Tampilkan postingan dengan label Dalil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dalil. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Februari 2014

Klarifikasi Pesantren Tebuireng Terkait Kebohongan Pendeta Ruth Erwin Blitar

Santriwati Cantik - Klarifikasi Pondok Pesantren Tebuireng atas beredarnya video di situs Youtube berjudul eks Muslim cucu kiai pesantren "Tebuireng" Jadi Pendeta. Pendeta Ruth Ewin mengakui lakukan kebohongan

Terkait beredarnya video di situs Youtube berisi ceramah seorang pendeta bernama Ruth Ewin dari Gereja Yakin Hidup Sukses (YHS) Blitar yang mengaku sebagai keturunan Kiai Tebuireng, Keluarga Besar Pondok Pesantren Tebuireng merasa perlu menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

Klarifikasi Pesantren Tebuireng Terkait Kebohongan Pendeta Ruth Erwin Blitar - Santriwati Cantik
Klarifikasi Pesantren Tebuireng Terkait Kebohongan Pendeta Ruth Erwin Blitar - Santriwati Cantik


Klarifikasi Pesantren Tebuireng Terkait Kebohongan Pendeta Ruth Erwin Blitar

1. Bahwa berdasarkan hasil temuan Tim Klarifikasi yang bertemu dengan Pdt Ruth Ewin dan pihak Gereja Yakin Hidup Sukses (YHS) Blitar, telah dapat dipastikan bahwa pengakuan Pendeta Ruth Ewin sebagai keturunan Kiai Tebuireng adalah sebuah kebohongan.

2. Kebohongan tersebut telah diakui oleh yang bersangkutan (Pdt Ruth Ewin) di hadapan Tim Klarifikasi dari Pondok Pesantren Tebuireng dan disaksikan oleh Pengurus Gereja YHS Blitar pada Hari Sabtu, 25 Juni 2016.

Santriwati Cantik

3. Terkait dengan beredarnya video rekaman ceramah Pdt Ruth Ewin di hadapan jemaat Gereja YHS Blitar di situs Youtube, pihak Gereja YHS Blitar juga telah mengakui adanya peran aktif dan keterlibatan dari salah satu jemaatnya dalam proses pengunggahan video rekaman tersebut.

4. Bahwa peredaran video tersebut secara viral di berbagai media sosial, telah sangat merugikan Keluarga Besar Pondok Pesantren Tebuireng. Lebih dari itu, kebohongan tersebut juga dapat memicu prasangka dan kegaduhan di masyarakat. Karena itu, kami menuntut pertanggungjawaban yang harus dilakukan oleh Pdt Ruth Ewin secara pribadi dan Gereja YHS Blitar secara kelembagaan.

5. Keluarga Besar Pondok Pesantren Tebuireng menyerukan kepada seluruh alumni dan muhibbin serta masyarakat pada umumnya untuk menyikapi kasus tersebut secara proporsional dan tidak turut serta menyebarkan video tersebut.

Santriwati Cantik

Demikian beberapa hal yang dapat kami sampaikan. Hanya kepada Allah kita memohon petunjuk dan pertolongan.

Tebuireng, 1 Juli 2016

Atas Nama Pondok Pesantren Tebuireng

H. Luqman Hakim

Koordinator Tim Klarifikasi

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/klarifikasi-pesantren-tebuireng-terkait-kebohongan-pendeta-ruth-erwin-blitar.html

Jumat, 13 Desember 2013

Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang Part 2

Amaliyah di bulan Rajab memang banyak sekali. Itu dikarenakan betapa mulianya bulan Rajab menurut Allah Swt. Dalam memberikan pemahaman amaliyah di bulan Rajab ini, KH Sholeh bin Umar Assamarani (Mbah Sholeh Darat) menyebutkan amalan istighfar yang perlu dibaca setiap pagi dan sore sebanyak 70 kali agar terbebas dari neraka.

Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang Part 2 - Santriwati Cantik
Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang Part 2 - Santriwati Cantik


Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang Part 2

Perintah membaca istighfar itu ditegaskan oleh Rasulullah Saw dalam haditsnya: "Barangsiapa yang mengucapkan dalam Rajab, Sya'ban dan Ramadan pada waktu diantara dzuhur dan ashar:

استغفر الله العظيم الذي لا اله الا هو الحي القيوم واتوب اليه توبة عبد ظالم لا يملك لنفسه ضرا ولا نفعا ولا موتا ولا حياتا ولا نشورا

Maka Allah memerintahkan dua malaikat untuk membakar buku tulisan amal jeleknya". Allah bahkan menegaskan bahwa setiap malam Rajab adalah malam bulan milik Allah. Dan hamba yang mengikuti juga hambaKu dan rahmat juga milik Allah. Termasuk fadl (kemuliaan) berada pada kekuasaan Allah. Dan Allah akan memberikan ampunan pada hambaNya yang selalu memohon ampun.

Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa barangsiapa melaksanakan puasa pada hari keduapuluh tujuh bulan Rajab dan mengeluarkan shadaqah, maka Allah akan menulis pahala puasa dengan seribu kebaikan dan memerdekakan seribu budak.

Mbah Sholeh Darat juga menjelaskan tentang sebuah malam mulia di dalam bulan Rajab yang disebut sebagai lailatu raghaib (ليلة رغائب). Keterangan mengenai itu diambil dari hadits: "Janganlah Anda sekalian lupakan bahwa dalam awal Jum'at di bulan Rajab, maka malamnya disebut lailatu raghaib ketika berada pada sepertiga malam. Saat itu para Malaikat tujuh langit dan tujuh bumi berkumpul jadi satu di kanan kiri ka'bah dengan disaksikan oleh Allah. Saat melihat peristiwa itu, Allah menyampaikan bahwa apa yang diminta Malaikat akan dikabulkan. Dan Malaikat meminta pada Allah untuk memaafkan hambanya yang berpuasa Rajab. Dan Allah tegas menjawab telah memaafkan semua hambaNya itu".

Bersambung.....

Alfatihah.

Oleh M Rikza Chamami, wakil Ketua KOPISODA/Komunitas Pecinta Mbah Sholeh Darat, Alumni Qudsiyyah dan Dosen UIN Walisongo


Dari : http://www.dutaislam.com/2016/04/keutamaan-bulan-rajab-menurut-kh-sholeh-darat-semarang_17.html

Sabtu, 24 September 2011

Ribuan Masyarakat Peringati Haul Gus Dur di Kudus

Kudus, Santriwati Cantik. Ribuan masyarakat Kudus dan sekitarnya memperingati haul tiga tahun wafatnya presiden keempat KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Gedung Jamiyah Hujjah Kudus (JHK), Ahad (23/12) malam. Sejak maghrib , mereka yang terdiri laki-laki dan perempuan sudah berduyun-duyun memenuhi aula dan halaman parkir gedung haji tersebut.

Kegiatan bertajuk parade pluralisme dan pengajian kebangsaan mengenang 3 tahun wafatnya Gus Dur ini, diawali tahlil bersama dipimpin Mustasyar PBNU KH.Syaroni Ahmadi. Para jamaah yang hadir dengan penuh haru mengenang sosok Guru bangsa ini secara seksama dan khusuk mengikuti seluruh rangkaian acara mulai pembacaan tahlil, Sholawat nabi, menyanyikan Indonesia Raya dan mauidhoh hasanah.

Diantara jamaah, puluhan kiai, ulama dan umaro serta sejumlah tokoh lokal dan nasional terlihat hadir . Antara lain putri Gus Dur Alissa Wahid, Katib PBNU KH.Yahya Tsaqub, Dubes Aljazair Niam Salim, Ketua Umum PP GP Ansor H Nusron Wahid, Ketua LPTNU Noor Ahmad, Pengasuh Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo KH Ali Mashoeri dan Habib Luthfi bin Yahya.

Ribuan Masyarakat Peringati Haul Gus Dur di Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Masyarakat Peringati Haul Gus Dur di Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)


Ribuan Masyarakat Peringati Haul Gus Dur di Kudus

Putri Presiden keempat Alissa Wahid yang hadir mewakili keluarga Gus Dur mengapresiasi pelaksanaan peringatan haul Gus Dur ini. Dalam sambutannya, Alissa mengatakan kegiatan ini sebagai bukti aktifis generasi muda NU menjadi murid Gus Dur yang luar biasa dan akan meneruskan perjuangannya.

"Sesungguhnya hadiah terbesar bagi keluarga kami bukanlah gelar dari negara atau sanjungan di koran-koran kepada Gus Dur melainkan penghargaan terbesar itu adalah doa untuk Gus Dur," tandas Alissa dengan berkaca-kaca.

Santriwati Cantik

Ia menandaskan memperingati haul Gus Dur atau ulama lainnya bukan untuk memuja-muja sosoknya tetapi dimaksudkan mengenang dan mendoakannya.

"Dengan demikian kita mampu mengambil inspirasi dan teladan dari perjuangan beliau yang ditunjukkan sepanjang hidup bagi kita," imbuhnya.

Santriwati Cantik

Katib PBNU KH.Yahya Tsaquf mengutarakan biasanya peringatan haul seorang kiai atau ulama hanya dilaksanakan di kediaman atau pesantrennya. Namun, haul Gus Dur diadakan di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

"Hal ini membuktikan beliau (Gus Dur) adalah sosok yang sholih karena kita memperingati haul ini untuk mendapatkan barokah dari cucu KH.Hasyim Asyari ini," tegasnya.

Selain Gus Yahya, Pengasuh pesantren Bumi Sholawat KH. Ali Masyhuri dan Rais am Jamiyah Ahluththariqoh an Al Mutabarah an Nahdliyyah Habib Luthfi juga menyampaikan mauidhah hasanah.

Peringatan Haul yang diadakan PC GP Ansor Kudus ini dan didukung badan otonom NU lainnya seperti IPNU, IPPNU,PMII, Matan dan Fatayat NU ini berakhir pada pukul 00.30 yang ditutup dengan doa oleh Habib Luthfi bin Yahya.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41420/ribuan-masyarakat--peringati-haul-gus-dur-di-kudus

Rabu, 09 Juni 2010

Bubarkan Saja GNPF, Biar Tidak Mengaduh Sampai Gaduh!

Santriwati Cantik - Selama ini masyarakat melihat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) selalu menempelkan nama Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun bila ditilik nama pengurus GNPF-nya, ternyata bukanlah pengurus MUI yang sedang menjabat. Masalahnya adalah kepentingan siapa yang menunggangi dan siapa ditunggangi? Siapa yang memanfaatkan dan siapa yang dimanfaatkan?

Berpikir ke depan, sebaiknya MUI minta secara resmi agar GNPF membubarkan diri. Kepolisian negara dapat mengawal permintaan MUI ini. Paling tidak, pembubaran dapat diagendakan setelah Pilgub DKI usai. Tidak ada alasan bagi MUI yang membiarkan GNPF hidup terus-menerus. Apalagi dibuat permanen.

MUI harus berani tegas dengan pembubaran ini. Bila dibiarkan, mereka akan terus bawa-bawa nama MUI untuk kepentingan dan agendanya sendiri. Tarikan kepentingan yang dalam jangka panjang dapat menyulitkan MUI sendiri di lain waktu.

Bubarkan Saja GNPF, Biar Tidak Mengaduh Sampai Gaduh! - Santriwati Cantik
Bubarkan Saja GNPF, Biar Tidak Mengaduh Sampai Gaduh! - Santriwati Cantik


Bubarkan Saja GNPF, Biar Tidak Mengaduh Sampai Gaduh!

Bukan tidak mungkin, GNPF bisa tumbuh menjadi anak nakal yang sulit dikendalikan oleh MUI sendiri. Apalagi GNPF sampai tumbuh dan berkembang menjadi sel-sel perlawanan yang suka membuat gaduh kerukunan antar umat beragama sampai mengaduh-aduh.

MUI juga harus tegas tidak libatkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang anti Pancasila untuk ikut dalam setiap rapat dan kegiatan yang MUI adakan. Kehadiran mereka adalah citra buruk bagi MUI. Bila hal itu dibiarkan, akan membuat kecewa:

Santriwati Cantik

a). Ormas pendukung berdirinya MUI (NU, Muhammadiyah, dll),

Santriwati Cantik

b). Penyelenggara Negara, seperti Pemerintah, MPR, DPR, MK, dll,

c). Elemen masyarakat pendukung PBNU (Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, & UUD 1945) seperti Parpol, Ormas, dll.

Semua ini dimaksudkan untuk mengembalikan bangsa dan negara dalam keseimbangan hemeostasis. Terajut dan harmoni kembali setelah Gaduh Ahok. Tidak perlu terus berkembang menjadi gerakan massa aksi, apalagi sampai menjadi faktor yang dapat men-destabilisasi keamanan nasional. Bhinneka dalam keharmonisan kita damba. [Santriwati Cantik/ hsg]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/bubarkan-saja-gnpf-biar-tidak-mengaduh-sampai-gaduh.html

Kamis, 29 April 2010

Cerita Lucu : Doa Sebelum Tidur

Suatu hari saat anak-anak mengikuti pelajaran agama di kelas...

Ustazah: Siapa yg tahu do'a masuk WC...? Angkat tangan...!

Lia : "Saya ustazah....

Cerita Lucu : Doa Sebelum Tidur - Santriwati Cantik
Cerita Lucu : Doa Sebelum Tidur - Santriwati Cantik


Cerita Lucu : Doa Sebelum Tidur

Santriwati Cantik

Ustazah: Ok Lia, ayo baca...!

Lia : Allahumma Inni A'uu dzubika minal khubutsi wal khobaiz

Santriwati Cantik

Ustazah : Wah bagus sekali Lia... Siapa yg ajari kamu...?

Lia : "Ummi..., di rumah, ummi tempel dekat pintu kamar mandi. Tiap hari ummi baca....

Ustazah : "Bagus... Pantas Lia hafal do'a itu....

Ustazah : Kalau Do'a hendak bercermin siapa yg tahu...?

Kali ini Jupri yg tunjuk tangan... Dengan lantang dia lalu membaca : Allahumma Kamma Hassanta Khalqii Fahassin Khuluqii Ustazah : Betul sekali... Hebat kamu..., Jupri....

Jupri: Kakak saya yang tempel dekat cermin, tiap pagi jika sisir rambut kakak pasti baca....

Ustazah : Wahh, Hebat2... Baiklah Siapa yg tahu do'a mau tidur...?

Eko : "Saya, ustazah...!

Ustazah : Waaah, Eko kamu bisa...!? Oke Eko, bacakan....

Eko : Bismillahi Allaahumma Jannibnaas syaithaana wa Jannibis syaithaana maa razaqtanaa....

Ustazah : ??!!! (Dalam hati ustazah berkata, kok do'a sebelum berhubungan dengan suami/isteri...!?)

Eko : Do'a Yg ini ayah saya yang tempel dekat tempat tidur... Tiap malam ayah saya selalu membacanya...!

Ustazah :!!??... Haaaaahhhhh... tiap malam...! #sambil tepok jidat....

Eko : Malahan semalam di baca 3 kali...!

Ustazah : Apaaaa... 3 kali...! masyaallah...luarbiasa ayahmu

Eko...!!!

Pelajaran untuk para bapak...doanya dihafal yaaaa..., jangan ditempel...!!!

Seperti pesan di kemasan obat..., jauhkan dari jangkauan anak-anak...

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/do-sebelum-tidur.html

Senin, 01 Juni 2009

Ketika Ulama Makin Habis dan Penceramah Berkecambah

Satu per satu ulama yang sungguh-sungguh memahami agama ini telah pergi. Inilah jalan dicabutnya ilmu dari manusia. Buku masih banyak, tetapi tanpa hadirnya ulama, maka ilmu akan lenyap. Hanya tersisa tulisan-tulisan berserak. Tak ada 'alim yang mampu menjelaskan dengan baik, matang dan memiliki integritas keilmuan yang sangat tinggi. Tak ada yang patut memberikan syarah.

Beberapa tahun terakhir ini, ada satu hadis yang paling sering saya ulang-ulang membacanya serta menyampaikan kepada manusia. Hadis mauquf yang dihukumi marfu' dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu tentang fitnah, yakni masa ketika apa yang dibenci agama dianggap sebagai sunnah. Dan tidak datang masa itu kecuali dengan wafatnya para ulama yang sungguh-sungguh ulama.

Ketika Ulama Makin Habis dan Penceramah Berkecambah - Santriwati Cantik
Ketika Ulama Makin Habis dan Penceramah Berkecambah - Santriwati Cantik


Ketika Ulama Makin Habis dan Penceramah Berkecambah

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu 'anhu secara mauquf, bahwa Rasulullah shallaLlahu 'alaihi wa sallam bersabda:

كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا لَبِسَتْكُمْ فِتْنَةٌ؟ يَهْرَمُ فِيهَا الْكَبِيرُ, وَيَرْبُو فِيهَا الصَّغِيرُ, وَيَتَّخِذُهَا النَّاسُ سُنَّةً, فَإِذَا غُيِّرَتْ قَالُوا: غُيِّرَتِ السُّنَّةُ؟

قَالُوا: وَمَتَى ذَلِكَ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ؟

Santriwati Cantik

قَالَ: إِذَا كَثُرَتْ قُرَّاؤُكُمْ, وَقَلَّتْ فُقَهَاؤُكُمْ, وَكَثُرَتْ أُمَرَاؤُكُمْ, وَقَلَّتْ أُمَنَاؤُكُمْ, وَالْتُمِسَتِ الدُّنْيَا بِعَمَلِ الْآخِرَةِ

Santriwati Cantik

"Bagaimana dengan kalian jika kalian tertimpa fitnah yang di tengah-tengah fitnah tersebut orang dewasa menjadi tua, anak kecil menjadi tumbuh besar, dan manusia menjadikannya (menganggapnya) sebagai sunnah. Jika ada sedikit saja dari fitnah itu yang ditinggalkan orang, maka akan dikatakan, "Sunnah telah ditinggalkan?"

Mereka bertanya, "Kapan hal itu terjadi, Wahai Aba 'Abdurrahman?"

Ibnu Mas'ud (Aba 'Abdurrahman) menjawab, "Apabila para pembaca Al-Qur’an (penghafal Al-Qur'an) dari kalian banyak, tetapi fuqaha kalian sedikit; jika umara' kalian banyak, tetapi orang-orang yang amanah di antara kalian sedikit; kehidupan dunia dicari dengan amalan akhirat." (HR. Ad-Darimi).

Dalam riwayat lain yang bermiripan, kita dapati:

كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا لَبِسَتْكُمْ فِتْنَةٌ يَهْرَمُ فِيهَا الْكَبِيرُ وَيَرْبُو فِيهَا الصَّغِيرُ إِذَا تُرِكَ مِنْهَا شَيْءٌ قِيلَ تُرِكَتْ السُّنَّةُ؟

قَالُوا وَمَتَى ذَاكَ؟

قَالَ إِذَا ذَهَبَتْ عُلَمَاؤُكُمْ وَكَثُرَتْ جُهَلَاؤُكُمْ وَكَثُرَتْ قُرَّاؤُكُمْ وَقَلَّتْ فُقَهَاؤُكُمْ وَكَثُرَتْ أُمَرَاؤُكُمْ وَقَلَّتْ أُمَنَاؤُكُمْ وَالْتُمِسَتْ الدُّنْيَا بِعَمَلِ الْآخِرَةِ وَتُفُقِّهَ لِغَيْرِ الدِّينِ

"Bagaimana dengan kalian jika kalian tertimpa fitnah yang di tengah-tengah fitnah tersebut orang dewasa menjadi tua, anak kecil menjadi tumbuh besar, dan manusia menjadikannya (menganggapnya) sebagai sunnah. Jika ada sedikit saja dari fitnah itu yang ditinggalkan orang, maka akan dikatakan, "Sunnah telah ditinggalkan?"

Mereka bertanya, "Kapan hal itu terjadi?"

(Ibnu Mas'ud) menjawab, "Apabila para ulama kalian telah pergi (wafat); pembaca Al-Qur’an (penghafal Al-Qur'an) dari kalian banyak, tetapi fuqaha kalian sedikit; umara' kalian banyak, tetapi orang-orang yang amanah di antara kalian sedikit; kehidupan dunia dicari dengan amalan akhirat dan (orang bersungguh-sungguh) mendalami agama bukan untuk (kepentingan) agama." (HR. Ad-Darimi dan Al-Hakim).

Tengoklah sejenak dan renungkan, apakah pintu pertama zaman fitnah itu? Wafatnya para ulama, lalu datang berikutnya orang-orang yang miskin ilmu, tetapi mengambil peran ulama. Ada yang menyadari kekurangannya sehingga mereka hanya menjadi penyampai. Tetapi lebih banyak lagi yang sangat berani dalam berfatwa, ringan lisan dalam menetapkan kedudukan berbagai urusan. Inilah masa ketika nasihat agama disesuaikan dengan selera manusia. Bukan mendidik manusia agar menyesuaikan seleranya dengan agama. Inilah masa ketika ceramah agama mudah sekali kita mendapatkannya, tetapi sulit meraih ilmu. Sementara dakwah semakin tak terdengar gaungnya. Apakah inti dakwah itu? Memberi peringatan sekaligus kabar gembira seraya menyemangati manusia agar kembali kepada agama yang lurus; dienul Islam yang haq.

Sungguh sangat berbeda antara dakwah dan ceramah. Dakwah tak selalu dengan ceramah. Sementara ceramah tidak serta-merta berarti dakwah. Bahkan ceramah pun tidak dengan sendirinya bermakna forum belajar dan mengajarkan ilmu. Adakalanya bahkan sekedar hiburan belaka. Usai ceramah, yang paling diingat adalah leluconnya. Bukan nasehatnya yang memang hampir-hampir tidak ada.

Di masa itu, ada pula yang bersungguh-sungguh belajar agama, tetapi bukan untuk kepentingan agama; bukan pula untuk membela agama. Mereka belajar agama ini untuk kepentingan dunia ِ(وَتُفُقِّهَ لِغَيْرِ الدِّينِ). Dan inilah yang aku khawatirkan terhadap diriku sendiri. Bahkan lebih dari itu, merinding rasanya mengingat sabda Nabi shallaLlahu 'alaihi wa sallam tentang suatu masa ketika ulamanya sangat sedikit, sedangkan penceramahnya begitu banyak.

Nabi shallaLlahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّكُمْ أَصْبَحْتُمْ فِي زَمَانٍ كَثِيْرٍ فُقَهَاؤُهُ، قَلِيْلٍ خُطَبَاؤُهُ، قَلِيْلٍ سُؤَّالُهُ، كَثِيْرٍ مُعْطُوهُ، الْعَمَلُ فِيْهِ خَيْرٌ مِنَ الْعِلْمِ. وَسَيَأْتِي زَمَانٌ قَلِيْلٌ فُقَهَاؤُهُ، كَثِيْرٌ خُطَبَاؤُهُ، كَثِيْرٌ سُؤَّالُهُ، قَلِيْلٌ مُعْطُوهُ،الْعِلْمُ فِيْهِ خَيْرٌمِنَ الْعَمَلِ

“Sesungguhnya kalian hidup di zaman yang fuqahanya (ulama) banyak dan penceramahnya sedikit, sedikit yang minta-minta dan banyak yang memberi, beramal pada waktu itu lebih baik dari berilmu. Dan akan datang suatu zaman yang ulamanya sedikit dan penceramahnya banyak, peminta-minta banyak dan yang memberi sedikit, berilmu pada waktu itu lebih baik dari beramal.” (HR. Ath-Thabrani).

Aku termenung mengingati diriku sendiri serta orang-orang yang semisal denganku. Terampil lisan bertutur, tetapi ilmu masih kabur. [Santriwati Cantik/ed]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/04/ketika-ulama-makin-habis-dan-penceramah-berkecambah.html

Rabu, 04 Oktober 2006

Makesta IPNU-IPPNU di MA Gandrirojo Masukkan Materi Islam Nusantara

Santriwati Cantik, Rembang

Ratusan pelajar NU yang tergabung dalam IPNU-IPPNU Komisariat Madrasah Aliyah (MA) Yayasan Sosial Pendidikan Islamiyah Syafiiyah (YSPIS) desa Gandrirojo Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang Jawa Tengah mengikuti Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di aula sekolah setempat, Senin hingga Kamis (6-9 Juli 2015).

Makesta IPNU-IPPNU di MA Gandrirojo Masukkan Materi Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Makesta IPNU-IPPNU di MA Gandrirojo Masukkan Materi Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)


Makesta IPNU-IPPNU di MA Gandrirojo Masukkan Materi Islam Nusantara

Madrasah yang didirikan dibawah naungan Badan Pelaksana Pendidikan Maarif NU (BPPM-NU) ini menyelenggarakan kegiatan Makesta dalam rangkaian acara Orientasi Studi dan Pengenalan Madrasah (Ospem) yang diikuti 205 peserta didik baru tahun pelajaran 2015-2016.

Muhtar Nur Halim selaku Kepala Madrasah menuturkan, kegiatan ini sebagai wujud kaderisasi yang juga tidak meninggalkan proses pembentukan sikap akhlakul karimah. "Karena bagaimanapun Makesta ini merupakan rangkaian acara orientasi madrasah, kita juga harus menyiapkan kader-kader muda NU ini untuk tetap menjaga sikap akhlakul karimah", jelas Muhtar yang juga sebagai Ketua MWCNU Sedan itu.

Santriwati Cantik

Dalam acara ini, panitia menyiapkan materi seputar ke-NU-an dan orientasi madrasah, diantaranya, Aswaja, tradisi ke-NU-an dan Islam Nusantara, kajian historis IPNU-IPPNU, serta sistem administrasi IPNU-IPPNU. Sedangkan materi untuk orientasi madrasah yaitu, program kegiatan kesiswaan, visi misi dan grand design madrasah, serta sistem pembelajaran di madrasah setempat.

Santriwati Cantik

Nashihun Amin selaku Pembina Komisariat MA YSPIS menuturkan, pihaknya telah menyiapkan materi-materi seputar ke-NU-an dan orientasi madrasah. "Ini sebagai bekal awal pengaderan NU yang kita selipkan dalam kegiatan orientasi madrasah, karena memang dalam madrasah kami menerapkan sistem ke-NU-an dalam proses pendidikan, jelas Amin.

Lebih lanjut, Amin menuturkan, apalagi dengan pentingnya kajian Islam Nusantara ini, sehingga apapun itu kita harus tetap membekali siswa dengan wajah Islam yang toleran, moderat dan juga berkebudayaan.

Acara yang dibuka pada Senin (6/7) malam itu juga turut dihadiri KH Sahlan M Nur selaku Ketua Yayasan BPPM-NU yang juga menjabat sebagai Ketua Mustasyar PCNU Rembang. (Ainun Najib/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/60750/makesta-ipnu-ippnu-di-ma-gandrirojo-masukkan-materi-islam-nusantara

Santriwati Cantik

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santriwati Cantik sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santriwati Cantik. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santriwati Cantik dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock