Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Oktober 2016

Pesantren Global Napak Tilas Penaklukan Konstantinopel

Malang, Santriwati Cantik. Kajian rutin yang diasuh langsung oleh Agus Sunyoto di Pesantren Global, Malang, Selasa (26/2), menapaktilasi perjuangan Muhammad al-Fatih dalam menaklukkan Konstantinopel. Dimulai dengan nonton bareng film Fetih 1453yang menceritakan perjuangan Muhammad al-Fatih dalam menaklukkan Konstantinopel.

Setelah melihat perjuangan al-Fatih, Agus Sunyoto dan beberapa santri yang hadir merefleksikan kisah film yang di adopsi dari novel yang berjudul Fetih 1453 tersebut.

Pesantren Global Napak Tilas Penaklukan Konstantinopel (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Global Napak Tilas Penaklukan Konstantinopel (Sumber Gambar : Nu Online)


Pesantren Global Napak Tilas Penaklukan Konstantinopel

Menurut Romo, sapaan akrab Agus Sunyoto di Pesantren itu, negara yang kuat akan terbentuk dengan kecintaan masyarakatnya. Hal itu terlihat jelas dalam film itu, dimulai dari warga, tentara, penasehat hingga sultan sangat menjunjung tinggi negara hingga akhirnya memperoleh kemenangan, meski dengan perjuangan yang tidak sebentar, 40 hari lebih.

Kecintaan seorang pimpinan harusnya tergambar dalam tindak-tanduk Murat sultan sebelum Mahmet yang lebih mencintai negara dengan mendedikasikan dirinya pada negara, bahkan mengesampingkan keluarganya sendiri, Itulah yang dibutuhkan Indonesia saat ini, dan masih belum ada hingga saat ini, ujarnya.

Santriwati Cantik

Selain itu, sejarah yang tidak boleh dilupakan dari perjalanan Muhammad al-Fatih ialah sikap moderat selaku pemimpin. Pola kepemimpinan Muhammad al-Fatih hampir sama dengan apa yang telah dilakukan oleh Sholahuddin al-ayyubi, yakni ketika menang dalam peperangan tidak semena-mena balas dendam dan membunuh semua musuh, namun sebaliknya, Mahmet II memberi kebebasan beragama dan keamanan pada siapapun.

Hal ini yang tidak pernah dilakukan oleh bangsa Eropa ketika menjajah. Mereka akan memberangus habis semua jajahan dan memaksakan ajaran Katolik, tak pelak dendam dan konflik pun akan terus terjadi antara katolik dan Kristen ortodoks akibat perbuatan keji sang pemenang perang.

Santriwati Cantik

Masa ketika Muhammad al-Fatih menaklukkan Konstantinopel adalah masa awal Wali Songo di Indonesia, pungkas Agus.

Pesantren Global Tarbiyatul Arifin sendoro yang bertempat di belakang Pemandian Wendit, Malang. Pesantren ini dibesut oleh Agus Sunyoto, sejarawan NU penyusun Atlas Wali Songo.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Diana Manzila

Dari (Pesantren) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/42798/pesantren-global-napak-tilas-penaklukan-konstantinopel

Santriwati Cantik

Senin, 11 Juli 2016

Setahun Ngaji ke Ustadz Sosmed, TKW Ini Jadi Tersangka Bom Panci

Santriwati Cantik - Tersangka terorisme di Bekasi, Dian Yulia Novi, menceritakan awal perkenalannya dengan aliran radikal sehingga membuat dia rela menjadi "pengantin" dan siap melakukan aksi bom bunuh diri. Dalam wawancara dengan stasiun televisi TV One di program Kabar Khusus yang disiarkan Selasa malam, 13 Desember 2016, Dian mengaku pertama kali mengenal ajaran radikal lewat sosial media (Sosmed) Facebook.

Dian adalah tersangka teroris yang ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri (Densus 88) di Bintara Jaya, Bekasi, Sabtu, 10 Desember 2016. Menurut polisi, sebuah bom yang dikemas dalam panci siap diledakkan pada Minggu, 11 Desember 2016, saat upacara pergantian penjaga Paspampres di Istana Presiden.

Setahun Ngaji ke Ustadz Sosmed, TKW Ini Jadi Tersangka Bom Panci - Santriwati Cantik
Setahun Ngaji ke Ustadz Sosmed, TKW Ini Jadi Tersangka Bom Panci - Santriwati Cantik


Setahun Ngaji ke Ustadz Sosmed, TKW Ini Jadi Tersangka Bom Panci



Setahun Ngaji ke Ustadz Sosmed, TKW Ini Jadi Tersangka Bom Panci - Santriwati Cantik
Setahun Ngaji ke Ustadz Sosmed, TKW Ini Jadi Tersangka Bom Panci - Santriwati Cantik


Setahun Ngaji ke Ustadz Sosmed, TKW Ini Jadi Tersangka Bom Panci

Dian mengatakan, saat mulai tertarik dengan ajaran radikal, dia masih menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Singapura. Dian mengaku telah mengenakan hijab, tapi belum bercadar. Lewat media sosial, Dian mempelajari paham radikal dengan membaca status yang berbau jihadis lewat Facebook.

"Kurang lebih selama satu tahun saya aktif di Facebook. Namun saya tidak ikut grup apa pun. Saya hanya menyimak dan semakin penasaran. Karena itu, saya memberanikan untuk bertanya," ujar Dian.

Selain membaca status, Dian juga rajin membaca artikel-artikel yang disebar di Facebook. Dian mengaku selama setahun ini telah mengoleksi banyak artikel-artikel tersebut. Selain soal jihadis, Dian mengaku belajar seputar muamalah, fiqih, akidah, dan sejarah Islam.

"Semua saya terapkan. Semua itu bukan dalam bentuk buku, tapi dalam bentuk artikel dan audio voice. Kalau video tidak ada," kata Dian.

Lewat media sosial, Dian berkenalan dengan Nur Solihin. Pria yang juga jadi tersangka terorisme itu menikahi Dian tiga bulan lalu, tepatnya pada Oktober. Dian mengaku hubungannya berlanjut lewat Telegram setelah dikenalkan seseorang. Nur Solihin dan Agus Suproyadi ikut ditangkap dalam kasus bom panci ini.

"Kami tidak taaruf, kami juga tidak bertukar foto. Saya ikhlas berniat untuk mencari rida Allah. Saya juga belum tahu wajah Aa (panggilan Solihin) sebelumnya. Saya yakin saja," ucap Dian.

Meski begitu, Dian mengetahui Solihin sudah beristri dan memiliki anak. Pernikahan pun tetap dilangsungkan tanpa wali. Bahkan, Dian tidak hadir dalam prosesi pernikahannya, sosoknya hanya diwakilkan.

"Saya serahkan semuanya kepada Aa. Saya diwakilkan. Saya tidak tahu siapa yang wakilkan. Sebelum nikah, Aa bilang, ‘Neng, sebentar lagi pernikahan akan dilaksanakan’," tutur Dian.

Sabtu lalu, Densus 88 menangkap seorang perempuan terduga teroris di sebuah rumah kos di Jalan Bintara Jaya VIII, Kota Bekasi, pada Sabtu, 10 Desember 2016. Menurut identifikasi polisi, pelaku ialah Dian Yulia Novi. Selain meringkus Dian, polisi menangkap dua laki-laki, yakni Nur Solihin dan Agus Supriyandi, di sekitar Kalimalang. [Santriwati Cantik]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/setahun-ngaji-ke-ustadz-sosmed-tkw-ini-jadi-tersangka-bom-panci.html

Rabu, 03 Juli 2013

Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang

Amalan Bulan Rajab - Bulan Rajab sangat banyak dinanti oleh orang Islam. Sebab bulan ini semakin mendekatkan hadirnya bulan Ramadan yang sangat agung. Oleh sebab itu, perlu kembali kita renungkan bagaimana KH Sholeh bin Umar Assamarani (dikenal Mbah Sholeh Darat) menjelaskan tentang fadlilah bulan Rajab ini.

Dalam Kitab Lathaifut Thaharah wa Asrarus Sholat karya Mbah Sholeh Darat halaman 83-88 dituliskan bab khusus tentang "Bab Fadlilah Rajab". Kitab yang ditulis dengan pegon dan diterbitkan oleh Thoha Putra Semarang ini sangat detail menjelaskan keutamaan Rajab merujuk pada hadits Nabi.

Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang - Santriwati Cantik
Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang - Santriwati Cantik


Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang

KH Sholeh menjelaskan: "Nabi bersabda: 'Barang siapa yang mengucapkan kalimat سبحان الحي القيوم sebanyak 100 kali tiap hari pada sepuluh hari awal Rajab, mengucap سبحان الاحد الصمد sebanyak 100 kali tiap hari pada sepuluh hari kedua, dan mengucap سبحان الرؤف sebanyak 100 kali tiap hari pada sepuluh hari ketiga, maka tidak ada orang yang bisa menghitung pahalanya".

Hadits ini memberikan pengertian tentang bacaan atau wirid yang perlu didawamkan untuk dibaca setiap hari di bulan Rajab. Dan pahala yang didapatkan sangat banyak sekali, sehingga tidak bisa dihitung.

Santriwati Cantik

Dan Rasulullah Saw juga menyampaikan bahwa bulan Rajab adalah bulannya Allah Swt, sedangkan bulan Sya'ban adalah bulannya Rasulullah, sementara bulan Ramadan merupakan bulannya umat Muhammad. Maka Nabi selanjutnya menegaskan bahwa siapa saja yang menjalankan puasa sehari di bulan Rajab murni karena Allah tanpa niat lainnya, maka akan selalu mendapatkan ridla agung Allah dan dijanjikan tempat surga Firdaus.

Sedangkan pahala puasa Rajab dua hari akan mendapatkan kelipatan dua kali hitungan semua gunung di dunia. Puasa tiga hari mendapat pahala penghalang neraka. Puasa empat hari mendapat pahala diselamatkan dari segala bala' yang menimpa semacam junun, judzam dan barash serta diselamatkan dari fitnah Dajjal.

Santriwati Cantik

Sedangkan pahala puasa selama lima hari akan selamat dari siksa kubur. Pahala puasa enam hari adalah jaminan wajahnya bersinar saat keluar dari qubur sebagaimana sinar rembulan tanggal empat belas. (Baca Duta Islam: Keramat Mbah Sholeh Darat)

Adapun puasa tujuh hari adalah ditutupnya tujuh pintu neraka. Untuk pahala puasa di bulan Rajab delapan hari adalah dibukakan delapan pintu surga. Pahala puasa sembilan hari adalah akan bangun dari qubur dengan memanggil kalimat لا اله الا الله dan langsung masuk surga. Dan pahala sepuluh hari berpuasa adalah jalan mulus menuju shiratal mustaqim.

Mbah Sholeh Darat masih melanjutkan pahala puasa sebelas hari adalah tidak akan mendapat tandingan pahala kecuali orang yang sama menjalankan puasa 11 hari. Dan pahala puasa dua belas hari adalah mendapatkan pengakuan sebagai hamba yang mulia dibandingkan dunia dan seisinya. [Santriwati Cantik/ab]

Bersambung.....

Oleh M Rikza Chamami, Wakil Ketua KOPISODA (Komunitas Pecinta Mbah Sholeh Darat), alumnus Qudsiyyah dan Dosen UIN Walisongo

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/04/keutamaan-bulan-rajab-menurut-kh-sholeh-darat-semarang.html

Senin, 27 Agustus 2012

Ini Lirik Pesantren Cipasung Karya Doel Sumbang

Tasikmalaya, Santriwati Cantik. Doel Sumbang menciptakan lagu Pesantren Cipasung yang diluncurkan di pesantren yang didirikan KH Ruhiat tersebut, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Jumat (17/9).

Ini lirik pesantren Cipasung Karya Doel Sumbang tersebut:

Ini Lirik Pesantren Cipasung Karya Doel Sumbang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Lirik Pesantren Cipasung Karya Doel Sumbang (Sumber Gambar : Nu Online)


Ini Lirik Pesantren Cipasung Karya Doel Sumbang

Pasantren Cipasung

Di pasantren Cipasung, na kelek Gunung Galunggung.

Santriwati Cantik

Opat welas Silih Mulud, caang bulan narawangan.

Budak santri diburuan, ulin tinu kabagjaan.

Sempau, guyon, gogonjakan

Santriwati Cantik

Nareumbang silih tembalan.

Tembang asih kaimanan

Tembang deudeuh kaislaman

Rumpakna kaakheratan

Wirahma kasalametan.

Di pasantren Cipasung, na kelek Gunung Galunggung.

Muka jalan, ngemparay hurung

Ngarah lengkah heunteu linglung.

Di pasantren Cipasung, na kelek Gunung Galunggung.

Nimba elmu anu luhung, sangkan hirup teu kaduhung.

Ini Video Klip Lagu Pesantren Cipasung : http://www.ponpescipasung.com/2016/05/video-clip-lagu-cipasung.html. (Husni Mubarok/Abdullah Alawi)

Dari (Pesantren) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71336/ini-lirik-pesantren-cipasung-karya-doel-sumbang-

Santriwati Cantik

Senin, 20 Juni 2011

Jika Allah di Langit, Apa di Bumi Tidak Ada Allah?

Santriwati Cantik - Sering kita temui pertanyaan pertanyaan berkaitan dengan keberadaan Allah SWT. Pasalnya, kita mendapati pendidikan anak sejak usia dini di sekolah-sekolah yang berbasis wahabi-salafi diajarkan agar anak mengatakan "Allah di langit" dan mereka dilatih setiap hari untuk membiasakan hal itu.

Lalu bagaimana sebenarnya sikap kita untuk mengajari dan menjelaskan perihal keberadaan Allah SWT? Berikut ulasannya.

Jika Allah di Langit, Apa di Bumi Tidak Ada Allah? - Santriwati Cantik
Jika Allah di Langit, Apa di Bumi Tidak Ada Allah? - Santriwati Cantik


Jika Allah di Langit, Apa di Bumi Tidak Ada Allah?

Ketika ada anak kecil bertanya dimanakah Allah SWT berada tentu kita sebagai orang yang lebih dewasa haruslah mengajarkan dengan kearifan dan sesuai akidah ahlussunnah wal jama'ah. Maka kita ajarkan mereka untuk mengatakan "Allah tidak seperti makhluk apapun sebagaimana firmannya:

Santriwati Cantik

ليس كمثله شيء وهو على كل شيء قدير .

Dan kita juga perlu menjelaskan pada anak tersebut bahwa seyogyanya kita tidak berpikiran tentang bagaimana dzat Allah serta lebih menekankan pengenalan ibadah ritual yanng berkaitan dengan makhluqnya. Sehingga kelak akan menambah kadar keimanan si anak tersebut.

Sebagaimana yang dikatakan ulama':

تفكروا في خلق الله ولا تفكروا في ذات الله

Santriwati Cantik

"Berfikirlah tentang ciptaan Tuhan dan jangan berpikir tentang dzat Tuhan."

Sebab kalau dibiarkan si anak berfikir tentang sesuatu yang berkaitan dengan bentuk dan gerakan ini bisa sangat membahayakan dan bisa menyebabkan penyerupaan Dzat Allah dengan makhluknya.

Adapun mengenai pertanyaan "Allah di mana" sebagaimana dalam masalah akidah, kita harus percaya bahwa Allah wajib bersifat wujud (ada). Makna wajib wujud ialah bahwa ia tidak boleh binasa dan tidak bisa binasa secara azali maupun abadi.

Bahwa adanya Allah bukan karena perantara suatu sebab. Maksudnya, tidak ada yang bisa memberikan dampak atas keberadaan Allah SWT dan tidak akan berpengaruh dalam keberadaannya dan sifat nya, baik tempat maupun waktu.

Seandainya orang yang bertanya "Allah di mana" itu bertujuan menanyakan posisi dan arah, maka sudah pasti jawabannya membutuhkan penetapan suatu kondisi dan arah. Oleh karena itulah kita tidak boleh bertanya dengan kalimat ini. Sebab waktu dan ruang adalah perkara yang baru.

Artinya, ketika kita menetapkan suatu waktu dan ruang atas Dzat Allah, maka kita telah membuat sesuatu yang tidak pantas bagi dzatnya Yang Maha Qodim (dahulu).

Allah tidak mungkin serupa dengan makhluknya yang baru dan tidak butuh pada ruang dan waktu.

Dan hukum bertanya dengan lafadz "Aina Allah" (tuhan di mana) adalah tidak boleh.

Maka jawablah dengan "Wallahu 'alam". Meskipun anda mengatakan tidak tahu bukan berarti tidak bisa akan tetapi menurut ulama من قال لا اعلم وقد افتى

"Barang siapa berkata wallahu a'lam maka dia telah memberi fatwa," yaitu dengan mentafwidh (memasrahkan) kepada Allah.

قال الحافظ البيهقي في كتابه الأسماء والصفات: استدل بعض أصحابنا في نفي المكان عنه تعالى بقول النبي صلى الله عليه وسلم :"أنت الظاهر فليس فوقك شىء وأنت الباطن فليس دونك شىء" وإذا لم يكن فوقه شىء ولا دونه شىء لم يكن في مكان اهـ.

Berkata Al Hafidz al Baihaqi dalam kitab Asma was Sifat: sebagian Sahabat kita bertendensi atas penafian tempat bagi Allah SWT dengan hadits nabi: "Engkau Yang Maha Dlohir tidak ada di atas-Mu sesuatu, dan engkaulah Yang Maha Bathin dan tiada selain-Mu sesuatu". Dari konteks ini terbukti kalau Allah tidak ada diatasnya sesuatu apapun. Ia tidak bertempat.

ومارواه البخاري وابن الجارود والبيهقي بالإسناد الصحيح أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: "كان الله ولم يكن شىء غيره" ومعناه أن الله لم يزل موجودًا في الأزل ليس معه غيره لا ماء ولا هواء ولا أرض ولا سماء ولا كرسيّ ولا عرش ولا إنس ولا جن ولاملائكة ولا زمان ولا مكان، فهو تعالى موجود قبل المكان بلا مكان، وهو الذى خلق المكان فكيف يحل في مخلوقاته وكيف تحده مخلوقاته ؟!!

Diriwayatkan dari Bukhari, Ibnu Jarud dari Baihaqi dengan sanad yang shahih bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Allah telah ada saat tidak ada sesuatu selainnya". Artinya, Allah sudah ada di azali dan tidak ada selainnya, tidak air, tidak udara, tidak langit dan tidak bumi, tidak kursi, tidak arash, tidak jin, tidak manusia, tidak malaikat, tidak waktu dan tempat. Dialah Allah telah ada sebelum ada tempat, tanpa ada tempat. Dialah pencipta tempat. Bagaimana mungkin dia akan berada pada ciptaannya dan bagaimana bisa dibatasi cipataannya?.

Sementara hadits pernyataan seorang jariyah (seorang budak) yang disebut-sebut mengatakan bahwa Allah di langit, Imam Nawawi berkomentar:

علق الإمام النووي رحمه الله على حديث الجارية في شرحه على مسلم قائلا : (هذا الحديث من أحاديث الصِّفات، وفيها مذهبان تقدَّم ذكرهما مرَّات في كتاب الإيمان: أحدهما: الإيمان به من غير خوض في ((( معناه )))، مع اعتقاد أنَّ الله ليس كمثله شيء،وتنزيهه عن سمات المخلوقات. والثَّاني:((تأويله ))) بما يليق به فمن قال بهذا – أي التأويل - قال: كان المراد امتحانها هل هي موحِّدة تقرُّ بأنَّ الخالق المدبِّر الفعَّال هو الله وحده، وهو الَّذي إذا دعاه الدَّاعي استقبل السَّماء،كما إذاصلَّى المصلِّي استقبل الكعبة،وليس ذلك لأنَّه منحصر في السَّماء، كما أنَّه ليس منحصراً في جهة الكعبة، بل ذلك لأنَّ السَّماء قبلة الدَّاعين، كما أنَّ الكعبة قبلة المصلِّين. أو هي من عبدة الأوثان العابدين للأوثان الَّتي بين أيديهم، فلمَّا قالت: في السَّماء علم أنَّها موحِّدة وليست عابدة للأوثان. ) انتهى من شرح النووي على مسلم

Dalam memaknai hadits jariyah maka bisa melalui dua metode yaitu: pertama, dengan beriman tanpa menelusuri maknanya. Yang kedua, dengan mentakwil dengan sesuatu yang sesuai.

Lagi pula hadits jariah ini banyak menimbulkan pertanyaan. Diantaranya, apakah benar kadar ukuran Islam seseorang dianggap hanya dengan mengatakan Allah di langit?.

Selanjutnya, mengenai berdoa dengan mengangkat tangan ke langit, kita bisa menyontohkan orang shalat yang menghadap Ka'bah, apakah Allah berada di dalam Ka'bah? Tidak! Begitu pula dengan saat budak tadi menunjuk ke langit atau saat orang berdo'a mengangkat tangan ke langit. Belum tentu menunjukkan Allah di langit. Tidak sama sekali.

Adapun menghadap Ka'bah, itu posisinya sebagai kiblat orang shalat. Begitu juga menunjuk ke atas sebagaimana kisah budak di atas saat berdoa.

الكعبة قبلة الصلاة والسماء قبلة الدعاء

Artinya: "Ka'bah adalah kiblat shalat dan langit adalah kiblat berdoa".

Tapi tetap saja Allah tidak bertempat dan menempati ruang. Coba kita pakai mantiq (logika). Seandainya Allah berada di suatu tempat, berarti Allah lebih kecil dari tempat tersebut. Seperti air menempati gelas, berarti ukuran gelas lebih besar dari ukuran airnya. Atau, paling tidak gelasnya berukuran sama. Sedangkan jika Allah dikatakan menempati ruang, boleh dibilang Allah lebih kecil dari ruangan tersebut. Padahal Allah Maha Besar.

Dan jika dikatakan Allah bertempat di langit, apakah di bumi tidak ada Tuhan? Bagaimana dengan ayat dalam surat Azzukhruf ayat 84:

وهو الذي في السمآء ءله وفي الارض اله وهو الحكيم العليم

"Dialah Tuhan (yang disembah di langit) dialah Tuhan (yang disembah) di bumi dan Dialah Tuhan Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui".

Baca friman Allah berikut:

"Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan bahwa Dia yang berhak disembah, baik di langit maupun di bumi. Oleh karena itu, penghuni langit semuanya dan penduduk bumi yang beriman, mereka beribadah kepada-Nya, mengagungkan-Nya, dan tunduk kepada kebesaran-Nya. Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, “Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.” (QS. Ar Ra’d: 15)

Ayat di atas sama seperti firman-Nya, “Dan Dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi.” (QS. Al-An’aam: 3). Jadi bisa kita simpulkan bahwa Allah ada tanpa tempat ia berada. [Santriwati Cantik]

Tarim, Yaman, 11 syawal 1437 H.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/jika-allah-di-langit-apa-di-bumi-tidak-ada-allah.html

Minggu, 01 Mei 2011

Mewaspadai Skenario Penggembosan NU oleh Minhum

Santriwati Cantik - Ada skenario besar ingin menggerus NU. Baik NU struktural maupun kultural. Mereka yang menggerus NU sengaja melakukan hal-hal yang membuat wibawa NU jatuh tersungkur hingga warga NU tidak lagi mempercayai NU.

Mewaspadai Skenario Penggembosan NU oleh Minhum
Mewaspadai Skenario Penggembosan NU oleh Minhum


Ini era media sosial, dimana tiap orang bebas melakukan penggembosan NU tanpa harus melakukan tashih atau bahkan klarifikasi. Yang penting NU hancur, semua bisa halal dilakukan. Ini cara-cara yang ditempuh para penggembos NU, baik dari dalam maupun luar NU sendiri.

1. Mereka pisahkan nahdliyyin kultural dari para Kiai NU. Mereka fitnah dan caci maki sesepuh NU, berharap nahdliyyin kehilangan akhlaq dan pudar rasa hormat kepada beliau-beliau.

2. Mereka kampanyekan anti terhadap Ketum PBNU. Selain sebagai ikon, simbol dan mandatori muktamar PBNU selain juga Rois Aam, Ketum PBNU memiliki peran paling strategis di tubuh NU. Mereka berharap, dengan fitnahan dan cacian mereka terhadap Ketum PBNU, maka perlahan akan hilang muru'ah dan kebesaran ormas Nahdlatul Ulama.

3. Agitasi dan propaganda bukan hanya dari kalangan elit mereka terhadap masyarakat kelas menengah dan perkotaan, tapi sudah menyusup dan masuk di NU struktural di tingkatan paling bawah, baik PCNU, MWC maupun Ranting NU. Harapan mereka jelas, ranting sebagai ujung tombak NU, akan termakan isu yang mereka buat, mereka olah, dan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, saat tahlil, perayaan mawlid dan seremonial lain di masyarakat.

Ayo anak muda NU, melek medsos, dan sampaikan kepada siapapun dimanapun, bahwa kita ber-NU lahir bathin. Kepada mereka, jangan takut menyampaikan kata, kami akan lawan. [Santriwati Cantik/ tanmalika]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/mewaspadai-skenario-penggembosan-nu-oleh-minhum.html

Rabu, 16 Februari 2011

Jika FPI dan MUI Hidup di Zaman Purba, Sunan Kudus Mungkin Didemo GNPF

Santriwati Cantik - Sunan Kudus, salah satu dari anggota dewan Walisongo penyebar Islam di Nusantara, menggunakan pendekatan tasawuf dalam berdakwah. Beliau sangat ahli syariat, dan justru karenanya, bisa mendudukkan bahwa akhlak itu jauh lebih tinggi di atas fiqih.

Secara fiqih, syariat formal, sangat jelas bahwa menyembelih Sapi dan memakan dagingnya adalah halal. Namun beliau melarang hal itu, melarang para santrinya menyembelih Sapi dengan alasan demi menghormati pemeluk agama Hindu yang menganggap Sapi adalah hewan suci, karena simbol tunggangan Dewa Wisnu.

Jika FPI dan MUI Hidup di Zaman Purba, Sunan Kudus Mungkin Didemo GNPF - Santriwati Cantik
Jika FPI dan MUI Hidup di Zaman Purba, Sunan Kudus Mungkin Didemo GNPF - Santriwati Cantik


Jika FPI dan MUI Hidup di Zaman Purba, Sunan Kudus Mungkin Didemo GNPF

“Kularang kalian menyembelih sapi. Mari kita hormati pemeluk agama Hindu. Kalau mau makan daging, kerbau saja,” begitu kira-kira dhawuh Sunan Kudus apabila diIndonesiakan.

Santriwati Cantik

Sunan Kudus pasti tahu bahwa ajaran Hindu berbeda dengan ajaran Islam, namun beliau tidak menyalahkan ajaran Hindu, apalagi menghinanya. Seluruh atribut dan tradisi Hindu beliau hormati. Hingga sampai ketika membangun masjid, menaranya pun dibuat persis seperti bangunan Pura atau Candi.

Bayangkan seandainya di masa Sunan Kudus sudah ada MUI dan FPI. Serta merta beliau akan dicaci maki sebagai ulama munafiq pembela kapir, tukang melecehkan Islam dan menista agama. Mungkin pula akan didemo atau disweeping dengan dalih telah mencampur adukkan agama Islam dan agama Hindu.

Santriwati Cantik

MUI pernah mengeluarkan fatwa haram terhadap pluralisme, maka andai MUI ada di jaman Sunan Kudus, bisa jadi Sayyid Ja’far Shodiq itu akan divonis FPI dengan dukungan GNPF MUI sebagai dedengkot pluralis yang telah merusak akidah umat Islam.

Mari kita bandingkan, Sunan Kudus secara nyata telah berhasil gemilang membuat warga Kudus masuk Islam. Seratus persen warga Hindu di Kudus masuk Islam hanya dalam waktu singkat, karena merasa dihormati keyakinanya, dihargai perasaan keagamannya.

Islam yang datang kepada mereka adalah agama yang lembut, ramah dan penuh kemuliaan. Merasa bahwa Dewanya pun dihormati, mereka sukarela masuk Islam, lalu bergotong royong membangun menara masjid Al Aqso yang terkenal sebagai Menara Kudus itu.

Sampai sekarang, warga Kudus tidak berani menyembelih sapi karena menaati larangan Sunan Kudus itu. Tak ada jagal sapi di Kudus. Padahal sekarang sudah tidak ada warga selain muslim. Sampai sekarang pula, Anda pasti kesulitan menemukan pemeluk Hindu di Kudus. Jadi, Islamnya orang Kudus yang dulu banyak pemeluk Hindu, bertahan kuat sampai kini.

Dan perlu kita ketahui, Kudus adalah satu-satunya nama daerah di Indonesia yang memakai kata dari bahasa Arab. Kudus dari Quddus yang artinya suci. Masjid yang beliau dirikan bersama para muallaf dari Hindu itupun dinamai dengan nama Arab’ Al Aqsho. Jadi, betapa hebatnya Sayyid Ja’far Shodiq. Beliau bisa mengislamkan orang Hindu dan menamai daerah dengan nama Arab.

Nah, coba bayangkan seandainya Sunan Kudus memakai cara seperti MUI saat ini, mengharamkan orang Islam memakai busana mirip orang Hindu, mengharamkan udheng, jarit, sarung dan sebagainya yang saat itu merupakan pakaian ibadah orang Hindu.

Karena fatwa haram tersebut lantas orang Hindu merasa dihina kesuciannya, dianggap najis busana yang meraka pakai, bahkan diprovokasi dengan kebencian plus tindakan kriminal pengikut FPI macam di Solo dan Jakarta, apakah ada orang Hindu yang mau masuk Islam?

Apakah Islam akan bisa masuk dan berkembang di Jawa dan Nusantara? Dan apakah kita semua, termasuk bapak dan ibu yang ada di MUI akan mernjadi manusia beriman?

Sedangkan orang-orang beragama Islam sekarang ini adalah keturunan dari orang Islam di masa lalu, yang nenek moyangnya dulu kemungkinan bukan pemeluk Islam.

Jadi benar apa yang disampaikan teman saya di Langgar Mbah Masroh (Pondok Biharul Mutaallimin) Sedan Kabupaten Rembang. Menurut beliau, di tangan MUI sekarang, agama Islam berada dalam bahaya. Sungguh keadaan bahaya. [Santriwati Cantik]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/jika-fpi-dan-mui-hidup-di-zaman-purba-sunan-kudus-didemo-gnpf.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santriwati Cantik sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santriwati Cantik. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santriwati Cantik dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock