Tampilkan postingan dengan label Habaib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habaib. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juli 2015

Kiai Maruf: NU has developed dynamic line of thought

Jakarta, Santriwati Cantik. Chairman of Nahdlatul Ulama law making body KH Maruf Amin said here on Wednesday (27/8) that as the countrys largest Muslim organization Nahdlatul Ulama (NU) has since its establishment developed such dynamic line of thought by basing itself on manhaj (frame of thinking) as evolved by four schools in fiqih (Islamic jurisprudence).

Speaking at a Training of Cadres of Preachers II held by Nahdlatul Ulama Islamic Preaching Institution (LDNU) and Muslimat, kiai Maruf suggested that in 1990s NU had ever been in conservatism. NU ulemas just received what called as manhaj textually. As a result, it could no longer address religious problems that had never come into existence during the four ulemas period of time.

Finally, at a Lampungs NU National Meeting in 1992, it was decided that NU would always follow schools of thought textually and methodologically (qouli wa manhaji). The fresh problems can be then answered by using such method used by ulemas.He then gave what had ever happened before in Banten as experienced by Sheikh Nawawi al-Bantani for instance that according to Imam Syafiie, zakat must be distributed to evenly seven circles. But, at that time (in Banten), there were no fully the seven. Dealing with this case, with reference to other ulema (imam madzhab), the zakat can be distributed.

Kiai Maruf: NU has developed dynamic line of thought (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf: NU has developed dynamic line of thought (Sumber Gambar : Nu Online)


Kiai Maruf: NU has developed dynamic line of thought

Thats why, if Imam Syafiie found the same thing, he would certainly take the point of view (zakat can be distributed with no fully seven circles). (mkf)

Dari (News) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/28228/kiai-ma039ruf-nu-has-developed-dynamic-line-of-thought

Santriwati Cantik

Selasa, 26 Agustus 2014

Songsong Era Digital, 200 IPNU Jatim Dibekali Jurnalistik Televisi

Jombang, Santriwati Cantik. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Timur (Jatim) menggelar pendidikan dan pelatihan Jurnalistik Televisi di Gedung Yusuf Hasyim Lantai III Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang.

Kegiatan bekerja sama antara IPNU Jatim dengan BBS TV pada Rabu (24/12) tersebut mengangkat tema Mencetak Jurnalis Handal dan Profesional.

Songsong Era Digital, 200 IPNU Jatim Dibekali Jurnalistik Televisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Songsong Era Digital, 200 IPNU Jatim Dibekali Jurnalistik Televisi (Sumber Gambar : Nu Online)


Songsong Era Digital, 200 IPNU Jatim Dibekali Jurnalistik Televisi

Menurut Ketua IPNU Jatim Imam Fadli, kegiatan ini untuk menyiapkan anak-anak muda NU menghadapi tantangan dunia digital. Indonesia ke depan mau tidak mau akan memasuki era digital, maka dari itu IPNU-IPPNU harus menyiapkan diri menghadapi era tersebut, kata Imam saat memberikan sambutan.

Masih menurut orang nomor satu di IPNU Jatim itu, pertemuan kader IPNU se Jawa Timur itu juga dalam rangka penganugerahan IPNU Award 2014. Selain itu, terakhir nanti kami juga akan mensosialisasikan peraturan organisasi administrasi kepada seluruh perwakilan pimpinan cabang se-Jatim, pungkasnya.

Santriwati Cantik

Santriwati Cantik

Sebelum acara dibuka Wakil Bupati Jombang Nyai Munjidah Wahab, KH Salahuddin Wahid juga berharap kader IPNU-IPPNU bisa mengaktualisasikan diri di bidang jurnalistik. Kita harus mempunyai TV yang baik, yang mendidik, yang menghibur, dan yang informatif, ungkapnya.

Saat ini, menurut kiai yang akrab disapa Gus Sholah, masih sangat jarang TV yang mengedepankan pendidikan nilai islam. Inilah peluang yang harus dimaksimalkan oleh IPNU-IPPNU, ungkap adik kandung Gus Dur yang juga pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng itu.

Sementara Wabup Jombang Nyai Munjidah Wahab menyambut positif pelaksanaan kegiatan IPNU-IPPNU Jatim diadakan di Jombang supaya bisa lebih mengenal pesantren, karena kota kelahiran Hadratus Syaikh Hasyim Asyari itu dikenal dengan kota santri yang mempunyai ratusan pesantren.

Paling tidak anak-anak IPNU-IPPNU se Jawa Timur ini bisa mengenal dunia pesantren dengan baik. Karena tidak semua anak IPNU-IPPNU paham tentang pesantren. Selain itu nanti mereka juga bisa berziarah ke makam tiga pendiri NU yang ada di Jombang ini, jelas putri KH Wahab Chasbullah itu kepada Santriwati Cantik selesai membuka acara tersebut.

Senada dengan Wabup Jombang, Nur Hidayat Sekretaris PWNU Jatim juga menginginkan anak-anak NU menjaga nilai-nilai pesantren. Ini bisa menjadi titik awal keyakinan rekan-rekan, bahwa banyak jalan menuju kesuksesan. Belajarlah menjaga nilai pesantren untuk di elaborasi dengan dunia jurnalistik, ujar Hidayat.

Agenda yang dijadwalkan selama dua hari ini (Rabu-Kamis/24-25/12) dihadiri lebih 200 peserta delegasi pimpinan cabang IPNU-IPPNU se Jatim. Setiap cabang mendelegasikan minimal dua orang, tapi banyak juga yang mengutus sampai empat orang, tutur Ahmad Rosyid, Ketua PC IPNU Jombang.

Hadir pada kesempatan itu KH Taufiq Jalil, pembina IPNU-IPPNU Jombang, serta Idi Muzayyad dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat yang menjadi pembicara dalam stadium general sebelum diklat jurnalistik TV. (Romza/Abdullah)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/56597/songsong-era-digital-200-ipnu-jatim-dibekali-jurnalistik-televisi

Selasa, 17 Juni 2014

LP Maarif Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan di Jombang

Jombang, Santriwati Cantik. Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Jombang siap meningkatkan mutu pendidikan di Jombang, terutama di lingkungan Nahdlatul Ulama Jombang adalah memperkuat satuan-satuan pendidikan (madrasah/sekolah) melalui peningkatan atau pengembangan kelembagaan LP Maarif, pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas siswa/siswi dan melakukan upaya perubahan kebijakan.

Demikian hasil Rapat Kerja LP Maarif NU Jombang yang diadakan pada di MI Al Hanafiah Wringinpitu Mojowarno Jombang, Rabu (5/12).

Hadir dalam acara tersebut antara lain seluruh Pengurus Cabang LP Maarif NU Jombang, Pengurus MWC LP Maarif se Jombang dan, beberapa perwakilan madrasah/ sekolah. Tampak hadir juga Ketua PCNU Jombang, DR KH Isrofil Amar, Kepala Kemenag Jombang, H Barozi, Kasi Mepanda sekaligus Pembina LP Maarif NU Jombang, H Taufiq Djalil.

LP Maarif Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Maarif Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)


LP Maarif Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan di Jombang

Upaya peningkatan kelembagaan LP Maarif, menurut ketua LP Maarif NU Jombang, H Salmanudin, dilakukan dengan mengembangkan sistem informasi dan dokumentasi, meningkatkan pelayanan keadaministrasian bagi madrasah/sekolah dan meningkatkan upaya pendampingan bagi madrasah/sekolah.

Sedangkan pengembangan kurikulum dilakukan dengan melakukan penyusunan Kurikulum (KTSP) yang berbasis Aswaja. Penyusunan ini ditindak lanjuti dengan sosialisasi dan pelaksanaan. Review bisa dilakukan setelah pelaksanaan telah dilakukan pada tahun pertama perjalanan program.

Santriwati Cantik

Santriwati Cantik

Penyusunan kurikulum ini secara praktis bisa memberikan pembelajaran, tidak hanya kepada siswa-siswi tetapi juga sebagai bahan pembelajaran bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pendidikan, termasuk LP Maarif sendiri.

Peningkatan kualitas siswa-siswi dilaksanakan dengan melakukan kegiatan-kegiatan bersama yang difasilitasi oleh LP Maarif NU. Kegiatan-kegiatan tersebut berupa kegiatan peningkatan ketrampilan, atau peningkatan kemampuan kognitif

Yang terakhir, melakukan upaya perubahan kebijakan dilakukan dengan melakukan kegiatan-kegiatan pertemuan dalam upaya melakukan perubahan kebijakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan pendidikan di LP Maarif, termasuk dalam hal ini kebijakan tentang Ujian Nasional.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslimin Abdilla

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41160/lp-maarif-siap-tingkatkan-mutu-pendidikan-di-jombang

Santriwati Cantik

Rabu, 30 Oktober 2013

Tiga Perspektif Tafsir di Masa Orde Baru

Solo, Santriwati Cantik. Hasil penelitian disertasi Islah Gusmian yang berjudul Dialektika Tafsir Alquran dan Praktek Politik Rezim Orde Baru, memberikan gambaran perkembangan tafsir Alquran pada zaman Orde Baru.

Menurut Islah, yang pernah mengemban amanah di Lakpesdam PWNU DIY tersebut, setidaknya terdapat tiga perspektif tafsir. Yaitu, perspektif tafsir bungkam, tafsir gincu dan tafsir kritis.

Tiga Perspektif Tafsir di Masa Orde Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Perspektif Tafsir di Masa Orde Baru (Sumber Gambar : Nu Online)


Tiga Perspektif Tafsir di Masa Orde Baru

Perspektif tafsir bungkam adalah kondisi di mana tafsir mengalami keberjarakan dari problem sosial-politik rezim Orde Baru. Sedangkan perspektif tafsir gincu melakukan peneguhan atas kebijakan dan praktik politik rezim Orde Baru. Terakhir, perspektif tafsir kritis, melakukan kritik atas kebijakan dan praktek politik rezim orde baru.

Santriwati Cantik

Di era rezim Orde Baru, penulisan tafsir al-Quran terus tumbuh, dengan keragaman basis sosial, keilmuan dan peran sosial-politik penafsir, serta keragaman ruang publikasi dan audien tafsir. Ketiga perspektif tafsir digerakkan oleh beberapa faktor tersebut terang Islah kepada Santriwati Cantik, belum lama ini (30/8).

Santriwati Cantik

Dalam penelitiannya tersebut, Islah juga menemukan sebuah fakta menarik dalam rezim otoriter Orde Baru. Menariknya, meskipun dalam tafsir-tafsir era rezim Orde Baru ini terdapat sikap-sikap kritis terhadap sejumlah kebijakan penguasa, tetapi tidak ada satupun karya tafsir yang dibredel atau dilarang peredarannya di tengah masyarakat oleh penguasa, ujarnya.

Islah menambahkan ketika itu, di depan tim penguji antara lain Dr. K.H.A. Malik Madaniy, Prof. Drs. H. Akh. Minhaji, MA., Ph.D., Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, M. Ag., dan Dr. Phil Sahiron Syamsuddin, MA, dipaparkan mengenai teori keterpengaruhan subyek/penafsir dan ruang serta peran sosial politik yang dirumuskan Amin Al-Khuli, teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim, dan pendekatan sejarah Muhammed Arkoun.

Atas penelitian disertasi ini, Islah Gusmian yang kini menjadi dosen di IAIN Surakarta, berhak untuk meraih gelar Doktor Bidang Ilmu Agama Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/54239/tiga-perspektif-tafsir-di-masa-orde-baru

Santriwati Cantik

Rabu, 03 Juli 2013

Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang

Amalan Bulan Rajab - Bulan Rajab sangat banyak dinanti oleh orang Islam. Sebab bulan ini semakin mendekatkan hadirnya bulan Ramadan yang sangat agung. Oleh sebab itu, perlu kembali kita renungkan bagaimana KH Sholeh bin Umar Assamarani (dikenal Mbah Sholeh Darat) menjelaskan tentang fadlilah bulan Rajab ini.

Dalam Kitab Lathaifut Thaharah wa Asrarus Sholat karya Mbah Sholeh Darat halaman 83-88 dituliskan bab khusus tentang "Bab Fadlilah Rajab". Kitab yang ditulis dengan pegon dan diterbitkan oleh Thoha Putra Semarang ini sangat detail menjelaskan keutamaan Rajab merujuk pada hadits Nabi.

Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang - Santriwati Cantik
Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang - Santriwati Cantik


Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang

KH Sholeh menjelaskan: "Nabi bersabda: 'Barang siapa yang mengucapkan kalimat سبحان الحي القيوم sebanyak 100 kali tiap hari pada sepuluh hari awal Rajab, mengucap سبحان الاحد الصمد sebanyak 100 kali tiap hari pada sepuluh hari kedua, dan mengucap سبحان الرؤف sebanyak 100 kali tiap hari pada sepuluh hari ketiga, maka tidak ada orang yang bisa menghitung pahalanya".

Hadits ini memberikan pengertian tentang bacaan atau wirid yang perlu didawamkan untuk dibaca setiap hari di bulan Rajab. Dan pahala yang didapatkan sangat banyak sekali, sehingga tidak bisa dihitung.

Santriwati Cantik

Dan Rasulullah Saw juga menyampaikan bahwa bulan Rajab adalah bulannya Allah Swt, sedangkan bulan Sya'ban adalah bulannya Rasulullah, sementara bulan Ramadan merupakan bulannya umat Muhammad. Maka Nabi selanjutnya menegaskan bahwa siapa saja yang menjalankan puasa sehari di bulan Rajab murni karena Allah tanpa niat lainnya, maka akan selalu mendapatkan ridla agung Allah dan dijanjikan tempat surga Firdaus.

Sedangkan pahala puasa Rajab dua hari akan mendapatkan kelipatan dua kali hitungan semua gunung di dunia. Puasa tiga hari mendapat pahala penghalang neraka. Puasa empat hari mendapat pahala diselamatkan dari segala bala' yang menimpa semacam junun, judzam dan barash serta diselamatkan dari fitnah Dajjal.

Santriwati Cantik

Sedangkan pahala puasa selama lima hari akan selamat dari siksa kubur. Pahala puasa enam hari adalah jaminan wajahnya bersinar saat keluar dari qubur sebagaimana sinar rembulan tanggal empat belas. (Baca Duta Islam: Keramat Mbah Sholeh Darat)

Adapun puasa tujuh hari adalah ditutupnya tujuh pintu neraka. Untuk pahala puasa di bulan Rajab delapan hari adalah dibukakan delapan pintu surga. Pahala puasa sembilan hari adalah akan bangun dari qubur dengan memanggil kalimat لا اله الا الله dan langsung masuk surga. Dan pahala sepuluh hari berpuasa adalah jalan mulus menuju shiratal mustaqim.

Mbah Sholeh Darat masih melanjutkan pahala puasa sebelas hari adalah tidak akan mendapat tandingan pahala kecuali orang yang sama menjalankan puasa 11 hari. Dan pahala puasa dua belas hari adalah mendapatkan pengakuan sebagai hamba yang mulia dibandingkan dunia dan seisinya. [Santriwati Cantik/ab]

Bersambung.....

Oleh M Rikza Chamami, Wakil Ketua KOPISODA (Komunitas Pecinta Mbah Sholeh Darat), alumnus Qudsiyyah dan Dosen UIN Walisongo

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/04/keutamaan-bulan-rajab-menurut-kh-sholeh-darat-semarang.html

Jumat, 03 Mei 2013

KH Syaroni: Ciri Haji Mabrur, Tidak Berbuat Maksiat

Kudus, Santriwati Cantik. Haji mabrur adalah sebuah impinan setiap orang dalam menunaikan ibadah di tanah suci Makkah. Menurut Mustasyar PBNU KH Syaroni Ahmadi, di antara tanda kemabruran seseorang adalah bertambahnya kebaikan dalam diri penyandang predikat tersebut. Orang yang hajinya mabrur tidak akan mengulang perbuatan maksiat.

"Tetapi meraih haji mabrur itu sulit, makanya butuh kehati-hatian dan ketelitian. Kalau masih berbuat kemaksiatan berarti hajinya tidak mabrur," katanya pada saat memberikan tausiyah pada Walimatus Safar di kediaman alumni IPNU Andoko Desa Demaan Kota Kudus, Jawa Tengah, (28/8).

KH Syaroni: Ciri Haji Mabrur, Tidak Berbuat Maksiat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Syaroni: Ciri Haji Mabrur, Tidak Berbuat Maksiat (Sumber Gambar : Nu Online)


KH Syaroni: Ciri Haji Mabrur, Tidak Berbuat Maksiat

Mengutip sebuah hadits Nabi, KH Syaroni menegaskan bahwa tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali pasti masuk surga. Oleh karenanya, haji mabrur mesti menjadi tujuan para calon haji.

"Apalagi untuk bisa berangkat haji, daftarnya harus antre puluhan tahun lamanya. Sangat eman (sayang sekali) bila tidak meraih haji mabrur," tandas ulama kharismatik asal Kudus ini.

Santriwati Cantik

Pernyataan senada disampaikan Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Nahdlatul Ulama (KBIHNU) Kudus H. Shodiqun. Dikatakan, KBIHNU akan berusaha membantu membimbing jamaahnya mulai dari manasik haji hingga mendampingi di tanah suci.

Santriwati Cantik

" Harapannya, jamaah bisa menunaikan rukun dan wajib haji secara benar dan tertib sehingga betul-betul pulang ke tanah air nantinya menyandang haji mabrur," katanya kepada Santriwati Cantik di sela-sela Musyawarah Kerja Cabang NU Kudus, Ahad (31/8). (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/54214/kh-sya039roni-ciri-haji-mabrur-tidak-berbuat-maksiat

Santriwati Cantik

Selasa, 29 Maret 2011

LDNU: Dai Jangan Mudah Menyalahkan

Jakarta, Santriwati Cantik. Sebagai juru syiar Islam, para dai tak selayaknya memunculkan hujatan kepada kelompok-kelompok lain yang tak sepaham. Selain menguasai ilmu agama secara mendalam, juru dakwah dituntut untuk selalu menjaga etika komunikasinya.

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Zakky Mubarak dalam acara Istighotsah dan Pengajian Bulanan di Masjid an-Nahdlah di lantai dasar gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (24/4) malam.

LDNU: Dai Jangan Mudah Menyalahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU: Dai Jangan Mudah Menyalahkan (Sumber Gambar : Nu Online)


LDNU: Dai Jangan Mudah Menyalahkan

Menurut dia, sekarang mulai merebak sejumlah orang yang gemar menyalahkan orang lain kendati secara wawasan keislaman mereka tergolong pemula. Kedangkalan pengetahuan justru membuat mereka mudah menuduh pihak di luar dirinya sebagai kelompok yang keliru.

Sikap ini, sambung Zakky, tak menutup kemungkinan melekat juga kepada orang-orang yang sudah belajar bertahun-tahun di negeri Timur Tengah. Dengan mengkalim diri paling benar, mereka tak jarang secara terang-terangan menyudutkan para ulama.

Jauh-jauh dari Timur Tengah sampai delapan tahun, pulang pulang cuma dapat satu hadits: kullu bidatin dlalalah wa kullu dlalalatin fin nar (setiap yang bidah adalah sesat. Dan setiap yang sesat adalah di dalam neraka), ujarnya.

Zakky mengajak kepada warga NU untuk turut serta dalam program Pendidikan Kader Dai (PKD) NU yang digelar LDNU secara rutin. Setelah dua angkatan berjalan, PKD NU dalam waktu dekat akan dibuka untuk angkatan selanjutnya.

Santriwati Cantik

Penulis: Mahbib Khoiron

Santriwati Cantik

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44017/ldnu-dai-jangan-mudah-menyalahkan

Santriwati Cantik

Jumat, 29 Oktober 2010

Khutbah Idul Fitri - Bangsa yang Cinta Damai

Khutbah idul fitri Oleh M. Rikza Chamami kali ini sangat bagus sekali karena idul fitri adalah momen yang sangat baik dalam menyampaikan sesuatu yang positif. Bersifat mengayomi dan ngadem-ngademi itulah kewajiban khotib idul fitri, karena setelah melaksanakan ibadah puasa selama 1 bulan maka ketika teks Khotbah idul fitri dibacakan maka menjadi sesuatu yang berkesan.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبركبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا. لا اله الا الله والله اكبر. الله اكبر ولله الحمد. الحمد لله انعمنا بختم رمضان الكرام، واعاد علينا بعيد الفطر العظام، اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له، شها دة تنجي قا ئلها من عذاب اخر الايام. واشهد ان محمدا عبده ورسوله، الذي نال رسول الختام. اللهم صل وسلم وبا رك على سيدنا محمد حاء الرحمة وميم الملك ودال الدوام، وعلى اله وصحبه وسلم. الله اكبر الله اكبر ولله الحمد. فيا معاشر المسلمين رحمكم الله، اتقو الله واعلموا ان يومكم هذا يوم عيد وسرور.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Marilah dalam kesempatan awal bulan Syawwal ini kita bersama-sama meningkatkan taqwa kita kepada Allah Swt dengan senantiasa melaksanakan segala perintahnya dan berusaha secara maksimal meninggalkan segala laranganNya. Sebab ketaqwaan inilah yang menjadi inti dari ibadah mulia selama menjalani puasa satu bulan penuh di bulan Ramadan “لعلكم تتقون”.

Khutbah Idul Fitri - Bangsa yang Cinta Damai - Santriwati Cantik
Khutbah Idul Fitri - Bangsa yang Cinta Damai - Santriwati Cantik


Khutbah Idul Fitri - Bangsa yang Cinta Damai

Rasa syukur yang terindah hadir di tengah-tengah kita dengan kalimat “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin” atas limpahan karunia berupa umur panjang dan kesehatan yang dapat mengantarkan kita menyelesaikan ibadah Ramadan dan hadir memuliakan Idul Fitri tahun 1437 H/2016 M ini. Nikmat ini menjadikan pertimbangan bagi kita untuk menjadi hamba Allah yang selalu rajin bersyukur. Allah berfirman dalam Surat Ibrahim ayat 7:

Santriwati Cantik

واذ تاذن ربكم لئن شكرتم لازيدنكم ولئن كفرتم ان عذابي لشديد

Santriwati Cantik

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Bulan Syawwal yang hadir di tengah kita merupakan bulan mulia. Di satu sisi kita sangat menanti dengan penuh harapan dan kegembiraan, sedangkan di sisi lain kita sedang bersedih ditinggalkan bulan Ramadan. Sehingga, Ramadan dan Syawwal ini menjadi masa transisi ibadah sekaligus menjadi ujian keistiqamahan kita dalam selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Bulan Syawwal bukan awal dari kemenangan dan kebebasan semata. Justru Syawwal menjadi pintu gerbang dalam menguji hamba Allah dalam menjalankan ibadah secara baik sebagaimana bulan Ramadan. Kalau itu mampu dilaksanakan, maka Syawwal benar-benar menjadi bulan peningkatan.

Dan Syawwal menjadi hari raya yang sangat bermakna. Sebab masih banyak orang yang ikut merayakan ‘idul fitri, tapi masih belum mampu istiqamah berpuasa. Banyak orang yang ikut berbaju baru, tapi tidak menjalani tarawih. Banyak orang yang ikut membagikan parsel dan ucapan “Selamat ‘idul fitri”, namun melepaskan amaliyah Ramadan.

Hari ini menjadi penegasan bagi kita, bahwa Syawwal kita jadikan momentum mulia dalam menjaga, melestarikan dan meneguhkan kehambaan kita kepada Allah Swt. Sebab kita semua hidup di dunia ini tujuan utamanya adalah ibadah. Tentunya ibadah yang kita lakukan bersama kelak menjadi bekal menghadap keharibaan Allah Swt. Allah berfirman dalam Surat Al Dzariyat ayat 56:

وما خلقت الجن والانس الا ليعبدون

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Di penghujung Ramadan, kita dikejutkan terjadinya Bom secara bergantian, baik di Turki, Madinah Al Munawarah dan Solo. Sungguh kejam sekali sebuah peristiwa yang merusak kesucian Ramadan sekaligus menjadi teror di awal bulan Syawwal.

Patut kita renungi bersama, bahwa setan yang telah dikunci rapat oleh Allah ternyata masih bisa lepas dengan menggoda para manusia yang belum bisa memaknai hakikat puasanya. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw, bahwa banyak orang yang rajin berpuasa, namun tidak memahami esensi puasa. Mereka hanya mendapatkan lelah dan dahaga belaka. Rasulullah bersabda:

كم من صائم ليس له من صيامه الا الجوع والعطش

“Banyak orang yang berpuasa, namun puasanya sia-sia. Kecuali hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga”

Mudah-mudahan kita semua dibebaskan oleh Allah Swt dari golongan yang demikian. Amin amin amin ya rabbal ‘alamin.

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Ada empat pokok penting yang patut kita renungi bersama dalam menatap 11 bulan ke depan setelah ditinggalkan Ramadan. Ini semua menjadi bagian dari muhasabah atau renungan diri agar kita menjadi hamba Allah yang mampu menyandingkan kehidupan ukhrawi dan kehidupan duniawi kita.

Pertama, di penghujung bulan Ramadan memasuki bulan Syawwal, umat Islam dianjurkan untuk menunaikan rukun Islam berupa zakat. Hal yang paling inti dari zakat adalah penyucian diri. Dimana harta yang kita miliki perlu dibagikan kepada orang lain yang sangat membutuhkan. Disinilah Islam mendorong hidup secara bersama.

Yang kaya mengingat yang miskin dengan berbagi harta dan bendanya. Islam tidak mengajarkan kesombongan dengan menumpuk harta. Akan tetapi Islam mengajarkan untuk berbagi dengan term zakat, infaq dan shadaqah. Bahkan Rasulullah menyampaikan pesan bahwa:

صوم شهر رمضان معلق بين السماء والارض ولا يرفع الا بزكاة الفطر

“Puasa bulan Ramadan itu digantungkan antara langit dan bumi dan tidak akan diangkat (diterima pahalanya), kecuali dengan mengeluarkan zakat fitrah”.

Hadits ini memberikan penegasan bahwa betapa pentingnya kita berzakat yang terkecil, yaitu zakat fitrah dengan mengeluarkan beras 2,5 Kg (+ Rp.30.000). Sebab zakat fitrah itulah yang menyambungkan pahala Ramadan kita.

Dan patut dicatat, bahwa shadaqah menjadi salah satu tema khutbah Rasulullah Saw dalam khutbah ‘idul fitrinya. Oleh sebab itu, di pagi yang mulia ini kita bersama-sama berusaha untuk menjadi orang yang rajin mendermakan harta dan benda yang kita memiliki. Dengan usaha menjadi dermawan, maka secara otomatis kita mengharap sebagai orang yang kaya dan selalu ingat Allah dengan mendekat pada orang miskin. Rasulullah Saw bersabda:

اجتهدو يوم الفطر في الصدقة واعمال الخير والبر من الصلاة والزكاة

“Bersungguh-sungguhlah kamu sekalian pada hari berbuka (‘idul fitri) dalam bershadaqah dan melakukan amal-amal kebaikan dan kebajikan, berupa shalat dan zakat”.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Kedua, kembali berpuasa. Bahwa agama Islam mengajak kepada umatnya selalu berbuat baik dan tidak berlebih-lebihan. ‘Idul fitri memang hari kita bersenang-senang. Satu Syawwal memang menjadi momentum perayaan kemenangan menghadapi keberhasilan puasa sebulan.

Dan ‘idul fitri menjadi puncak kebahagiaan dengan sebutan “hari lebaran berbuka puasa”. Dan Allah juga melarang kita berpuasa di tanggal satu Syawwal sebagaimana sabda Rasulullah dari Sayyidatina ‘Aisyah: الفطر يوم يفطر الناس، والاضحى يوم يضحي الناس

“Hari raya ‘id itu adalah hari berbuka bagi para manusia. Dan hari raya ‘idul adlha adalah hari menyembelih kurban bagi para manusia”.

Ketika kita diperbolehkan makan (berbuka), maka pada tanggal 2 hingga 7 Syawwal, Nabi Muhammad mensunnahkan menjalankan puasa kembali. Hal ini sebagaimana sabda Nabi:

من صام رمضان ثم اتبعه ستا من شوَّال كان كصيام الدهر كله

“Barangsiapa berpuasa bulan Ramadan, kemudian dia lanjutkan dengan enam hari dari bulan Syawwal, maka seolah-olah ia perpuasa satu tahun penuh”.

Betapa indahnya Islam mengatur ibadah bagi para pemeluknya. Setelah orang berpuasa satu bulan penuh, diberi kesempatan berbuka sehari dan ada amalan sunnah kembali enam hari berpuasa. Ini menandakan bahwa Islam ini selalu melatih umatnya untuk tidak berlebih-lebihan dalam makan. Termasuk menjaga kesehatan tubuh dengan cara banyak berpuasa.

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Ketiga, menggandakan amal shalih. Kehadiran bulan Syawwal ini jangan sampai membuat kita larut dan merasa bebas. Bebas karena tidak perlu bangun sahur, tidak perlu tarawih, tidak ada qiyamul lail dan tidak ada buka puasa. Justeru Syawwal menjadi ujian sangat berat. Ibarat ukuran orang mabrur atau tidaknya haji dilihat dari sepulang dari tanah suci. Maka kemaqbulan puasa, dapat dilihat bagaimana kehidupan kita di bulan Syawwal hingga Sya’ban yang akan datang.

Oleh sebab itu, tugas hidup kita dalam menatap dunia dan akhirat ini masih sangat panjang. Oleh sebab itu, amal shalih yang menjadi ladang pahala kita perlu tingkatkan. Usaha beramal baik ini menjadi satu-satunya bekal kita kelak menghadap Allah. Sebab kita tidak tahu kapan akan menghadap Allah.

Sepanjang nyawa masih ada, maka mari kita selalu berbuat baik pada siapapun. Jaga lisan kita dari berkata kotor. Jaga diri kita dari maksiyat dan dekatkan kita pada Allah dengan selalu berdzikir. Dan dekatkan kita pada Rasulullah dengan bershalawat.

Besok di hadapan Allah yang bersaksi atas apa yang kita kerjakan bukan mulut kita. Tapi tangan dan kaki yang akan bersaksi atas apa yang kita lakukan. Sementara mulut kita yang suka berbohong dikunci rapat-rapat. Allah berfirman salam surat Yasin ayat 65:

اليوم نختم على افواههم وتكلمنا ايديهم وتشهد ارجلهم بما كانوا يكسبون

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan”

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Dan keempat, menjaga kerukunan dan kedamaian. Indonesia negeri kita tercinta ini sangat butuh umat Islam yang rukun dan damai. Di bulan Syawwal ini tangan kita rajin mengetik ucapan maaf lahir dan batin.

Mulut kita tidak malu mengucap dan meminta maaf pada siapapun orang yang ada. Badan dan wajah kita bisa bergerak dan tersenyum manis mengucap salam dan maaf hinggacipika-cipiki. Saatnya kebangkitan bangsa pemaaf dan pribadi pemaaf ini menjadi modal Indonesia yang damai dan rukun.

Jangan sampai keutuhan umat Islam di negeri ini kita cabik-cabik hanya persoalan adu domba. Kita patut waspada atas agenda menjadikan Indonesia sebagai Timur Tengah lanjutan yang selalu berkonflik antar golongan Islam.

Kejadian bom Solo kemarin menjadi wujud nyata, bahwa masih ada saudara kita yang masih lemah jiwa kebangsaannya. Mari ajak saudara kita yang masih ingin mendirikan negara Islam dan menghapus NKRI untuk sadar.

Sebab bangsa kita, bukan bangsa yang hobi perang, tapi bangsa kita bangsa yang cinta damai. Maka semangat “حب الوطن” patut kembali kita dengungkan kembali lewat peristiwa ‘idul fitri ini. Allah berfirman dalam Surat Al Hujarat ayat 10:

انما المؤمنون اخوة فاصلحوا بينةاخويكم واتقوا الله لعلكم ترحمون

“Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”

Demikian khutbah singkat ini kami sampaikan. Dengan semangat ‘idul fitri, mari kita tetap teguhkan bahwa hari-hari kita tetap terasa keramadanannya. Dan mari kita isi, 11 bulan ke depan dengan empat hal: rajin bershadaqah, rajib berpuasa sunnah, selalu berbuat baik dan cinta bangsa dengan kerukunan dan persatuan.

جعلنا الله وإياكم من العائدين والفائزين والمقبولين كل عام وأنتم بخير. آمين اعوذ بالله من الشيطان الرجيم وسارعوا الى مغفرة من ربكم وجنة عرضها السموات والارض اعدت للمتقين وقل رب اغفر وارحم وانت خير راحمين

Khutbah Kedua

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا اله الا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد الحمد لله الذى وحده صدق وعده واعز جنده وهزم الاحزاب وعده ولا حول ولا قوة الا بالله. اللهم فصل وسلم على سيدنا محمد صاحب كنز الرحمة وعلى آله وصحبه ومن والاه. اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمدا رسول الله. اما بعده، فيا ايها الحاضرون اتقوا الله، اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون. قال الله تعالى فى كتابه الكريم والعصر ان الانسان لفى خسر الا الذين آمنوا وعملوا الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات، اللهم اعز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والظالمين. اللهم لا تسلط علينا بذنوبنا من لا يخافك ولا يرحمنا. اللهم اجعل بلدتنا اندونيسيا بلدة طيبة تجرى فيها احكامك ورسولك، برحمتك يا ارحم الراحمين. فيا عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذى القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر ولذكر الله أكبر

M. Rikza Chamami, dosen Universitas Islam Negeri Walisongo dan Majelis Ulama Indonesia Kota Semarang

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/khutbah-idul-fitri-1437-h-bangsa-yang-cinta-damai.html

Selasa, 12 Oktober 2010

Umat Islam Unyu-Unyu Suka Sekali Kiai Said Aqil dan NU Dinistakan Media

Santriwati Cantik - "Mereka ingin memadamkan cahaya Allah, tetapi Allah tidak menghendakinya, bahkan semakin menyempurnakan cahaya-Nya…”

Banyak dari umat islam unyu-unyu di Indonesia ini yang lebih menyukai bungkus luar. Berhadapan dengan seseorang bergelar habib langsung gemetar. Melihat orang berjubah, jenggotnya sampai dada, jidadnya hitam, dianggap orang suci. Simbol-simbol yang diambil dari agama atau kebudayaan lain, seperti jilbab, rosario, kubah, bulan sabit, disakral-sakralkan.

Sementara ketika bertemu kyai toleran, pakai batik, sarungan dan peci ke mana-mana, dianggap liberal dan disesat-sesatkan. Karena wajah mereka yang tidak ada arab-arabnya, logat mereka yang medok, keluarga mereka yang sangat Indonesia, lantas dengan mudah fitnah dihembuskan pada mereka.

Umat Islam Unyu-Unyu Suka Sekali Kiai Said Aqil dan NU Dinistakan Media - Santriwati Cantik
Umat Islam Unyu-Unyu Suka Sekali Kiai Said Aqil dan NU Dinistakan Media - Santriwati Cantik


Umat Islam Unyu-Unyu Suka Sekali Kiai Said Aqil dan NU Dinistakan Media

Gusdur dimusuhi, keluarganya yang tidak berjilbab (hanya memakai kerudung) dicaci, masih pula difitnah selingkuh. Tapi dengan santai tuduhan itu dibiarkan. Nanti juga capek sendiri, kata Gusdur ringan. Gusdur memang tidak mau ambil pusing.

Santriwati Cantik

Hanya karena Gusdur tidak memakai gelar habib dan tidak berjubah, bukan berarti tidak islami. Siapa yang tidak kenal Mbah Hasyim Asy’ari? Masih meragukan nasabnya yang sampai pada Sunan Giri dan menyambung pada Rasulullah? Habib Jawa medok ini memang tidak menganggap penting gelar seperti itu. Namun membela Rizieq dan merendahkan Gusdur hanya karena nasab misalnya, adalah kekeliruan berpikir.

Santriwati Cantik

Setelah Gusdur tiada, pusaran fitnah yang sangat keras menerpa Kyai Said. Siapakah ulama yang dianggap syiah dan liberal ini?

Sebagaimana Gusdur, Kyai Said juga habib. Nasabnya menyambung pada Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). Tapi kenapa yang bersangkutan tidak heboh ke mana-mana pamer nasab? Karena yang suka pamer itu kelasnya anak kecil. Yang senang membangga-banggakan nama orang tua biasanya karena mereka tidak mempunyai prestasi yang membanggakan.

Sejak kecil ia hidup dalam didikan pesantren. Kemudian membuat pilihan mengejutkan dengan meneruskan studi ke Universitas Umm Al-qura, Arab Saudi. Sarang dari kelompok penyamun bernama Wahabi. Tapi Said Aqil berkeyakinan, para pengajar di sana rata-rata dari Mesir. Saudi dan Mesir sama saja. Karena Saudi ketika itu (sampai sekarang) memang masih terbelakang dalam hal pemikiran.

Tidak hanya sekadar studi sekilas-lalu, Said Aqil menamatkan S1, S2 dan S3nya di sana. Dengan ilmu yang sangat mumpuni, Gusdur menyebutnya sebagai perpustakaan berjalan. Namun seperti ikan yang tak terpengaruh asinnya air laut, dagingnya tetap manis. Begitulah Said Aqil, ia dibesarkan oleh lingkungan Wahabi, tapi sekarang justru paling getol melawan aliran keras itu di Indonesia.

Akibatnya, simpatisan Wahabi yang mendapatkan kucuran dana petrodolar sangat membencinya. Ratusan situs, ribuan pembenci, memfitnahnya siang-malam. Muslim unyu-unyu yang tak paham apa-apa ikut mencaci dan menebarkan permusuhan. Serangan-serangan terhadap para kyai NU ini sejatinya adalah upaya pembusukan dari dalam.

Mereka tidak mungkin melakukan itu secara terbuka dengan identitas organisasi mereka. Karena itulah mereka menyaru, menyusup, dan menyebarkan bibit fitnah dari dalam. Orang-orang NU dipisahkan dari kyai-kyai mereka yang toleran. Saat mereka terhasut, para srigala berbulu domba ini akan mulai menerkam.

Karena NU adalah musuh terbesar mereka. Para ekstremis dan gerakan intoleran memahami betul, selama ada NU, selama itu pula mereka tak bisa bergerak leluasa. NU harus dihancurkan dari dalam. Mereka ingin memadamkan “cahaya” itu. Namun Tuhan semakin menyempurnakannya.

Habib-habib medok itu seolah-seolah terhapuskan nasabnya karena mereka membaur. Sebagian sengaja tak ingin diberi gelar demikian, padahal sangat layak menerimanya, seperti Quraish Shihab. Sikap merasa tak layak ini sejatinya muncul dari sifat rendah hati, bukan karena yang bersangkutan tidak pantas.

Habib dan sayid dua hal berbeda yang sering dicampur-adukkan di Indonesia. Padahal, ada juga yang dengan bangga mengobral gelar tersebut, meskipun masih dipertanyakan kualitasnya. Mereka mungkin sayid (keturunan Nabi), tapi belum tentu habib (sayid yang dicintai).

Salah satu fitnah yang kembali didaur-ulang adalah persoalan makelar tanah seminari di Malang, juga di Batam. Dengan tanpa rasa sungkan lagi, Kyai Said dituduh telah melakukan penipuan. Tidak saja melalui media online, tapi juga cetak. Konon pemilik media ini salah satu satu kader partai politik. Dengan tujuan merendahkan, Kyai Said disebut makelar.

Fitnah dasarnya dari kebencian. Sedangkan benci tidak memiliki agama. Orang yang menyebarkan fitnah tidak perduli lagi dengan kaidah agama. Bagi mereka, dosa itu sesuatu yang asing dan tak layak dihitung.

Kyai Said telah membantah fitnah tersebut, tapi banyak yang telah termakan hasutan semacam itu. Dan mereka dengan bangga mengatas-namakan diri sebagai bagian dari NU. Sebagai bagian dari organisasi yang dipimpin oleh orang yang mereka caci. Lagipula orang-orang itu memang tak perduli dengan kebenaran. Mereka lebih suka meributkan asap daripada menyelidiki muasal apinya.

Said Aqil Siradj memang sosok yang serba mengejutkan. Semua itu berawal dari kiprah Gusdur. Bahkan lebih jauh, sebenarnya berawal dari maha guru mereka, Sayid Muhammad Al-Maliki. Jauh-jauh hari sang guru berpesan kepada Gusdur agar kelak mengangkat Said muda sebagai katib NU. Satu posisi yang biasanya diisi orang-orang tua, atau yang telah lama mengabdi di NU. Banyak yang protes, tapi Gusdur dengan santai membelanya. Said memang masih muda, tapi ilmunya sangat luas, soal tasawuf misalnya, ia memiliki seribu referensi.

Said Aqil dan Gusdur bersama guru para ulama Aswaja dunia, Sayid Muhammad al-Maliki (di tengah) Cak Nur (Nurcholis Majid) mengatakan, bahwa Said Aqil ini pernah ingin membuat buku yang isinya mengkritik pemikiran Algazali. Satu nama yang dianggap keramat di Indonesia. Dengan senang hati Cak Nur menanggapi hal itu. Untungnya buku itu tidak jadi diterbitkan. Bayangkan bagaimana hujatan yang akan ia terima jika hal itu diwujudkan. Berapa besar serangan yang akan ia terima. Bukan dari luar lagi, tapi dari dalam barisan yang dipimpinnya sendiri.

Said Aqil dianggap liberal. Pikiran-pikirannya mengguncang kebiasaan dalam tubuh NU. Konon di tahun 90-an ada trend Said-Aqilian menjangkiti para Nahdliyin muda. Tentu saja hal itu juga menimbulkan reaksi keras. Para pengkritik bahkan ingin agar gelar akademisnya dicabut. Tapi ia menjawab enteng, jangankan gelar akademis, gelar haji jika diminta akan ia berikan.

Said Aqil adalah fenomena mengejutkan. Seorang habib yang menanggalkan gelarnya. Seorang intelek yang diam saja ketika dihina oleh orang-orang dungu. Ia membiarkan dirinya dicaci dan difitnah hanya demi satu hal, agar orang-orang berpikir kritis dan waras. Atas nama toleransi beragama, ia membuat keputusan kontroversial, seperti berceramah di gereja, bersikap rahmah pada non-muslim. Tidak mengejutkan jika kemudian ia dicap syiah dan diliberalkan.

Maka benarlah Imam Syafii, "Carilah pemimpin yang banyak panah-panah fitnah menuju kepadanya, ikutlah mereka yang banyak difitnah, karena sesungguhnya mereka sedang berjuang di jalan yang benar." [Santriwati Cantik]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/umat-islam-unyu-unyu-suka-sekali-kiai-said-aqil-dinistakan-media.html

Jumat, 01 Januari 2010

PMII Tuntut Penuntasan Kasus Korupsi di Jepara

Jepara, Santriwati Cantik. Sebagai bentuk keprihatinan terkait banyaknya kasus korupsi yang menyeret oknum pejabat di Jepara, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jepara menggelar unjuk rasa di beberapa lokasi sekaligus, Senin (9/12). Mereka menuntut pembersihan Korupsi di Jepara.

Melalui unjuk rasa tersebut, diharapkan pemerintah kabupaten dan stakeholder berkomitmen untuk menuntaskan kasus korupsi sesegera mungkin.

PMII Tuntut Penuntasan Kasus Korupsi di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Tuntut Penuntasan Kasus Korupsi di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)


PMII Tuntut Penuntasan Kasus Korupsi di Jepara

Ketua PC PMII Jepara Saifur Rohim mengatakan, aksi yang dilakukan 150 mahasiswa itu dilakukan sebagai upaya mengajak segenap masyarakat Jepara untuk mengawal dan menjadikan bnirokrasi di Jepara transparan dan bebas dari korupsi. Kebetulan aksi ini bertepatan dengan peringatan hari anti korupsi, katanya.

Lebih lanjut ia menambahkan, unjuk rasa itu dilakukan di beberapa titik. Mulai pengadilan negeri, kejaksaan negeri, dan di kantor pemerintahan Jepara. Tujuannya agar pihak-pihak yang memiliki kewenangan memiliki pemahaman yang sama dalam memberantas korupsi.

Santriwati Cantik

Santriwati Cantik

Dikemukakan Saifur, ada penjabat di tiga dinas kabupaten Jepara yang tersandung kasus korupsi. Selain itu, banyak pula pembangunan infrastruktur buruk tahun 2013. Ada gedung futsal yang ambruk serta kasus Ngarengan yang menjadi bukti buruknya pembangunan yang gilirannya merugikan masyarakat.

Peningkatan angka kemiskinan di Jepara juga memprihatinkan dan dinilai tak sesuai dengan visi dan misi Bupati Jepara. Peningkatan kemiskinan di Jepara mencapai 36 per sen yang berbanding 405.005 jiwa dari keseluruhan penduduk Jepara.

Melalui aksi itu, pihaknya menuntut Pemda berani mengambil tindakan tegas. Di antaranya dengan menuangkan Rencana Aksi Daerah Pemberantasan Korupsi (RAD-PK) dalam bentuk peraturan Bupati sesuai dengan instruksi Presiden No 05 tahun 2004 dan Perpres No 05 tahun 2010 tentang percepatan pemberantasan korupsi. Kami ingin ada penetapan Jepara sebagai zonasi wilayah bebas korupsi.

Dorongan kepada Kejari untuk mengusut dan menuntaskan kasus korupsi yang dianggap macet juga ditekankan. Saifur menambahkan, pihaknya menuntut pemerintah untuk memberi sanksi kepada pegawai yang mokong kerja sebagai bentuk profesionalitas terhadap abdi negara dan menuntut pengawasan tentang pelaksanaan APBD pada 2014 mendatang.

Menanggapi aksi itu hakim pengadilan negeri (PN) Jepara Partono menyampaikan, pihaknya menerima aspirasi dari mahasiswa dan mendukung penuh pemberantasan korupsi di Jepara. Sebagai wujud nyata, sejak 2010 lalu di PN telah dipasang CCTV.

Ini sebagai upaya mengawasi orang yang berada di PN, supaya tak ada yang mendekati bahkan melakukan tindak korupsi, imbuhnya.

Wakil Bupati Jepara Subroto meminta seluruh pengunjuk rasa untuk turut aktif mengawal dan saling mendorong supaya korupsi bisa diatasi.

Jika menemukan kecurangan, silahkan melapor. Karena, kami juga butuh informasi dari masyarakat untuk bersama memberantas korupsi, imbaunya. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/48712/pmii-tuntut-penuntasan-kasus-korupsi-di-jepara

Santriwati Cantik

Senin, 20 Juli 2009

Ini Pesan Rais Aam PBNU Saat Lantik Pimpinan Pusat Pergunu

Lombok Tengah, Santriwati Cantik. Rais Aam PBNU KH Maruf Amin melantik pengurus Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) di Pondok Pesantren NU Al-Mansuriyah Talimushibyan Bonder, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada Sabtu (25/2) siang.

Pada kesempatan tersebut, Rais Aam mendukung penuh apa yang akan dilakukan Ketua Umum Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim, pada periode kedua kepemimpinannya, yang akan mengubah paradigma pendidikan Indonesia menjadi lebih baik dan bertanggung jawab, pendidikan yang menciptakan peserta didik kreatif dan berdaya saing tinggi.

Ini Pesan Rais Aam PBNU Saat Lantik Pimpinan Pusat Pergunu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan Rais Aam PBNU Saat Lantik Pimpinan Pusat Pergunu (Sumber Gambar : Nu Online)


Ini Pesan Rais Aam PBNU Saat Lantik Pimpinan Pusat Pergunu

Rais Aam menyarankan Pergunu untuk meningkatkan kualitas guru dan kurikulum di lingkungan Nahdlatul Ulama. Ia juga menyarankan untuk menularkan teladan pengelolaan pendidikan yang baik seperti yang dilakukkan Kiai Asep Saifuddin Chalim di Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto.

Karena, lanjut Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat tersebut, guru sangat berperan dalam pembentukan generasi muda Indonesia. Apakah akan menjadi generasi medsos hoax, katanya, itu terkait dengan peran guru.

Santriwati Cantik

Guru juga, katanya, berperan dalam menagkal generasi yang sudah banyak dipengaruhi narkoba. Sekarang darurat narkoba. Bahaya global! tegasnya pada kegiatan yang akan dirangkai dengan Rapat Kerja Nasional Pergunu tersebut.

Santriwati Cantik

Ia mengingatkan juga agar guru menjaga muridnya tidak menjadi Islam yang tekstual juga tidak menjadi liberal. Karena, hal itu, bukan kepribadian Nahdlatul Ulama.

Hadir pada kesempatan tersebut, Mustasyar PBNU TGH. Lalu Turmudzi Badaruddin, Ketua PWNU NTB TGH. Ahmad Taqiuddin Mansur, beberapa pejabat pemerintahan di NTB seperti Kapolda, Bupati, Wali Kota, dan ribuan Nahdliyin. (Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75690/ini-pesan-rais-aam-pbnu-saat-lantik-pimpinan-pusat-pergunu

Senin, 13 April 2009

Bermodal Kapak Kayu, Si Miskin Rela Tidur dalam Kubur 40 Hari Demi Warisan

Santriwati Cantik - Alkisah seorang Konglomerat yang sangat kaya raya menulis surat wasiat: "Barang siapa yang mau menemaniku selama 40 hari di dalam kubur setelah aku mati nanti, akan aku beri warisan separuh dari harta peninggalanku."

Lalu ditanyakanlah hal itu kepada anak-anaknya apakah mereka sanggup menjaganya di dalam kubur nanti. Tapi anak-anaknya menjawab, "Mana mungkin kami sanggup menjaga ayah, karena pada saat itu ayah sudah menjadi mayat."

Keesokan harinya, dipanggillah semua adik-adiknya. Dan beliau kembali bertanya, “Adik-adikku, sanggupkah diantara kalian menemaniku di dalam kubur selama 40 hari setelah aku mati nanti? Aku akan memberi setengah dari hartaku!"

Bermodal Kapak Kayu, Si Miskin Rela Tidur dalam Kubur 40 Hari Demi Warisan - Santriwati Cantik
Bermodal Kapak Kayu, Si Miskin Rela Tidur dalam Kubur 40 Hari Demi Warisan - Santriwati Cantik


Bermodal Kapak Kayu, Si Miskin Rela Tidur dalam Kubur 40 Hari Demi Warisan

Adik-adiknya pun menjawab, “Apakah engkau sudah gila? Mana mungkin ada orang yang sanggup bersama mayat selama itu di dalam tanah.”

Santriwati Cantik

Lalu dengan sedih Konglomerat tadi memanggil ajudannya, untuk mengumumkan penawaran istimewanya itu ke se antero negeri.

Akhirnya, sampai jugalah pada hari di mana konglomerat tersebut kembali ke rahmatullah. Kuburnya dihias megah laksana sebuah peristirahatan termewah dengan semua perlengkapannya.

Santriwati Cantik

Pada waktu yang hampir bersamaan, seorang Tukang Kayu yang sangat miskin mendengar pengumuman wasiat tersebut. Lalu Tukang Kayu tersebut dengan tergesa-gesa segera datang ke rumah Konglomerat tersebut untuk memberitahukan kepada ahli waris akan kesanggupannya.

Keesokan harinya dikebumikanlah jenazah Sang Konglomerat. Si Tukang Kayu pun ikut turun ke dalam liang lahat sambil membawa kapaknya. Yang paling berharga dimiliki si Tukang Kayu hanya kapak, untuk bekerja mencari nafkah.

Setelah tujuh langkah para pengantar jenazah meninggalkan area pemakaman, datanglah Malaikat Mungkar dan Nakir ke dalam kubur tersebut.

Si Tukang kayu menyadari siapa yang datang, ia segera agak menjauh dari mayat konglomerat. Di benaknya, sudah tiba saatnya lah si konglomerat akan diinterogasi oleh Malaikat Mungkar dan Nakir.

Tapi yang terjadi malah sebaliknya, Malaikat Mungkar-Nakir malah menuju ke arahnya dan bertanya, "Apa yang kau lakukan di sini?"

"Aku menemani mayat ini selama 40 hari untuk mendapatkan setengah dari harta warisannya", jawab si Tukang kayu.

Apa saja harta yang kau miliki?", tanya Mungkar-Nakir.

"Hartaku cuma Kapak ini saja, untuk mencari rezeki," jawab si Tukang Kayu.

Kemudian Mungkar-Nakir bertanya lagi, "Dari mana kau dapatkan Kapakmu ini?"

"Aku membelinya," balas si Tukang Kayu.

Lalu pergilah Mungkar dan Nakir dari dalam kubur tersebut. Besok di hari kedua, mereka datang lagi dan bertanya, "Apa saja yang kau lakukan dengan Kapakmu?"

"Aku menebang pohon untuk dijadikan kayu bakar, lalu aku jual ke pasar," jawab tukang kayu.

Di hari ketiga ditanya lagi, "pohon siapa yang kau tebang dengan kapakmu ini?"

"Pohon itu tumbuh di hutan belantara, jadi ngak ada yang punya," jawab si Tukang Kayu.

"Apa kau yakin?" lanjut Malaikat. Kemudian mereka menghilang.

Datang lagi di hari ke empat, bertanya lagi, "adakah kau potong pohon-pohon tersebut dengan kapak ini sesuai ukurannya dan beratnya yang sama untuk dijual?"

"Aku potong dikira-kira saja, mana mungkin ukurannya bisa sama rata," tegas tukang kayu.

Begitu terus yang dilakukan Malaikat Mungkar Nakir, datang dan pergi sampai tak terasa sekarang 39 hari sudah. Dan yang ditanyakan masih berkisar dengan kapak tersebut.

Di hari terakhir yang ke 40, datanglah Mungkar dan Nakir sekali lagi bertemu dengan Tukang kayu tersebut. Berkata Mungkar dan Nakir, "hari ini kami akan kembali bertanya soal kapakmu ini".

Belum sempat Mungkar-Nakir melanjutkan pertanyaannya, si Tukang kayu tersebut segera melarikan diri ke atas dan membuka pintu kubur tersebut. Ternyata, di luar sudah banyak orang yang menantikan kehadirannya untuk keluar dari kubur tersebut.

Si Tukang Kayu dengan tergesa-gesa keluar dan lari meninggalkan mereka sambil berteriak, "kalian ambil saja semua bagian harta warisan ini, karena aku sudah tidak menginginkannya lagi."

Sesampai di rumah, si Tukang Kayu berkata kepada istrinya, "aku sudah tidak menginginkan separuh harta warisan dari mayat itu. Di dunia ini harta yang kumiliki padahal cuma satu kapak ini, tapi Malaikat Mungkar-Nakir selama 40 hari yang mereka tanyakan dan persoalkan masih saja di seputar kapak ini. Bagaimana jadinya kalau hartaku begitu banyak? Entah berapa lama dan bagaimana aku menjawabnya."

Dari Ibnu Mas’ud RA dari Nabi Muhammad SAW bahwa beliau bersabda, "Tidak akan bergerak tapak kaki anak Adam pada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang 5 perkara, yaitu umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya kemana dipergunakannya, hartanya darimana ia memperolehnya dan kemana dibelanjakannya, ilmunya sejauh mana diamalkan?" (HR. Turmudzi). [Santriwati Cantik] 

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/bermodal-kapak-kayu-si-miskin-rela-tidur-dalam-kubur-40-hari-demi-warisan.html

Rabu, 17 Desember 2008

Banyak Orang Cari Pembenaran, bukan Kebenaran di Media Sosial

Jakarta, Santriwati Cantik. Perilaku masyarakat dalam berselancar di dunia maya dan bermedia sosial saat ini sudah sangat memprihatinkan. Di satu sisi perkembangan teknologi adalah sebuah keniscayaan dan dapat memberikan manfaat kemudahan bagi manusia. Hanya saja di sisi lain ada bahaya yang mengintai dan saat ini sudah tampak terlihat.

Di antara bahaya dari perkembangan internet khususnya media sosial adalah mudahnya masyarakat mempercayai hoax atau berita palsu. Masyarakat saat ini dengan gampangnya menyebarkan konten-konten yang tidak jelas tanpa terlebih dahulu dicerna dan diklarifikasi.

Banyak Orang Cari Pembenaran, bukan Kebenaran di Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyak Orang Cari Pembenaran, bukan Kebenaran di Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)


Banyak Orang Cari Pembenaran, bukan Kebenaran di Media Sosial

"Masyarakat cenderung bangga menjadi yang pertama membagikan sebuah berita tanpa melihat kebenaran dari berita yang disebarkannya. Hoax adalah penyakit sosial," kata Septiaji Eko Nugroho dari Komunitas Masyarakat Anti-Fitnah dan Hoax, Kamis (23/3).

Santriwati Cantik

Perilaku masyarakat dalam berselancar di internet saat ini dalam menyikapi berita adalah tidak untuk mencari kebenaran namun untuk mencari pembenaran. Netizen, menurutnya, cenderung tidak mau menerima kebenaran yang berasal bukan dari kelompoknya.

"Hal ini disebabkan oleh rendahnya literasi masyarakat Indonesia sehingga adanya internet tidak membuat wawasan terbuka namun malah menjadi sarana mencari pembenaran pihak masing-masing," katanya di depan peserta Workshop Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme didunia Maya Bersama OKP dan Ormas di Hotel Millenium Jakarta, Rabu-Jumat (22-24/3).

Santriwati Cantik

Ia menjelaskan, banyak sekali motif orang dalam membuat berita hoax di antaranya faktor ekonomi untuk mendapatkan uang. "Motivasi ideologi, politik dan kebencian kepada individu atau kelompok juga merupakan salah satu modus orang membuat berita hoax," katanya.

Ia mengajak masyarakat untuk waspada dalam meyakini dan memahami duduk permasalahan dari sebuah berita yang berkembang.

Selain itu internet dan gawai saat ini sudah menjadi bagian baru dari tubuh manusia dan jangan sampai ini membawa kemudlaratan dalam kehidupan. "Kita harus bisa membagi waktu kapan berinteraksi di dunia maya dan kapan berinteraksi sosial dengan sesama di dunia nyata," sarannya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76358/banyak-orang-cari-pembenaran-bukan-kebenaran-di-media-sosial

Santriwati Cantik

Sabtu, 14 Juli 2007

Sekjen PBNU Jelaskan Model Konsolidasi NU

Jakarta, Santriwati Cantik. PBNU terus berupaya membangun model konsolidasi gerakan NU. Model ini digunakan untuk menata organisasi dengan rapi, sehingga kekuatan NU di berbagai daerah bisa bergerak maksimal. Kekuatan NU jangan hanya terkonsentrasi di Jawa saja, tetapi juga harus meluas dan mencakup semua daerah, khususnya Indonesia timur.

Demikian ditegaskan Helmy Faishal Zaini, Sekretaris Jenderal PBNU dalam acara silaturahim PWNU se-Indonesia dan PBNU di lantai 8 Kantor PBNU, Selasa (15/12).

Sekjen PBNU Jelaskan Model Konsolidasi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen PBNU Jelaskan Model Konsolidasi NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Sekjen PBNU Jelaskan Model Konsolidasi NU

"Kita membagi model konsolidasi dalam tiga hal. Pertama, Jawa-Lampung-NTB. Dalam model ini, konsolidasi harus sampai di tingkat ranting. Jawa Timur bahkan sudah menjadi contoh ideal untuk konsolidasi anak ranting (masjid). Kedua, konsolidasi luar Jawa. Dalam model ini, konsolidasi harus sampai pada tingkat MWCNU (kecamatan). Yang ketiga, konsolidasi daerah khusus. Ini konsolidasi tingkat cabang (PCNU)," terang Helmy.

Santriwati Cantik

Helmy juga mencontohkan bahwa antara Jawa Timur dan Papua sangat berbeda. Jawa Timur sudah sampai pada tingkat anak ranting, sementara di Papua, kepengurusan beberapa cabang ternyata ada di satu kantor. Bahkan ada yang satu Rais Syuriyah menjadi Rais Syuriyah untuk tiga cabang. Kantornya juga satu tempat.

"Daerah khusus, seperti Papua, harus menjadi perhatian serius. Ini gerak langkah nyata, agar konsolidasi NU secara menyeluruh sampai ke tingkat ranting, bahkan anak ranting," tambahnya.

Santriwati Cantik

Untuk itu, lanjut Helmy, seluruh kepengurusan NU di tingkat wilayah dan cabang harus selalu koordinasi dengan PBNU, sehingga diupayakan langkah-langkah strategis untuk membangun kekuatan NU.

"Kita akan bekerja keras. Konsolidasi organisasi akan terus kita kawal dan kita perbaiki, sehingga ke depan, NU benar-benar kuat secara kelembagaan dan peran sosial di masyarakat," tegasnya. (Madun/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64330/sekjen-pbnu-jelaskan-model-konsolidasi-nu

Santriwati Cantik

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santriwati Cantik sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santriwati Cantik. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santriwati Cantik dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock