya meminta dan menutut saja tanpa mau memberi?,” terangnya memberikan masukan kepada kelompok yang oleh Kiagus disebut sebagai kelompok Islam skriptual dan simplistis itu.

Kepada kelompok KH.Athian Ali itu Kiagus berharap agar mereka segera melakukan klarifikasi secara terbuka. “Jika tidak, itu berarti memang ada kesengajaan untuk memanfaatkan NU. Dan itu akan menjadi masalah besar di masyarakat, ”pungkasnya. [Viv/Rahmat].

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/klaim-logo-nu-untuk-annas-kh-athian-ali.html

Jumat, 08 November 2013

Membongkar Rencana Busuk Khasebul Katholik

Niat ingsun, lillahi ta’ala untuk keadilan, kedamaian, dan kemanusiaan.Santriwati Cantik - Saya telah tuntas membaca buku Islam Jowo Bertutur Sabdaraja: Pertarungan Kebudayaan, khasebul, dan Kerja Misi, karya teman seperguruan, Mbakyu Bray Sri Paweling. Isi di dalamnya sungguh mendebarkan, dan saya 101 persen membenarkan analisis Mbakyu Weling—panggilan akrab Bray Sri Paweling.

Saya juga mengikuti tanggapan dan respons dari sejumlah kalangan, termasuk resensi yang digubah oleh penulis anonim, Khasebul Katolik dan Runtuhnya Islam-Tradisi Jawa dan tanggapan dari seorang bernama Natalius Pigai, Benarkah Pater Beek, CSIS, dan Misi Katolik Merusak Budaya Jawa dan Kesultanan.

Membongkar Rencana Busuk Khasebul Katholik - Santriwati Cantik
Membongkar Rencana Busuk Khasebul Katholik - Santriwati Cantik


Membongkar Rencana Busuk Khasebul Katholik

Tentang tulisan pertama dari penulis anonim, saya tidak punya komentar, karena 99% sejalan dengan ide dalam buku Mbakyu Weling, sedangkan untuk tulisan kedua, ada beberapa catatan yang ingin saya jelaskan di sini.

Santriwati Cantik

Pertama, Natalius sepertinya ahistoris dan salah duga, yang menyebutkan seolah-olah penulis resensi buku Mbakyu Weling adalah Dr. Syaganda Nainggolan, padahal bukan, sebagaimana telah saya konfirmasi langsung kepada teman-teman paguyuban Islam Jawa. Kesalahan Natalius ini sebenarnya remeh, tapi cukup mengganggu konsentrasi dengan tiba-tiba menyebut Syaganda. Mungkin, Natalius membaca resensi buku yang penulisnya anonim itu karena diposting oleh saudara Syaganda, sehingga menduga kalau penulisnya adalah si pemosting.

Kedua, tulisan Natalius sama sekali tidak menyinggung pada pokok pikiran yang ada dalam resensi buku maupun bukunya langsung, sebab saya yakin, ia belum membaca dan memilikinya. Jadi wajar kalau tulisannya terasa hambar, seperti tubuh tak bertulang. Tetapi, Natalius justru mengafirmasi berdasarkan analisa historis yang ia kemukakan, bahwa memang telah terjadi konspirasi sejak tahun 1960-an yang dilakukan oleh Pater Beek, CSIS, dan Khasebul untuk kerja-kerja misi.

Pengakuan Natalius tersebut semakin menguatkan data-data yang terhampar detail dalam buku Mbakyu Weling. Dan yang lebih utama, afirmasi Natalius semakin meyakinkakan kami bahwa Khasebul alias fundamentalisme Katolik itu bukanlah hantu atau fiktif, tetapi berwujud nyata dan telah berhasil melakukan banyak agenda gerakan misi “Katolikisasi”.

Santriwati Cantik

Ketiga, Natalius berlindung di balik sejarah tentang akulturasi budaya Jawa Keraton dengan ajaran Katolik, yang menurutnya telah berlangsung lama sejak pra-kemerdekaan RI, bahkan konon era Sultan Hamengkubuwono VII (1877-1921). Argumen ini sepintas benar, tetapi justru merunyamkan masalah.

Natalius tidak jeli dan abai bahwa sejak Amangkurat IV (1719-1724) merupakan orang pertama menggunakan gelar khalifatullah, yang menegaskan perubahan konsep lama raja Jawa, dari perwujudan dewa menjadi wakil Allah di dunia. Dan ini jelas dan nyata pengaruh Islam sangat kuat serta formal, sebagaimana terlihat dalam gelar Sultan: Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwana Senapati ing Alaga Abdur Rahman Sayidin Panatagama Kalifatullah.

Tentang Sultan Hamengkubuwono VII yang disebutkan sangat toleran dan mengizinkan penyebaran agama Katolik di bumi Jogja itu adalah keniscayaan sebagai konsekuensi dari gelar Abdur Rahman Sayyidin Panatagama, yang berarti Sultan dianggap sebagai penata, pemuka dan pelindung agama, dan khalifatullah sebagai wakil Allah di muka bumi.

Tetapi yang terjadi hari ini, atau tepatnya sejak 2005 pasca-Sabdaraja, gelar yang menunjukkan simbol Islam itu telah dihapus atas inisiatif lingkaran Khasebul, seperti tertuang tegas dalam buku Mbakyu Weling, berdasarkan pengakuan langsung dari informan internal Keraton dan orang-orang Khasebul.

Pada akhirnya, saya memaklumi, Natalius yang berada di Jakarta tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di Jogja. Kami yang berada di sekitar Keraton, dan bahkan di bilik cagaknya, bukan hanya suara jangkring yang terdengar, tapi juga rencana busuk Khasebul fundamentalisme Katolik lewat lingkaran orang-orang dekat Sultan.

Apa perlu kami ceritakan pula bagaimana Kristenisasi itu berlangsung kejam sejak era kolonialisme Belanda lewat Fransiscus Georgius Josephus van Lith—yang oleh Natalius disebut sebagai misionaris Belanda yang berkarya di Jawa—berhasil merekrut secara massal anak-anak muslim yang kala itu sekolah, sampai-sampai Karel Steenbrink mencatat, bahwa anak laki-laki yang masuk sekolah Katolik adalah semuanya muslim dan semuanya tamat sebagai orang Katolik. Korban utama dari Kristenisasi generasi awal dari kalangan pribumi ini adalah Soegijapranata, atau dikenal sebagai Romo Sogieja, yang tak lain adalah cucu dari seorang kiai di Jogja.

Atau apa perlu juga kami update berita tentang bagaimana Kristenisasi itu masih terus berlangsung sampai hari ini, di sekitaran Merapi-Merbabu, Kulonprogo, dan Gunungkidul, atau dari arah Muntilan-Magelang? Kami tahu semua, dan sengaja memilih diam dengan paling hanya melakukan peneguran secara kekeluargaan. Kami sadar, bahwa fundamentalisme Katolik melakukan kerja misi dengan cara memanfaatkan jargon Jogja city of tolerance.

Tetapi apa terus kami akan diam? Tidak! Di balik layar, kami akan bergerilya dan membangunkan semua jaringan untuk membentengi akidah umat Islam. Sedangkan di muka layar, atas nama toleransi, kami orang Jogja, juga siap menyambut rencana kunjungan Paus Fransiskus, pimpinan tertinggi umat Katolik, yang dijadwalkan tahun 2017 akan melewati karpet merah-darah Keraton Yogyakarta.

Suatu saat nanti, mungkin kami perlu membangunkan kembali dan menjalin kerjasama dengan ormas-ormas Islam yang sejak awal kontra-Kristenisasi, dari yang moderat sampai garis keras. Dan kepada kelompok Khasebul, teruslah berkelit atas fenomena ini, karena dengan cara itu kami bisa bangkit, amunisi data masih menumpuk, untuk sekadar berkampanye buruk rupa umat Katolik, agar tercipta kesadaran “Katolikfobia” di Indonesia. [Santriwati Cantik]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/membongkar-rencana-busuk-khasebul-katholik.html

Sabtu, 29 Juni 2013

Sebab-sebab Perkawinan Dini Temuan Fatayat NU

Jakarta, Santriwati Cantik. Di tahun 2012, di wilayah ASEAN, Indonesia adalah negara dengan jumlah perkawinan anak tertinggi kedua setelah Kamboja (BKKBN 2012). Sementara data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2012 menyebutkan jumlah perempuan yang menikah di usia 10-15 tahun mencapai 11,13 persen; sedangkan perempuan usia 16-18 tahun menikah sebanyak 32,10 persen (BPS, 2013).

Artinya, perempuan yang melangsungkan perkawinan di usia sampai dengan 18 tahun di Indonesia pada tahun 2012 mencapai sekitar 43,23% atau hampir separuh dari jumlah perkawinan yang terjadi.

Sebab-sebab Perkawinan Dini Temuan Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebab-sebab Perkawinan Dini Temuan Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Sebab-sebab Perkawinan Dini Temuan Fatayat NU

Penelitian yang dilakukan Fatayat NU (2016) melalui Pusat Informasi Kesehatan Reproduksi Perempuan (PIKER) dan Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A), menemukan perkawinan anak terjadi karena 3 faktor, yaitu kemiskinan, pemahaman keagamaan, dan tekanan sosial.

Santriwati Cantik

Perkawinan kerap dianggap sebagai jalan keluar dari ketidakberuntungan ekonomi. Orangtua maupun anak melihat perkawinan dapat mengentaskan kemiskinan. Orangtua berharap dengan perkawinan, anak mendapatkan kehidupan lebih baik dan lebih terjamin secara ekonomi. Sedangkan bagi anak, perkawinan sebagai salah satu cara meringankan beban orangtua.

Pemahaman keagamaan juga menjadi faktor mengapa perkawinan anak masih terjadi. Larangan berpacaran dalam Islam dan kekhawatiran zina menjadi salah satu alasan mendasar. Pacaran dianggap melanggar ajaran agama sekaligus bentuk tindakan dosa. Tanggung jawab orangtua dalam menjaga anak (perempuannya) akan terbebas dengan menikahkan mereka. Menikahkan anak juga merupakan salah satu bentuk pemenuhan hak anak yang seharusnya dipenuhi orangtua selain memberikan nama yang baik dan mendidik anak.

Santriwati Cantik

Sementara itu, anak menilai perkawinan yang dijalaninya merupakan bentuk kebaktian. Ajaran agama yang menegaskan birrul walidain (berbuat baik pada orantua) dipahami [salah satunya] dengan tidak menolak keputusan orangtua dalam menikahkan/menjodohkan anaknya. Menolak keputusan orantua adalah dosa, meski hati sang anak sebenarnya tidak ingin menikah di usianya saat itu.

Usia yang dianggap sudah tua meski baru belasan tahun, kunjungan laki-laki, dan kehamilan yang di luar perkawinan menjadi alasan mendasar terjadinya perkawinan anak. Ketika anak sudah berusia belasan tahun, orangtua merasa khawatir anaknya tidak laku jika tidak ada yang melamar. Begitu anak akan masuk usia belasan, orangtua buru-buru mencarikan jodoh untuk sang anak atau menerima pinangan yang ditujukan pada anak perempuannya.

Keyakinan bahwa sekolah tinggi mengakibatkan anak perempuan kesulitan mendapatkan jodoh juga masih ditemukan. Hal ini mengakibatkan anak segera buru-buru ditunangkan dan dinikahkan pada saat masih usia sekolah di tingkat SMP atau SMA.

Selain itu, ketika anak perempuan sudah memiliki pacar dan kerap dikunjungi sang pacar di rumahnya, orangtua merasa risih dengan desas-desus yang muncul. Hal itu menjadikan orangtua merasa penting segera menikahkan anak, agar tidak menjadi sumber gosip dan mempertaruhkan nama keluarga, apalagi sampai terjadi kehamilan. Kehamilan yang terlanjur terjadi menjadi alasan yang tidak dapat ditawar bagi orangtua untuk menikahkan anaknya, tanpa peduli apakah masih usia anak atau sudah dewasa.

Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam kepada 14 perempuan yang pernah menjalani perkawinan anak, tersebar di Jakarta, Depok, Lebak, Jember, Medan, dan Makassar. Perkawinan anak pada penelitian ini terjadi pada anak perempuan dalam rentang usia 12-17 tahun.

Semua pasangan dari anak-anak perempuan ini adalah laki-laki dewasa dari usia 19-32 tahun. Artinya, pola perkawinan anak yang terjadi dalam penelitian ini adalah perkawinan anak perempuan dengan laki-laki dewasa. Dari 14 kasus yang ada, terdapat 2 kasus perkawinan terjadi sebelum terjadinya menstruasi dan 2 kasus yang mengalami kehamilan sebelum perkawinan.

Hasil penelitian yang diketuai Iklilah Muzayyanah Dini Fajriyah disampaikan pada Seminar Kajian Perkawinan Anak dan Startegi Penanggulangannya di hotel Bintang Griya Wiasta Jakarta Pusat, pekan lalu. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75746/sebab-sebab-perkawinan-dini-temuan-fatayat-nu

Santriwati Cantik

Jumat, 22 Juni 2012

21 April, Mengapa Harus Kartini?

Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingatinya sebagai hari nasional, Hari Kartini. Hari Kartini semakin semarak ketika Presiden Soekarno ( 2 Mei 1964) memberi anugerah Kartini sebagai Pahlawan Nasional. Bagi Bung Karno, Kartini layak mendapatkan gelar tersebut sebab jasanya yang mengentaskan perempuan nusantara dari kungkuman keterbelakangan pendidikan.

Dalam menilai Kartini, ada dua kubu yang berbeda pendapat. Sebagian melolak Kartini sebab ia tidak lain adalah didikan Belanda, yang menindas bangsa Indonesia. Sebagian lagi menerima tanpa mempermasalahkan siapa itu Kartini secara mendalam. Mereka hanya melihat jasa besar yang ditorehkan Kartini dalam emansipasi wanita, terlebih dunia pendidikan.

21 April, Mengapa Harus Kartini? - Santriwati Cantik
21 April, Mengapa Harus Kartini? - Santriwati Cantik


21 April, Mengapa Harus Kartini?

Orang yang tidak setuju dengan adanya Kartini membandingkan dengan pahlawan perempuan yang berjasa untuk bangsa Indonesia semisal Cut Nyak Dien, Tengku Fakinah, Cut Mutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, Cutpo Fatimah, Rohana Kudus, Dewi Sartika, Fatimah binti Abdus Shomad, dan Fatimah binti Abdul Wahhab Bugis. Semua perempuan ini berjasa terhadap bangsanya, bukan hanya dalam upaya melawan penjajah, akan tetapi dunia pendidikan pun dijalaninya.

Mengkaji kebesaran nama Kartini memang tidak bisa dipisahkan dari peran Belanda. Mereka sangat berjasa memfasilitasi Kartini dan mengenalkan Kartini, hingga karyanya (dalam kumpulan surat-suratnya berbahasa Belanda) diterjemah dalam berbagai bahasa, Inggris, Perancis, Indonesia, Jawa, Arab, dan Jerman. Belanda ingin membuktikan bahwa selain menjajah mereka juga berbuat jasa mencerdaskan kehiudupan pribumi dengan politik etisnya setelah lama digencarkan rodi-rodi dan tanam paksa. Mereka ingin membuktikan bahwa jasanya lebih besar dibanding dengan penderitaan yang ditumpahkan.

Tanpa menelisik kekurangan-kekurangan Kartini sebagai manusia biasa, ada kelebihan yang tidak diimiliki oleh perempuan lain, baik pendahulunya, maupun perempuan di masa mendatang. Kartini adalah sosok yang cerdas, putri bangsawan, dan mempunyai pemikiran besar yang dituangkan dalam karya tulis, yang senantiasa menginspirasi generasi setelahnya.

Santriwati Cantik

Ia sangat gigih melawan ketidak adilan pemerintah Hindia Belanda dan memperjuangkan hak perempuan untuk menerima pendidikan sebagaimana laki-laki. Hak pendidikan perempuan yang didengunkan Kartini bukan untuk menyaingi laki-laki, akan tetapi agar perempuan bisa memenuhi kuwajibannya sebagai ibu, orang yang pertama akan pendidik manusia. Jika seorang ibu sudah terbelakangkan pendidikannya, maka bagaimana dengan anaknya. Kartini sangat mewanti-wanti masalah tersebut. Pendidikan yang digagasnya bukan hanya diperuntukkan kaum bangsawan, namun semebar untuk semua kalangan. Ia tidak menyukai pengkotakan yang tidak memanusiakan manusia.

Santriwati Cantik

Bukan hanya membela bangsanya, melalui penanya, ia membela agamanya (Islam). Ia berkata, “Usahakan zending itu, tetapi tidak dengan menashranikan orang!” Dengan teguh ia membela agamanya. Bahkan dengan lantang ia menyuarakan gelar yang diidamkan selama hidupnya, yaitu menjadi “Hamba Allah”, sebuah sematan yang diburu para nabi, rasul, ulama, dan ahli ibdah untuk mendapatkan derajat tinggi di sisi Allah.

Atas jasa besar yang ditorehkan Kartini, banyak orang yang terinsiprasi darinya. Setelah terbitnya Door Duisternis Tot Licht ini (1911), berbondong-bondong lembaga pendidikan perempuan berdiri, semisal sekolah Kartini di Semarang (1912), Pondok Pesantren Putri Denanyar asuhan Kiai Bisry Syansuri, dan Pondok Pesantren Putri Sablak (1921) asuhan Ibu Nyai Khairiyah. Karena pengaruh kuat Kartini, ada salah satu pengasuh perempuan yang dijuluki “Kartini dari Jombang”, yaitu Ibu Nyai Abidah, putri Ibu Nyai Khairiyah.

Pengaruh Kartini atas emansipasi pendidikan perempuan telah menginspirasi Ibu Nyai Khairiyah untuk mengusulkan agar di Dar al-Ulum Makkah al-Mukarramah (Saudi Arabia) dibuat lembaga pendidikan untuk perempuan disamping lembaga pendidikan laki. Usul itu diterima oleh suaminya, Syaikh Muhaimin al-Lasemi (Rektor Dar al-Ulum). Karena jasa Ibu Nyai Khairiyah dalam memproklamirkan pendidikan perempuan pertama di Saudi Arabia, namanya diabadikan menjadi sebuah perguruan tinggi, Universitas Khairiyah.

Amirul Ulum, sejarawan muslim, penulis buku “Kartini Nyantri”

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/04/21-april-mengapa-harus-kartini.html

Kamis, 08 September 2011

Menengok Kesiapan Pesantren Tebuireng untuk Muktamar

Jombang, Santriwati Cantik. Terpilihnya kota Jombang sebagai tuan rumah Muktamar ke-33 NU pada 1-5 Agustus mendatang merupakan suatu keistimewaan tersendiri. Lebih-lebih bagi Pesantren Tebuireng, pesantren rintisan pendiri NU, Hadratussyaikh KH M Hasyim Asyari.

Panitia dari Pesantren Tebuireng sendiri sudah memulai mempersiapkan diri khususnya dari segi infrastruktur untuk menyukseskan acara lima tahunan tersebut. Pelaksanaan Muktamar yang digelar di empat pesantren tersebut akan berbarengan dengan masa liburan santri.

Menengok Kesiapan Pesantren Tebuireng untuk Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Kesiapan Pesantren Tebuireng untuk Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)


Menengok Kesiapan Pesantren Tebuireng untuk Muktamar

Kita akan mempersiapkan sembilan asrama yang ada di Pesantren Tebuireng dan Madrasatul Quran, terang Ketua Panitia Lokal Pesantren Tebuireng H Abdul Ghofar ketika ditemui di kantor Yayasan Hasyim Asyari, Rabu (18/03).

Santriwati Cantik

Sekertaris Pesantren Tebuireng ini, juga menuturkan, lokasi salah satu sidang komisi pada Muktamar nanti akan dipusatkan di Gedung Yusuf Hasyim. Sarana MCK (mandi, cuci, dan kakus) juga sudah dipersiapkan.

Alhamdulillah di Pesantren Tebuireng, MCK juga memadahi. Jadi rata-ratanya satu kamar mandi untuk enam orang. Kalau di pesantren lain, sedang dibangun kamar mandi untuk memenuhi target kebutuhan MCK, ujarnya.

Santriwati Cantik

Jumlah Muktamirin yang menginap di Pesantren Tebuireng diperkirakan mencapai 1400 orang. Untuk itu, panitia lokal akan menyediakan relawan pemandu yang bertugas menjemput dan mengarahkan para muktamirin dari tempat pembukaan ke tempat penginapan. Mereka akan memandu para muktamirin dari awal kegiatan hingga usai.

Seperti direncanakan, Muktamar ke-33 NU akan dilaksanakan di lima titik lokasi, yaitu Alun-alun Kota Jombang dan empat pesantren besar, yakni di Tebuireng, Tambak Beras, Rejoso, dan Denanyar. Empat pesantren tersebut akan menjadi tempat penginapan muktamirin sekaligus lokasi sidang komisi dilaksanakan. Sedangkan Alun-alun Kota akan digunakan sebagai pusat kegiatan dan tempat pelaksanaan pembukaan, pleno, dan penutupan.

Kami belum bisa memastikan Tebuireng akan mendapatkan jatah komisi apa. Namun, informasi sementara adalah komisi rekomendasi. Sekali lagi itu masih belum pasti, ujar Gus Ghofar, sapaan akrabnya.

Panitia lokal akan terus berkordinasi dengan panitia daerah dan pantia pusat agar Muktamar NU ini berjalan dengan lancar. (Abror/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/58296/menengok-kesiapan-pesantren-tebuireng-untuk-muktamar

Santriwati Cantik

Sabtu, 26 Maret 2011

Cara Sholat Dhuha, Lengkap Dengan Niat dan Doanya

Santriwati Cantik - Tata cara Sholat Dhuha hampir sama dengan sholat sunat lainnya. Syarat dan rukunnya pun sama. Harus bersih dari hadats kecil dengan melakukan wudlu. Yang menjadi perbedaan adalah batas waktu Sholat Dhuha, bacaan niat Sholat Dhuha, surat yang dibaca ketika berdiri dan bacaan doanya. Kita bahas satu-satu yah.

Niat Sholat Dhuha Niat dilakukan di dalam hati. Namun untuk memudahkan kita menata niat Sholat Duha itu, disunatkan untuk melafalkannya secara lisan. Ini artinya, ketika mengucapkan niat tersebut, harus terdengar oleh telinga kita, tidak harus dilisankan keras-keras hingga terdengar orang lain di samping atau di luar ruangan. Itu terlalu pamer, bukan syiar namanya.

Berikut ini adalah niat Sholat Duha, sebagaimana kami kutip dari kitab-kitab salaf.

Cara Sholat Dhuha, Lengkap Dengan Niat dan Doanya - Santriwati Cantik
Cara Sholat Dhuha, Lengkap Dengan Niat dan Doanya - Santriwati Cantik


Cara Sholat Dhuha, Lengkap Dengan Niat dan Doanya

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Santriwati Cantik

Cara pengucapan: usholli sunnatad dhuhaa rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku niat melakukan shalat sunat dhuha dua rakaat, menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta'ala."

Santriwati Cantik

Jika masih belum bisa, silakan download atau dengarkan pengucapan Sholat Dhuha di Souncloud Duta Islam. Klik di bawah ini!

Kalau ingin mengerjakan Sholat Dhuha lebih dari dua rakaat, maka, niat yang Anda lafalkan tetap sama seperti di atas. Mengapa, karena dalam Sholat Dhuha, Anda harus harus menutup dengan salam setiap dua rakaat selesai dikerjakan. Mau target 12 rakaat pun, tiap 2 rakaat, Anda harus salam, lalu mulai niat kembali seperti dilafalkan di atas.

Membaca Surat Pendek Khusus Sholat Dhuha Setelah niat Allahu Akbar (tangan diangkat ke atas seperti sholat fardhu), selanjutnya Anda membaca doa iftitah, al-Fatihah dan juga surat-surat pendek. Pada Sholat Dhuha, surat-surat pendek yang dibaca ada kekhususan tersendiri. Sebaiknya mengikuti yang sudah ada keterangan dari ulama salaf.

Menurut pendapat Imam Jalaluddin As Suyuthi dalam Hawsyil Khothiib, surat pendek yang dibaca setelah membaca surat al-Fatihah dalam Sholat Dhuha adalah surat Asy Syamsi pada rakaat pertama dan surat Ad-Dhuha pada rakaat kedua.

Jika tidak hafal, Anda bisa membaca surat pendek khusus Sholat Dhuha lainnya, yakni Al Kafirun (pada rakaat pertama) dan surat al-Ikhlash (rakaat kedua). Ini mengikuti pendapat Ibnu Hajar dan Imam Ramli.

Jika Anda mengerjakan lebih dari dua rakaat, maka, para ulama menganjurkan untuk membaca surat Asy Syams dan Ad-Dhuha pada dua rakaat pertama, kemudian membaca al-Kafirun dan al-Ikhlash pada rakaat ke-3 dan ke-4 dan seterusnya hingga maksimal 12 rakaat.

Setelah Membaca Surat Pendek Khusus Sholat Dhuha Selanjutnya, lakukan gerakan Sholat Dhuha sebagaimana sholat fardhu (bukan sholat idul fitri dan sholat mayit lo yah...heheh) seperti ruku, i'tidal, sujud, duduk antara dua sujud dan seterusnya sampai membaca tasyahud dan salam.

Doa Setelah Sholat Dhuha Setelah selesai Sholat Dhuha, bacalah doa yang khusus untuk Sholat Dhuha. Hafalkan doanya, resapi maknanya, angan-angan artinya. Insyaallah itu bagian dari cara berdoa untuk melapangkan rizki.

Dalam doa Sholat Dhuha di bawah ini, ada adab yang mengajarkan kepada kita untuk bertawassul dengan Hakikat Waktu Dhuha Allah (bi haqqi dhuhaika), yang diriwayakan dari hadits shahih. Jadi, ketika berdoa usai Sholat Dhuha, artinya Anda sedang melakukan perintah Nabi untuk bertawassul kepada Allah melalui wasilah waktu Dhuha.

Bacalah Doa Sholat Dhuha di bawah ini.

اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اَتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

ALLAAHUMMA INNADH DHUHAA A DHUHAAUKA, WAL BAHAA A BAHAA UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL 'ISHMATA 'ISHMATUKA. ALLAAHUMA INKAANA RIZQII FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASSARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IIDAN FA QARRIBHU, BIHAQQI DUHAA-IKA WA BAHAA-IKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINII MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHOOLIHIIN.

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.”

Jika Anda masih kurang lancar membaca doa Sholat Dhuha di atas, silakan dengarkan pengucapan doa Sholat Dhuha di atas dengan klik audio di Souncloud Duta Islam.

Demikian Cara Sholat Dhuha yang disajikan oleh Redaksi Duta Islam untuk memenuhi beberapa permintaan pembaca tentang tata cara sholat dan bentuk ibadah lainnya. Semoga ini bagian dari amal jariyah kami yang dirodloi Allah. Amin [Santriwati Cantik]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/cara-sholat-dhuha-lengkap-dengan-niat-dan-doanya-bisa-download.html

Selasa, 02 November 2010

Agar Selamat dalam Urusan Agama, Dunia dan Akhirat

Ribuan umat senantiasa datang meminta nasihat kepada Maulana Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan. Diantara nasihat yang disampaikan beliau adalah seseorang itu harus memegang teguh beberapa prinsip agar mendapatkan keselamatan di dalam agama, dunia dan akhirat insya Allah.

Pertama, pegang teguh teladan salaf shalihin baik itu thariqahnya, akhlaknya, maupun amal shalehnya. Pegang teguh dengan kuat dan mantap. Walaupun sampai sulit dan kere (miskin) tetaplah teguh memegang teladan Salaf Shalihin. Gigit kuat dengan gerahammu, jangan dilepas jika kamu ingin selamat dan mendapat ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kedua, jadikanlah keimanan sebagai Imam bukan akal yang menjadi ujung tombaknya. Hati-hati di akhir zaman ini akan dan sudah banyak muncul paham dan orang-orang yang lebih mengedepankan akal-rasio-logika dibandingkan imannya. Seharusnya iman menjadi imamnya, sedangkan akal dan logika menjadi makmumnya, mengikuti iman. Tinggalkan pendapat orang-orang yang mengedapankan akalnya dibanding imannya. Percuma dan sia-sia waktumu jika menanggapi orang-orang yang demikian, kamu akan rugi dunia akhirat. Karena bagaimana mungkin akal manusia bisa menerima seluruh kebesaran khazanah kerajaan Allah Subhanahu wa Ta’ala? Hanya keimanan lah yang dapat menerima kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Yang ketiga, ziarah shalihin atau mengunjungi orang-orang shaleh baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup, dan kuatkan tali ikatan silaturahim. Berziarah (mengunjungi) kaum shalihin jangan hanya ketika ada maunya, kalau ada perlunya saja. Hal itu baik tidak terlarang, tetapi kurang kemanfaatannya untuk jangka panjang. Hanya untuk kebutuhan manfaat sesaat belaka, sungguh sangat disayangkan. Tetapi alangkah baiknya kita berziarah shalihin itu karena mahabbah ilaa mahbub, kecintaan kepada yang dicintai. Kalau hal ini dijalin dengan baik maka ia akan mendapat limpahan madad (pertolongan), sirr asrar (rahasia) dan jaah (essence, intisari) dari ziarahnya. Dan sering silaturahmi itu menimbulkan kecintaan dan keridhoan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada orang yang menjalin hubungan silaturahmi, sehingga rahmat dan berkah serta maghfirah Allah Subhanahu wa Ta’ala terlimpah kepadanya. Jauh dari bala’, musibah, penyakit dan diberi kelancaran rezeki. Insya Allah.

Agar Selamat dalam Urusan Agama, Dunia dan Akhirat - Santriwati Cantik
Agar Selamat dalam Urusan Agama, Dunia dan Akhirat - Santriwati Cantik


Agar Selamat dalam Urusan Agama, Dunia dan Akhirat

Yang keempat, jangan suka membeda-bedakan . Ini penyakit yang timbul dan tumbuh di akhir zaman ini. Jangan beda-bedakan itu suku apa, kabilah apa, bangsa apa, partainya apa, thariqahnya apa, madzhabnya apa dan sebagainya. Itu urusan Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita ini manusia, hambaNya, makhluk ciptaanNya, jangan suka usil ikut campur urusannya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Makanya sekarang berbagai macam bala’ dan musibah bertubi-tubi datang karena ulah manusia itu sendiri. Yang suka sok tahu, sok jago, sok suci, sok pintar. Bukan kembali kepada Allah dan RasulNya, malah ikut campur urusan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana lagi Maha Berkehendak, Allah Subhanahu wa Ta’ala yang akan menghukumi, menentukan secara mutlak kelak di pengadilan Ilahi Yang Maha Adil bagi seluruh makhlukNya. Segala sesuatu misal pengadilan itu semua adalah bentuk ikhtiar manusia belaka di muka bumi ini secara syariat. Ketentuan yang mutlak benar dan salah adalah di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala di Hari Kemudian. Keyakinan dan keimanan ini harus ditanam kuat dan kokoh dilubuk sanubari keimanan kita.

Dan yang terakhir atau kelima, jangan tinggalkan setiap harinya untuk membaca Al-Qur’an, shalawat kepada Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam, taat kepada guru/ syaikh/ mursyid, dan birul walidain (berbakti kepada orangtua). Jadikan hal ini semua awradmu. Jangan tinggal hal tersebut. Membaca Al-Qur’an walau satu ayat setiap harinya. Memperbanyak membaca shalawat kepada Baginda Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam. Jadikan hal ini semua awrad (wirid yang dilakukan istiqomah) bagi diri kita demi menggapai kebahagian dan keselamatan di dalam agama, dunia dan akhirat.

Santriwati Cantik

Cukup sudah lima hal ini kamu pegang erat-erat, Insya Allah Taufik, Hidayah dan Inayah Allah Subhanahu wa Ta’ala melimpah dan turun kepadamu.

Oleh: Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan, Rais Aam Idaroh Aliyah Jam’iyyah Ahli Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/agar-selamat-dalam-urusan-agama-dunia.html

Santriwati Cantik

Jumat, 29 Oktober 2010

Khutbah Idul Fitri - Bangsa yang Cinta Damai

Khutbah idul fitri Oleh M. Rikza Chamami kali ini sangat bagus sekali karena idul fitri adalah momen yang sangat baik dalam menyampaikan sesuatu yang positif. Bersifat mengayomi dan ngadem-ngademi itulah kewajiban khotib idul fitri, karena setelah melaksanakan ibadah puasa selama 1 bulan maka ketika teks Khotbah idul fitri dibacakan maka menjadi sesuatu yang berkesan.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبركبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا. لا اله الا الله والله اكبر. الله اكبر ولله الحمد. الحمد لله انعمنا بختم رمضان الكرام، واعاد علينا بعيد الفطر العظام، اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له، شها دة تنجي قا ئلها من عذاب اخر الايام. واشهد ان محمدا عبده ورسوله، الذي نال رسول الختام. اللهم صل وسلم وبا رك على سيدنا محمد حاء الرحمة وميم الملك ودال الدوام، وعلى اله وصحبه وسلم. الله اكبر الله اكبر ولله الحمد. فيا معاشر المسلمين رحمكم الله، اتقو الله واعلموا ان يومكم هذا يوم عيد وسرور.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Marilah dalam kesempatan awal bulan Syawwal ini kita bersama-sama meningkatkan taqwa kita kepada Allah Swt dengan senantiasa melaksanakan segala perintahnya dan berusaha secara maksimal meninggalkan segala laranganNya. Sebab ketaqwaan inilah yang menjadi inti dari ibadah mulia selama menjalani puasa satu bulan penuh di bulan Ramadan “لعلكم تتقون”.

Khutbah Idul Fitri - Bangsa yang Cinta Damai - Santriwati Cantik
Khutbah Idul Fitri - Bangsa yang Cinta Damai - Santriwati Cantik


Khutbah Idul Fitri - Bangsa yang Cinta Damai

Rasa syukur yang terindah hadir di tengah-tengah kita dengan kalimat “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin” atas limpahan karunia berupa umur panjang dan kesehatan yang dapat mengantarkan kita menyelesaikan ibadah Ramadan dan hadir memuliakan Idul Fitri tahun 1437 H/2016 M ini. Nikmat ini menjadikan pertimbangan bagi kita untuk menjadi hamba Allah yang selalu rajin bersyukur. Allah berfirman dalam Surat Ibrahim ayat 7:

Santriwati Cantik

واذ تاذن ربكم لئن شكرتم لازيدنكم ولئن كفرتم ان عذابي لشديد

Santriwati Cantik

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Bulan Syawwal yang hadir di tengah kita merupakan bulan mulia. Di satu sisi kita sangat menanti dengan penuh harapan dan kegembiraan, sedangkan di sisi lain kita sedang bersedih ditinggalkan bulan Ramadan. Sehingga, Ramadan dan Syawwal ini menjadi masa transisi ibadah sekaligus menjadi ujian keistiqamahan kita dalam selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Bulan Syawwal bukan awal dari kemenangan dan kebebasan semata. Justru Syawwal menjadi pintu gerbang dalam menguji hamba Allah dalam menjalankan ibadah secara baik sebagaimana bulan Ramadan. Kalau itu mampu dilaksanakan, maka Syawwal benar-benar menjadi bulan peningkatan.

Dan Syawwal menjadi hari raya yang sangat bermakna. Sebab masih banyak orang yang ikut merayakan ‘idul fitri, tapi masih belum mampu istiqamah berpuasa. Banyak orang yang ikut berbaju baru, tapi tidak menjalani tarawih. Banyak orang yang ikut membagikan parsel dan ucapan “Selamat ‘idul fitri”, namun melepaskan amaliyah Ramadan.

Hari ini menjadi penegasan bagi kita, bahwa Syawwal kita jadikan momentum mulia dalam menjaga, melestarikan dan meneguhkan kehambaan kita kepada Allah Swt. Sebab kita semua hidup di dunia ini tujuan utamanya adalah ibadah. Tentunya ibadah yang kita lakukan bersama kelak menjadi bekal menghadap keharibaan Allah Swt. Allah berfirman dalam Surat Al Dzariyat ayat 56:

وما خلقت الجن والانس الا ليعبدون

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Di penghujung Ramadan, kita dikejutkan terjadinya Bom secara bergantian, baik di Turki, Madinah Al Munawarah dan Solo. Sungguh kejam sekali sebuah peristiwa yang merusak kesucian Ramadan sekaligus menjadi teror di awal bulan Syawwal.

Patut kita renungi bersama, bahwa setan yang telah dikunci rapat oleh Allah ternyata masih bisa lepas dengan menggoda para manusia yang belum bisa memaknai hakikat puasanya. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw, bahwa banyak orang yang rajin berpuasa, namun tidak memahami esensi puasa. Mereka hanya mendapatkan lelah dan dahaga belaka. Rasulullah bersabda:

كم من صائم ليس له من صيامه الا الجوع والعطش

“Banyak orang yang berpuasa, namun puasanya sia-sia. Kecuali hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga”

Mudah-mudahan kita semua dibebaskan oleh Allah Swt dari golongan yang demikian. Amin amin amin ya rabbal ‘alamin.

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Ada empat pokok penting yang patut kita renungi bersama dalam menatap 11 bulan ke depan setelah ditinggalkan Ramadan. Ini semua menjadi bagian dari muhasabah atau renungan diri agar kita menjadi hamba Allah yang mampu menyandingkan kehidupan ukhrawi dan kehidupan duniawi kita.

Pertama, di penghujung bulan Ramadan memasuki bulan Syawwal, umat Islam dianjurkan untuk menunaikan rukun Islam berupa zakat. Hal yang paling inti dari zakat adalah penyucian diri. Dimana harta yang kita miliki perlu dibagikan kepada orang lain yang sangat membutuhkan. Disinilah Islam mendorong hidup secara bersama.

Yang kaya mengingat yang miskin dengan berbagi harta dan bendanya. Islam tidak mengajarkan kesombongan dengan menumpuk harta. Akan tetapi Islam mengajarkan untuk berbagi dengan term zakat, infaq dan shadaqah. Bahkan Rasulullah menyampaikan pesan bahwa:

صوم شهر رمضان معلق بين السماء والارض ولا يرفع الا بزكاة الفطر

“Puasa bulan Ramadan itu digantungkan antara langit dan bumi dan tidak akan diangkat (diterima pahalanya), kecuali dengan mengeluarkan zakat fitrah”.

Hadits ini memberikan penegasan bahwa betapa pentingnya kita berzakat yang terkecil, yaitu zakat fitrah dengan mengeluarkan beras 2,5 Kg (+ Rp.30.000). Sebab zakat fitrah itulah yang menyambungkan pahala Ramadan kita.

Dan patut dicatat, bahwa shadaqah menjadi salah satu tema khutbah Rasulullah Saw dalam khutbah ‘idul fitrinya. Oleh sebab itu, di pagi yang mulia ini kita bersama-sama berusaha untuk menjadi orang yang rajin mendermakan harta dan benda yang kita memiliki. Dengan usaha menjadi dermawan, maka secara otomatis kita mengharap sebagai orang yang kaya dan selalu ingat Allah dengan mendekat pada orang miskin. Rasulullah Saw bersabda:

اجتهدو يوم الفطر في الصدقة واعمال الخير والبر من الصلاة والزكاة

“Bersungguh-sungguhlah kamu sekalian pada hari berbuka (‘idul fitri) dalam bershadaqah dan melakukan amal-amal kebaikan dan kebajikan, berupa shalat dan zakat”.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Kedua, kembali berpuasa. Bahwa agama Islam mengajak kepada umatnya selalu berbuat baik dan tidak berlebih-lebihan. ‘Idul fitri memang hari kita bersenang-senang. Satu Syawwal memang menjadi momentum perayaan kemenangan menghadapi keberhasilan puasa sebulan.

Dan ‘idul fitri menjadi puncak kebahagiaan dengan sebutan “hari lebaran berbuka puasa”. Dan Allah juga melarang kita berpuasa di tanggal satu Syawwal sebagaimana sabda Rasulullah dari Sayyidatina ‘Aisyah: الفطر يوم يفطر الناس، والاضحى يوم يضحي الناس

“Hari raya ‘id itu adalah hari berbuka bagi para manusia. Dan hari raya ‘idul adlha adalah hari menyembelih kurban bagi para manusia”.

Ketika kita diperbolehkan makan (berbuka), maka pada tanggal 2 hingga 7 Syawwal, Nabi Muhammad mensunnahkan menjalankan puasa kembali. Hal ini sebagaimana sabda Nabi:

من صام رمضان ثم اتبعه ستا من شوَّال كان كصيام الدهر كله

“Barangsiapa berpuasa bulan Ramadan, kemudian dia lanjutkan dengan enam hari dari bulan Syawwal, maka seolah-olah ia perpuasa satu tahun penuh”.

Betapa indahnya Islam mengatur ibadah bagi para pemeluknya. Setelah orang berpuasa satu bulan penuh, diberi kesempatan berbuka sehari dan ada amalan sunnah kembali enam hari berpuasa. Ini menandakan bahwa Islam ini selalu melatih umatnya untuk tidak berlebih-lebihan dalam makan. Termasuk menjaga kesehatan tubuh dengan cara banyak berpuasa.

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Ketiga, menggandakan amal shalih. Kehadiran bulan Syawwal ini jangan sampai membuat kita larut dan merasa bebas. Bebas karena tidak perlu bangun sahur, tidak perlu tarawih, tidak ada qiyamul lail dan tidak ada buka puasa. Justeru Syawwal menjadi ujian sangat berat. Ibarat ukuran orang mabrur atau tidaknya haji dilihat dari sepulang dari tanah suci. Maka kemaqbulan puasa, dapat dilihat bagaimana kehidupan kita di bulan Syawwal hingga Sya’ban yang akan datang.

Oleh sebab itu, tugas hidup kita dalam menatap dunia dan akhirat ini masih sangat panjang. Oleh sebab itu, amal shalih yang menjadi ladang pahala kita perlu tingkatkan. Usaha beramal baik ini menjadi satu-satunya bekal kita kelak menghadap Allah. Sebab kita tidak tahu kapan akan menghadap Allah.

Sepanjang nyawa masih ada, maka mari kita selalu berbuat baik pada siapapun. Jaga lisan kita dari berkata kotor. Jaga diri kita dari maksiyat dan dekatkan kita pada Allah dengan selalu berdzikir. Dan dekatkan kita pada Rasulullah dengan bershalawat.

Besok di hadapan Allah yang bersaksi atas apa yang kita kerjakan bukan mulut kita. Tapi tangan dan kaki yang akan bersaksi atas apa yang kita lakukan. Sementara mulut kita yang suka berbohong dikunci rapat-rapat. Allah berfirman salam surat Yasin ayat 65:

اليوم نختم على افواههم وتكلمنا ايديهم وتشهد ارجلهم بما كانوا يكسبون

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan”

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Dan keempat, menjaga kerukunan dan kedamaian. Indonesia negeri kita tercinta ini sangat butuh umat Islam yang rukun dan damai. Di bulan Syawwal ini tangan kita rajin mengetik ucapan maaf lahir dan batin.

Mulut kita tidak malu mengucap dan meminta maaf pada siapapun orang yang ada. Badan dan wajah kita bisa bergerak dan tersenyum manis mengucap salam dan maaf hinggacipika-cipiki. Saatnya kebangkitan bangsa pemaaf dan pribadi pemaaf ini menjadi modal Indonesia yang damai dan rukun.

Jangan sampai keutuhan umat Islam di negeri ini kita cabik-cabik hanya persoalan adu domba. Kita patut waspada atas agenda menjadikan Indonesia sebagai Timur Tengah lanjutan yang selalu berkonflik antar golongan Islam.

Kejadian bom Solo kemarin menjadi wujud nyata, bahwa masih ada saudara kita yang masih lemah jiwa kebangsaannya. Mari ajak saudara kita yang masih ingin mendirikan negara Islam dan menghapus NKRI untuk sadar.

Sebab bangsa kita, bukan bangsa yang hobi perang, tapi bangsa kita bangsa yang cinta damai. Maka semangat “حب الوطن” patut kembali kita dengungkan kembali lewat peristiwa ‘idul fitri ini. Allah berfirman dalam Surat Al Hujarat ayat 10:

انما المؤمنون اخوة فاصلحوا بينةاخويكم واتقوا الله لعلكم ترحمون

“Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”

Demikian khutbah singkat ini kami sampaikan. Dengan semangat ‘idul fitri, mari kita tetap teguhkan bahwa hari-hari kita tetap terasa keramadanannya. Dan mari kita isi, 11 bulan ke depan dengan empat hal: rajin bershadaqah, rajib berpuasa sunnah, selalu berbuat baik dan cinta bangsa dengan kerukunan dan persatuan.

جعلنا الله وإياكم من العائدين والفائزين والمقبولين كل عام وأنتم بخير. آمين اعوذ بالله من الشيطان الرجيم وسارعوا الى مغفرة من ربكم وجنة عرضها السموات والارض اعدت للمتقين وقل رب اغفر وارحم وانت خير راحمين

Khutbah Kedua

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا اله الا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد الحمد لله الذى وحده صدق وعده واعز جنده وهزم الاحزاب وعده ولا حول ولا قوة الا بالله. اللهم فصل وسلم على سيدنا محمد صاحب كنز الرحمة وعلى آله وصحبه ومن والاه. اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمدا رسول الله. اما بعده، فيا ايها الحاضرون اتقوا الله، اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون. قال الله تعالى فى كتابه الكريم والعصر ان الانسان لفى خسر الا الذين آمنوا وعملوا الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات، اللهم اعز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والظالمين. اللهم لا تسلط علينا بذنوبنا من لا يخافك ولا يرحمنا. اللهم اجعل بلدتنا اندونيسيا بلدة طيبة تجرى فيها احكامك ورسولك، برحمتك يا ارحم الراحمين. فيا عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذى القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر ولذكر الله أكبر

M. Rikza Chamami, dosen Universitas Islam Negeri Walisongo dan Majelis Ulama Indonesia Kota Semarang

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/khutbah-idul-fitri-1437-h-bangsa-yang-cinta-damai.html

Minggu, 22 Agustus 2010

Bonus Demografi Kaum Santri

Oleh A Khoirul Anam

Kaum santri berpusat pada pesantren dan secara kultural dipimpin dan patuh kepada kiai, meskipun tidak semua pernah mondok atau menetap dan belajar di pesantren. Mereka sudah terbiasa menjalani kesalehan agama Islam semenjak masih kecil. Mereka tidak mesti berdagang, bahkan sebagian besar adalah keluarga petani. (Trikotomi Clifford Geertz 1951-1952 tentang santri-abangan-priyayi seringkali mengganggu pemahaman kita mengenai perkembangan kaum santri ini. Meskipun setelah peristiwa G30SPKI 1965 Geertz datang lagi ke Indonesia dan mengubah tesisnya, kesimpulannya itu sudah terlanjur terbit menjadi buku dan dikutip sana-sini.) Tegasnya, kaum santri berafiliasi dengan organisasi NU.

Bonus Demografi Kaum Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Bonus Demografi Kaum Santri (Sumber Gambar : Nu Online)


Bonus Demografi Kaum Santri

Pada mulanya kaum santri ini berada di desa-desa yang lekat dengan tradisi keagamaan seperti ritual kelahiran dan kematian (Geertz sebaliknya menyebut tradisi ini sebagai abangan). Berikutnya, sebagian dari kaum santri bermigrasi dan menetap di kota-kota, menjadi orang kota dan beranak-pinak. Kira-kira mereka yang bermigrasi sejak tahun 1960-1970an, saat ini sudah mempunyai cucu. Proses migrasi terus berlanjut. Migrasi yang terjadi pada kurun 1990an dan 2000an lebih banyak lagi, silakan diamati setiap musim mudik lebaran.

Santriwati Cantik

Orang-orang di luar sana sedang membicarakan soal bonus demografi. Jumlah penduduk produktif Indonesia besar sekali. Sementara sukses dakwah Islam telah berhasil menjadikan Indonesia mayoritas Muslim, sehingga bonus demografi yang dimaksud di atas pasti berkaitan dengan besarnya generasi muda Muslim di Indonesia. Catatan berikut fokus pada bonus demografi kaum santri.

Pada 2015 lalu sebuah media massa nasional yang aktif melakukan survei, merilis berita yang membuat saya tersenyum. Hasil survei menunjukkan ternyata, 70 persen wartawan berbagai media nasional di Jakarta mengaku sebagai warga NU, atau Nahdliyin. Ini hanya satu bidang profesi, sekedar menunjukkan betapa percaya dirinya kaum santri yang hidup di kota. Pada satu sisi, kemandirian yang diajarkan secara praktis di pesantren menjadi bekal yang luar biasa untuk bersaing hidup di kota. (Dalam catatan ini saya perlu menyampaikan kekaguman kepada sosok Savic Ali, alumni pesantren yang hijrah ke kota dan kuliah di jurusan filsafat, kemudian menjadi aktifis dan sekarang menjadi pebisnis sukses di bidang teknologi-komunikasi.)

Santriwati Cantik

Sesuatu yang menarik dalam bonus demografi sebenarnya bukan migrasi, tapi mobilitas sosial yang sudah terjadi pada kaum santri selama bertahun-tahun melalui beberapa bidang dan peran. Di bidang politik, kaum sarungan mulai meroket ke kancah nasional melalui Partai NU pada tahun 1955, dan berikutnya kiprah politik ini terus bertahan meskipun mengalami pasang-surut. Posisi kaum santri sangat kuat karena dalam sistem demokrasi yang selalu mengandalkan jumlah massa; sesuatu yang menjadi keunggulan kaum santri.

Berikutnya, kisaran akhir 1970an dan 1980an, sebagian kaum sarungan menjajaki dunia baru sebagai aktivis LSM, gerakan advokasi yang didahului dengan berbagai kajian kritis terhadap berbagai teks pesantren dan adaptasi berbagai kajian filsafat dan teori sosial dari Barat. Gus Dur menjadi satu ikon penting dalam hal ini. Kemudian tibalah era reformasi yang ditunggu-tunggu dan generasi ini sudah siap "merebut" jabatan strategis di lembaga-lembaga negara yang baru dibentuk, serta tenaga-tenaga ahli di berbagai bidang.

Sarana mobilitas sosial yang paling penting bagi kaum santri adalah pendidikan. Negara Indonesia ini harus berterimakasih kepada pesantren yang menyelamatkan pendidikan warga negara terutama di basis pedesaan dan kalangan ekonomi menengah ke bawah. Pada awal masa kemerdekaan, pesantren yang sejak awal memilih jalur politik non-kooperatif terhadap sistem kolonial, memilih tetap menjadi institusi pendidikan tersendiri yang secara nomenklatur berada di bawah naungan Kementerian Agama, bukan Kementerian Pendidikan. Berikutnya, sebagian pesantren bermetamorfosa menjadi madrasah atau sekolah formal yang diakui oleh pemerintah dan menyeleggarakan juga pendidikan tinggi dengan berbagai bidang keahlian yang hampir sama dengan yang dikembangan di lembaga pendidikan tinggi umum. Kementerian Agama juga sangat aktif melakukan proyek integrasi ilmu agama-umum dan memfasilitasi kaum santri untuk mendalami bidang sains dan humaniora.

Hasilnya, banyak sekali kaum santri yang mempunyai keahlian selain bidang agama-normatif. Bahkan, bukan rahasia lagi sejak dahulu putra-putri para tokoh NU disekolahkan di lembaga pendidikan umum, bukan di pesantren atau lembaga pendidikan Islam. Dan pada saat Indonesia mengalami bonus demografi, sudah banyak kaum santri yang menjadi ahli matematika dan statistik,ahli biologi dan kimia, ahli teknologi, ahli astronomi, bahkan ahli di bidang nuklir: Bidang-bidang keahlian ini mungkin tidak terpikirkan pada 31 Januari 1926.

Organisasi NU sebagai rumah besar kaum santri memang terlalu tua untuk merespon bonus demografi kaum santri ini, namun intsitusi yang dipimpin para kiai pesantren ini menjadi sarana kopi darat generasi santri yang sudah beredar kemana-mana. (Di Jakarta misalnya halaqah-halaqah, istighotsah atau kegiatan apapun menjadi saranan berkumpul kaum santri, sekedar ngobrol-ngobrol, bercanda dan membahas hal-hal yang tidak penting (tidak berkaitan dengan bidang profesi mereka).

Sebagian orang luar masih menganggap kaum santri hanya sebagai komunitas massa Islam yang berkecimpung di bidang agama. Misalnya, para wartawan yang diturukan untuk meliput berbagai kegiatan NU atau datang menemui kiai di pesantren hampir selalu wartawan desk-politik. Singkatnya, NU dan pesantren di kancah nasional hampir selalu identik dengan manuver politik dan fatwa keagamaan.

Namun siapapun tidak bisa membendung arus pergerakan generasi kaum santri di berbagai bidang dan pos-pos penting. Di bidang politik, beberapa santri duduk sebagai pimpinan berbagai partai politik. Di birokrasi, kaum santri juga tidak hanya masuk melalui jalur Kementeria Agama. Di bidang keahlian lain pergerakan kaum santri di era bonus demografi ini juga tidak bisa dibendung dan dihalangi oleh siapapun atau apapun. Semua berlangsung secara alamiah dan bebas dari pengaruh konspirasi wahyudi sekalipun.

Penulis adalah Redaktur Santriwati Cantik

Dari (Opini) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76797/bonus-demografi-kaum-santri

Selasa, 25 Mei 2010

Bupati dan Wakil Bupati Kompak Foto Kartanu

Jombang, Santriwati Cantik. Warga NU Kota Santri patut berbangga memiliki Bupati Suyanto dan Wabup Widjono Soeparno. Sebab keduanya tak segan turut menyukseskan program-program ormas Islam terbesar itu. Termasuk program pembuatan kartu tanda anggota NU (Kartanu) yang diluncurkan di Jombang sejak 10 Maret lalu.

Rabu (10/4) kemarin, keduanya melakukan pemotretan Kartanu di komplek pendopo kabupaten.

Bupati dan Wakil Bupati Kompak Foto Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati dan Wakil Bupati Kompak Foto Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)


Bupati dan Wakil Bupati Kompak Foto Kartanu

"Saat masih aktif sebagai pengurus MWCNU Bareng, saya dulu juga ikut menggerakkan Kartanu. Saya malah masih ingat kalau waktunya pemotretan di suatu kampung mesti dilakukan ledang lebih dulu. Diworo-woro menggunakan mobil kalau hari itu warga diharap berkumpul di rumah si A untuk pemotretan Kartanu. Tak ada salahnya kalau cara-cara seperti itu digunakan lagi sekarang, kata Bupati Suyanto.

Santriwati Cantik

Wabup Widjono Soeparno sendiri mengaku bangga memiliki Kartanu. Apapun program NU pasti kita dukung. Apalagi Kartanu ini sangat banyak manfaatnya. Selain untuk pendataan, ini juga menunjukkan ketaatan kita pada para kiai dan guru-guru kita di NU, tegas adik kandung mantan Gubernur Jatim, Imam Utomo ini.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rojiful Mamduh

Santriwati Cantik

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/43694/bupati-dan-wakil-bupati-kompak-foto-kartanu

Rabu, 11 November 2009

Ini Yang Lebih Dikhawatirkan Nabi Daripada Syirik

Santriwati Cantik - Tiba-tiba saya teringat dua buah Hadis Nabi Muhammad yang sayup-sayup mulai tak terdengar lagi lantaran tertutup oleh ulah (sejumlah) umat Islam yang hiruk-pikuk mengurusi "agama simbol" atau "agama gincu".

Ini Yang Lebih Dikhawatirkan Nabi Daripada Syirik - Santriwati Cantik
Ini Yang Lebih Dikhawatirkan Nabi Daripada Syirik - Santriwati Cantik


Ini Yang Lebih Dikhawatirkan Nabi Daripada Syirik

Hadis ini juga "nyaris lenyap" karena terhalangi oleh tingkah-polah sebagian kelompok Islam yang begitu heroik dan gegap-gempita menyerbu obyek-obyek mati yang dianggap sebagai "sumber syirik" (penyekutuan Tuhan) yang bisa mengotori kesucian serta menodai kemurnian dan keesaan Tuhan.

Ini Yang Lebih Dikhawatirkan Nabi Daripada Syirik - Santriwati Cantik
Ini Yang Lebih Dikhawatirkan Nabi Daripada Syirik - Santriwati Cantik


Ini Yang Lebih Dikhawatirkan Nabi Daripada Syirik

Oleh sejumlah kelompok Islam puritan-reformis ekstrim yang "kami tauhiden" (ketauhid-tauhidan atau "ketuhan-tuhanan"), obyek-obyek seperti kuburan, patung (patung orang atau binatang), batu nisan, dunia klenik, obyek-obyek yang dikeramatkan orang (seperti pohon, sungai, keris, binatang, gunung, batu, dlsb), atau bahkan gambar / foto / lukisan orang dan binatang itu semua bisa menyebabkan orang tersungkur ke dalam kekafiran dan kemusyrikan, dan karenanya wajib hukumnya untuk dimusnahkan dari muka bumi.

Karena itu, Anda jangan kaget kalau mereka di sejumlah tempat begitu bersemangat untuk merusak patung-patung (tentu saja tidak semua patung mereka obrak-abrik: misalnya patung polisi atau patung-patung di markas TNI ya mereka nggak berani he he).

Gambar-gambar atau foto orang atau binatang juga mereka musnahkan (tentu saja tidak semuanya: duit apa saja termasuk "duit Arab" yang ada foto dan gambarnya ya tetap saja mereka simpan he he). Bagi mereka, tidak ada "duit sekuler" atau "uang liberal". Semua uang bagi mereka adalah "religius" jadi tidak perlu dibakar dan dilenyapkan he he.

Eh sampai lupa belum menyebutkan bunyi Hadisnya. Hadisnya (yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim) kira-kira begini bunyinya: "Dan sesungguhnya demi Allah, saya tidak khawatir kalian akan berbuat syirik sepeninggalku. Akan tetapi saya justru takut kalian akan berebut dunia."

Dalam Hadis lain yang diriwayatkan Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Sesungguhnya, saya tidak takut kalian berbuat syirik. Yang saya khawatirkan atas kalian adalah dunia. Kalian akan saling berlomba-lomba di dunia, dan saling bunuh. Maka kalian akan hancur sebagaimana hancurnya umat sebelum kalian."

Saya kira dua Hadis ini adalah "tamparan telak" buat sejumlah kaum Muslim yang begitu bergemuruh memburu obyek-obyek yang dianggap atau dituduh sebagai "biang kerok" syirik tetapi pada saat yang bersamaan, mereka justru tanpa sadar telah melakukan atau mempraktikkan tindakan syirik itu sendiri, yaitu "memberhalakan dunia".

Mereka benci setengah mati dengan kuburan tetapi cinta setengah mati dengan mall, hotel, supermarket, dlsb. Mereka hancurkan obyek-obyek spiritual yang dikeramatkan oleh umat tetapi pada saat yang sama mengeramatkan obyek-obyek modern. Mereka takut dengan "dunia klenik tradisional" tetapi mereka gandrung dengan "dunia klenik modern": teknologi.

Mereka mengaku anti-syirik dan pantang "menyekutukan Tuhan" tetapi mereka telah menuhankan obyek-obyek lain: pemimpin, raja, sultan, klerik, jabatan, kekuasaan, uang, harta, kekayaan, dlsb. Inilah yang saya maksud sebagai "syirik modern" sebagai lawan dari "syirik tradisional". "Cinta dunia" adalah "syirik modern".

Saya memandang "gerakan anti-syirik" (baca "syirik tradisional") yang dipropagandakan sejumlah kelompok Islam ekstrim-konservatif itu sebagai tindakan lebay, "genit", dan hipokrit untuk menutupi borok-borok mereka yang "gandrung" dengan duniawi. Betul kata Nabi di atas bahwa beliau tidak khawatir dengan perbuatan syirik, bahkan Tuhan pun tidak peduli orang mau berbuat syirik kek, kapir kek, karena memang Tuhan tidak butuh disembah dan tidak butuh sesembahan. Karena itu, jangan dikit-dikit bilang syirik, salah-salah kita sendiri yang justru terjerumus ke dalam kesyirikan. [Santriwati Cantik]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/ini-yang-lebih-dikhawatirkan-nabi-daripada-syirik.html

Rabu, 17 Desember 2008

Banyak Orang Cari Pembenaran, bukan Kebenaran di Media Sosial

Jakarta, Santriwati Cantik. Perilaku masyarakat dalam berselancar di dunia maya dan bermedia sosial saat ini sudah sangat memprihatinkan. Di satu sisi perkembangan teknologi adalah sebuah keniscayaan dan dapat memberikan manfaat kemudahan bagi manusia. Hanya saja di sisi lain ada bahaya yang mengintai dan saat ini sudah tampak terlihat.

Di antara bahaya dari perkembangan internet khususnya media sosial adalah mudahnya masyarakat mempercayai hoax atau berita palsu. Masyarakat saat ini dengan gampangnya menyebarkan konten-konten yang tidak jelas tanpa terlebih dahulu dicerna dan diklarifikasi.

Banyak Orang Cari Pembenaran, bukan Kebenaran di Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyak Orang Cari Pembenaran, bukan Kebenaran di Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)


Banyak Orang Cari Pembenaran, bukan Kebenaran di Media Sosial

"Masyarakat cenderung bangga menjadi yang pertama membagikan sebuah berita tanpa melihat kebenaran dari berita yang disebarkannya. Hoax adalah penyakit sosial," kata Septiaji Eko Nugroho dari Komunitas Masyarakat Anti-Fitnah dan Hoax, Kamis (23/3).

Santriwati Cantik

Perilaku masyarakat dalam berselancar di internet saat ini dalam menyikapi berita adalah tidak untuk mencari kebenaran namun untuk mencari pembenaran. Netizen, menurutnya, cenderung tidak mau menerima kebenaran yang berasal bukan dari kelompoknya.

"Hal ini disebabkan oleh rendahnya literasi masyarakat Indonesia sehingga adanya internet tidak membuat wawasan terbuka namun malah menjadi sarana mencari pembenaran pihak masing-masing," katanya di depan peserta Workshop Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme didunia Maya Bersama OKP dan Ormas di Hotel Millenium Jakarta, Rabu-Jumat (22-24/3).

Santriwati Cantik

Ia menjelaskan, banyak sekali motif orang dalam membuat berita hoax di antaranya faktor ekonomi untuk mendapatkan uang. "Motivasi ideologi, politik dan kebencian kepada individu atau kelompok juga merupakan salah satu modus orang membuat berita hoax," katanya.

Ia mengajak masyarakat untuk waspada dalam meyakini dan memahami duduk permasalahan dari sebuah berita yang berkembang.

Selain itu internet dan gawai saat ini sudah menjadi bagian baru dari tubuh manusia dan jangan sampai ini membawa kemudlaratan dalam kehidupan. "Kita harus bisa membagi waktu kapan berinteraksi di dunia maya dan kapan berinteraksi sosial dengan sesama di dunia nyata," sarannya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76358/banyak-orang-cari-pembenaran-bukan-kebenaran-di-media-sosial

Santriwati Cantik

Jumat, 02 Mei 2008

Seruan Rais Aam PBNU Jelang Pengumuman Hasil Pilpres 2014

Jakarta, Santriwati Cantik. Pejabat Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri mengajak segenap warga Indonesia bersyukur kepada Allah atas penyelenggaraan pilpres 2014 yang berlangsung tertib dengan besarnya partisipasi warga. Pemilihan pemimpin bangsa sebagai tahap awal dari nashbul imamah terlaksana dengan baik. Selanjutnya, tugas warga berdoa dan menanti hasil penghitungan KPU agar berjalan mulus tanpa gangguan.

Dukungan semua pihak untuk KPU bekerja sesuai amanah konstitusi sangat dibutuhkan agar keputusannya menggambarkan apa adanya suara rakyat, demikian seruan KH A Mustofa Bisri yang lazim disapa Gus Mus sebagai sikap PBNU pasca pilpres 2014, Kamis (17/7) pagi.

Seruan Rais Aam PBNU Jelang Pengumuman Hasil Pilpres 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Seruan Rais Aam PBNU Jelang Pengumuman Hasil Pilpres 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)


Seruan Rais Aam PBNU Jelang Pengumuman Hasil Pilpres 2014

PBNU juga meminta kepada masing-masing Calon Presiden-Wakil Presiden berikut segenap pendukungnya untuk berbesar hati menerima secara tulus keputusan final KPU beberapa hari mendatang. Mereka harus menampilkan sikap kenegarawan atas keputusan KPU, terang Gus Mus.

Santriwati Cantik

Sementara tanggung jawab lembaga pers nasional dan lokal sendiri, Gus Mus mengimbau, ialah menyegarkan kembali kerukunan dan persatuan warga. PBNU berharap pers sebagai salah satu dari elemen bangsa dapat bekerja sesuai aturan kode etiknya dan itikad baik demi mewujudkan maslahat di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara untuk para pengurus NU di segala tingkatan, warga NU, dan terutama sekali para kiai NU, "Saya serukan untuk membantu pemulihan suasana masyarakat yang aman dan damai demi menjaga ukhuwwah wathaniyah dan keutuhan NKRI tercinta, harap Gus Mus.

Terakhir Gus Mus juga berdoa agar "Allah SWT menurunkan ampunan, rahmat-Nya, serta memberikan kekuatan lahir dan batin kepada kita, bangsa Indonesia seutuhnya." (Alhafiz K)

Santriwati Cantik

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/53336/seruan-rais-aam-pbnu-jelang-pengumuman-hasil-pilpres-2014

Santriwati Cantik

Jumat, 21 Maret 2008

PMII Nilai Pergub DKI soal Demonstrasi Langgar Konstitusi

Jakarta, Santriwati Cantik. Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) DKI Jakarta menilai kebijakan Gubernur DKI yang menerbitkan Pergub 228/2015 tentang Pengendalian Pelaksanaan Penyampaian Pendapat di Muka Umum pada Ruang Terbuka tidak tepat.

Ketua Umum PKC PMII DKI Jakarta Mulyadin Permana mengatakan, dengan peraturan tersebut Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengekang kebebasan berpendapat dengan lisan dan tulisan yang telah dijamin UUD 1945.

PMII Nilai Pergub DKI soal Demonstrasi Langgar Konstitusi (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Nilai Pergub DKI soal Demonstrasi Langgar Konstitusi (Sumber Gambar : Nu Online)


PMII Nilai Pergub DKI soal Demonstrasi Langgar Konstitusi

Saya melihat Ahok enggak paham UUD 1945, masak buat Pergub yang bertentangan dengan amanat konstitusi tertinggi negara kita, ujarnya, Senin (2/11), dalam siaran pers.

Menurutnya, konsekuensi negara demokrasi adalah rakyat bebas menilai penyelenggaraan negara oleh pemerintah. Rakyat bebas mengkritik dan menyalahkan pemimpinnya jika memang salah, bahkan menurunkan pemimpin yang tidak becus mengurus rakyatnya.

Santriwati Cantik

Bagi kami mahasiswa Pergub itu melanggar hukum atau konstitusi tertinggi negara (UUD 1945) jadi tidak perlu dipatuhi. Kami akan tetap demo di balaikota kalau Ahok salah. Kami akan tetap demo di Istana kalau Presiden salah, atau di manapun ada kesalahan penyelenggaraan pemerintahan oleh pejabat terkait, katanya.

Santriwati Cantik

Ia berpendapat, mahasiswa adalah agen perubahan yang tidak seharusnya diatur oleh aturan yang dibuat semena-mena. Oleh karena itu, kami mengutuk dan menolak Pergub 228 ala Ahok itu, dan kami akan mengajukan judicial review (uji materi) atas Pergub yang salah tersebut, pungkas Mulyadin.

Pemerintah DKI berdalih bahwa penerbitan peraturan tersebut bertujuan agar demonstrasi tidak mengganggu masyarakat umum. Dalam pasal 4 pergub itu disebutkan bahwa lokasi yang diperbolehkan sebagai tempat berunjuk rasa hanya di Parkir Timur Senayan, Alun-alun demokrasi gedung DPR, dan Silang Selatan Monas. Sementara itu, di Pasal 6 dituliskan bahwa aksi hanya dapat dilaksanakan dalam kurun waktu dari pukul 06.00 hingga pukul 18.00 WIB saja. (Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/63287/pmii-nilai-pergub-dki-soal-demonstrasi-langgar-konstitusi

Santriwati Cantik

Minggu, 11 November 2007

Stok Buku Nikah Habis, LKKNU: Pemerintah Abai Melayani Warga

Jakarta, Santriwati Cantik. Ketua Pengurus Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Sulthonul Huda menilai, kelangkaan buku nikah yang terjadi di beberapa daerah belakangan ini, seharusnya tidak terjadi.

Aneh saja, hal sepele seperti itu kok bisa terjadi, komentarnya kepada Santriwati Cantik di gedung PBNU, Jalan Taman Amir Hamzah, Matraman, Jakarta, Selasa (12/11).

Stok Buku Nikah Habis, LKKNU: Pemerintah Abai Melayani Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Stok Buku Nikah Habis, LKKNU: Pemerintah Abai Melayani Warga (Sumber Gambar : Nu Online)


Stok Buku Nikah Habis, LKKNU: Pemerintah Abai Melayani Warga

Menurut Sulthon, memang buku nikah hanya masalah administrasi, bukan subtansi dalam pernikahan. Tapi, lanjut Sulthon, hal sepele ini terjadi menunjukkan pemerintah abai dalam melayani kebutuhan warganya.Pemerintah harus segera mengatasi masalah ini, imbaunya.

Santriwati Cantik

Ia juga meminta kepada KUA di berbagai daerah yang kekurangan buku nikah dengan mengeluarkan surat nikah sementara, segera mengeluarkan buku nikah asli. Surat nikah sementara tidak terlalu lama diberikan, seminggu atau paling lambat dua minggu, pintanya.

Santriwati Cantik

Seperti diketahui, belakangan ini stok buku nikah di beberapa daerah kosong. Misalanya di Depok Jawa Barat. Akibatnya pasangan yang menikah selama 2 bulan terakhir, terpaksa hanya puas dengan sehelai surat keterangan nikah sementara.

Provinsi-provinsi lain yang mengalami kekurangan buku nikah dengan jumlah peristiwa nikah yang tinggi antara lain Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Sumatera Utara, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. (Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/48161/stok-buku-nikah-habis-lkknu-pemerintah-abai-melayani-warga

Santriwati Cantik

Jumat, 08 Desember 2006

PM Palestina Bentuk Komisi Untuk Selidiki Penyebab Wafatnya Arafat

Ramallah, Santriwati Cantik. Perdana Menteri Palestina Ahmed Qorei Rabu membentuk komisi khusus untuk menyelidiki penyebab kematian Yasser Arafat saat sejumlah pejabat akan menuju Paris untuk mencari jawaban dari dokter Perancis.

Setelah memimpin pertemuan dewan keamanan nasionalnya, Qorei mengungkapkan ia telah memerintahkan pembentukan komisi, yang mencakup wakil dari kementerian kesehatan dan kementerian dalam negeri dan juga dinas intelijen.

"Komisi itu diminta untuk menjalin hubungan dengan perorangan dan kelompok yang dapat menyumbang (informasi) yang ditujukan untuk mengklarifikasi kemenduaan yang mengelilingi kematian Presiden Arafat dan juga mengingat banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh rakyat Palestina," kata sebuah pernyataan dari kantornya.

PM Palestina Bentuk Komisi Untuk Selidiki Penyebab Wafatnya Arafat (Sumber Gambar : Nu Online)
PM Palestina Bentuk Komisi Untuk Selidiki Penyebab Wafatnya Arafat (Sumber Gambar : Nu Online)


PM Palestina Bentuk Komisi Untuk Selidiki Penyebab Wafatnya Arafat

Arafat meninggal di sebuah rumah sakit militer Perancis Kamis lalu pada usia 75 tahun setelah penyakitnya memburuk sehingga koma. Dunia Arab menyuarakan kembali dugaan bahwa ia diracun, dengan banyak teori konspirasi yang menunjukkan tangan ke Israel.

Hingga kini, para pejabat Perancis mengatakan bahwa catatan medis Arafat hanya dapat diberikan pada "pihak-pihak yang memenuhi syarat", seperti keluarganya.

Bekas penasehat senior Arafat, Nabil Abu Rudeina, juga mengungkapkan bahwa satu delegasi khusus akan menuju Perancis dalam beberapa hari mendatang ini.

"Satu delegasi Palestina akan ke Perancis untuk meminta pemerintah Perancis menyerahkan laporan medis menyangkut penyebab sebenarnya kematian Arafat," kata Abu Rudeina di Ramallah.

Santriwati Cantik

Abu Rudeina tidak memberi rincian tepatnya tentang susunan delegasi atau jadwal waktunya, tapi menambahkan bahwa delegasi itu akan berangkat ke Perancis "secepatnya".(ant/mkf)

Santriwati Cantik

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/2377/pm-palestina-bentuk-komisi-untuk-selidiki-penyebab-wafatnya-arafat

Santriwati Cantik

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santriwati Cantik sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santriwati Cantik. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santriwati Cantik dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock